Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
REUNI


__ADS_3

Jumat sore pukul 15.00 Bram sudah pulang dari kantor. ia segera masuk ke apartemen nya dan mencari Allea.


"Lea.. leea.....??" Bram memanggil Allea,


Bram masuk ke kamar Allea di dapati Allea sedang melakukan perawatan wajah nya menggunakan masker wajah, Bram yang melihat kelakuan Allea hanya tersenyum.


"llea..,kamu ngapain ...?" tanya Bram, Allea pun menoleh ke Bram


"ehh mas udah pulang, kok tumben maaf yaa aku ga bisa salaman" allea bicara menahan karena wajahnya sudah kaku karena masker nya sudah mulai mengeras,


Bram berjalan menghampiri Allea yang tertidur ia duduk di samping Allea.


"lea..kenpa ga ke salon ajah sih" tanya Bram.


"mahal mas.. begini ajah udah cukup" lirik Allea ke Bram.


"Allea...!" Bram Mendekatkan wajahnya ke Allea.


"heummm.." Allea membuka matanya.


"maaas... jangan deket deket" Allea mendorong tubuh Bram.


"kenapa sih..." Bram tertawa kecil.


"nanti masker nya retak dan gagal tau.." Allea mulai menjauh dari Bram, Bram dengan sengaja ikut merebahkan tubuhnya di samping Allea dan memeluk Allea.


"lea, bikin dedek yuk.." ledek Bram, Allea masih menahan tawanya ia takut masker yang ia pakai akan retak.


"Lea... tadi di kantor ada kuncing kentut" bisik Bram ia terus-menerus meledek Allea agar ia tertawa.


"hhemmmmheuuuummmmhahahha..." Allea tak bisa menahan tawa nya.


"maaas ....!! retak kan.. maskernya.." Allea memukul Bram.


"hahahaha..haahhah..." bram menahan tangan Allea dan memeluk Allea.


"iish....reseee nih." Allea memanyunkan bibirnya


"Lea kamu kenapa sih, kok mas perhatiin akhir akhir ini kamu perawatan dari ujung kaki hingga kepala buat apa..?" tanya Bram yang melihat Allea membersihkan wajahnya.


"biar keliatan cantik sama suami sendiri" Allea menjawab datar


"heummm bener nih.." tanya Bram penuh curiga.


"iyaa beneran" jawab Allea mempertegas.


"kalo ini apa???" Bram menyodorkan undangan yang ia temukan di meja ruang tamu.


"ehh..itu..heheheeh" Allea hanya nyengir menahan malu.


"reuni akbar SMU Harapan" Bram membaca isi undangan itu.


"ouwh... kayaknya istri ku ini mau terlihat cantik ketika reuni" ledek Bram.


"ga kok, ga juga" Allea mengelak pertanyaan Bram.


"jangan bohong Allea, jujur deh ada yang mau kamu temui di reuni itu, klo ada aku ga akan ngizinin kamu datang" Bram terlihat kesal.


"heeuumm iyaa iya, ada, aku mau tampil lebih feminin cantik karena aku ingin melihat reaksi mereka dan aku pengen nunjukin aku bukan Allea yang dulu dekil, jelek iteum" Allea bicara sambil membersihkan wajahnya.


"hahaah...kamu dulu dekil iteum. jeleek dong" Bram tertawa terbahak-bahak, Allea melirik sinis ke Bram.


"maaf maaf" Bram terdiam melihat lirikan sinis Allea

__ADS_1


"siapa yang mau kamu temui?? cowok apa cewek" tanya Bram.


"22 nya, aku mau ketemu mantan aku waktu SMU aku bakal balas pas reuni !"jawab Allea.


"balas kenapa dia bikin kamu sakit hati??"


"heumm namanya Donny mas, aku pacaran sama dia kurang lebih 7 bulan terus tiba tiba di belakang aku dia jadian sama cewek populer di SMU namanya Retno dan aku baru tau kalo aku cuma jadi cewek taruhan, dia ejek aku jelek dekil iteum idup lagi" cerita Allea ke Bram, Bram hanya menaham tawa


"yaudah aku ga mau larang kamu mau datang atau enggak, ingat jangan sembarangan ngasih no ponsel oke" Bram bangun dari duduknya dan ia menghampiri Allea yang duduk di depan meja rias, Bram memeluk Allea yang terduduk dari belakang.


"kalau kamu mau merawat tubuh mu rawatlah dengan baik, tapi aku ga mau kamu terlalu over untuk merubah penampilan mu, aku suka kamu apa adanya," Bram mencium pipi Allea, Allea tersenyum malu.


"iyaa. mas.. toh nanti aku perawatan yang lebih cantik lagi itu untuk mas kokk" Allea tersenyum seraya menoleh ke Bram yang memeluknya dari belakang


"mmuach.." Allea mencium cepat bibir Bram yang terlihat merah, Bram hanya tersenyum.


"yasudah aku mau mandi dulu." Bram meningglkan Allea sebelum ia pergi Bram kembli menoleh ke Allea.


"malam ini mulai tidur di kamarku." pinta Bram.


"okeee. ....!" Allea tertawa.


Keesokan harinya Sabtu pagi Bram sudah berangkat terlebih dahulu karena ada seminar di salah satu hotel. Allea yang bersiap untuk ke acara reuni siang itu telah berdandan dengan sangat cantik setelah selesai Allea segera turun untuk berangkat menuju tempat reuni sesampinya di luar lobbi apartemen tiba tiba mobil jaguar sedan hitam berhenti.


"bu Allea silahkan bu.." ternyta pak ujang yang datang dan ia membukakan pintu untuk Allea.


"loh pak ujang kok tau aku mau keluar??" tanya Allea.


"iyaa bu tadi pak Bram suruh saya stanby tunggu ibu keluar dan menyuruh saya antar ibu ke acara reuni" jelas pak Ujang.


"oouwh. oke.. makasih yaa pak ujang" Allea tersenyum dan masuk ke dalam mobil.


Sesampainya di tempat reuni semua terkejut melihat Allea.


"Lea....!!!!, ya ampun apa kabar sekarang cantik banget" ucap Shanti teman SMU Allea, semua memuji kecantikan Allea yang berubah tidak seperti saat smu dulu.dan tiba tiba.


"allea.." suara seorang laki laki menyapa Allea, Allea menoleh mencari tahu siapa yg memanggil nya.


"donny..??" ucap Allea.


"apa kabar..? kamu beda banget sekarang" Dony mengajak bersalaman dan Allea pun bersalaman dengan Donny.


"Allea maaf untuk waktu itu, aku bersalah banget" belum sempat donny melanjut bicaranya mata Allea tertuju kepada wanita yang baru masuk ke ballroom wanita dengan tubuh gempal dan terlihat agak pendek dengn rambut yang di keriting menggantung.


"Retno...!" bisik hati Allea, semua teman berhamburan. menghampiri Retno begitu juga dengan Allea ia pergi mengahmpiri Retno.


"Retno apa kabar.?" sapa Allea.


"waah Allea yaa. waw aku hampir ga kenalin, cantik banget kamu sekarang" Retno memeluk Allea ,ia tak terlihat kesal ke Allea malah ia terlihat bersinar malam itu dengan sifatnya yg humble.


"eh Retno kok lo skrng melar begini" tanya salah satu teman Allea.


"hahah iyaa setelah menikah suami gue bener-bener manjain gue banget dia suka kalo gue melar begini katanya gue lebih cantik kalo gemuk" wajah Retno terlihat memerah malu malu, Allea hanya diam mendengarkan Retno bicara, Allea segera meninggalkan mereka semua dan mengambil minuman di meja prasmanan.


"Allea kamu cantik" ucap Donny tiba tiba berbisik di belakang Allea.


"ishh apaan sih lo." ketus Allea.


"haha lo masih kesel yaa sama gue, lo selama ini masih benci gue??" Donny tertawa melihat sikap Allea.


"heumm udah ah, gue ga mau banyak omong sama lo" Allea bertambah ketus ke Donny .


"lo udah nikah apa belom" tanya Donny.

__ADS_1


"tebak ajah sendiri" ketus alleay sembari melirik sinis ke Donny.


"hahah cewek jutek kek lo kayaknya ga mungkin di usia 23 tahun udah nikah pasti belom kan..? ,sama dong aku juga belom, wah jodoh nih kita." ledek Donny ke Allea, Allea hanya mendengus kesal, tiba-tiba ponsel Allea berdering.


📲


"halo mas.."


"kamu di mana"


"ah aku di ballroom hotel kencana mas.."


"ohh itu kamu.." Bram berjalan menghampiri Allea,


Allea terkejut dengan kedatangan Bram ke acara reuni Allea.


"ehh siapa itu ganteng banget tinggi, putih wajahnya itu loh cool banget" semua teman wanita Allea menjdi heboh karen Bram menjdi pusat perhatian, semua terkejut melihat prima tampan itu menghmpiri Allea


"sudah selesai?? ayo kita pulang" Bram bertanya ke Allea sembari tersenyum manis.


"ahh mas kok tau aku di sini?"


"aku ada seminar di ballroom utama hotel ini" Bram tersenyum manis ke Allea,


"dia???" Bram menunjuk ke Donny dengan wajah dinginnya ia menatap Donny yang terlihat lebih pendek dari Bram.


"ohh kenalin mas ini Donny, ydonny ini Bram, suami aku" Allea mengenalkan Donny ke Bram dan sebaliknya.


"ohh iyaa..." Donny bersalaman ..dengam wajah memerah menahan malu, ia tak menyangka Allea akan memiliki suami setampan itu.


"ayoo kita pulang" bram menggenggam tangan Allea untuk mengajaknya pulang namun tiba-tiba Retno menghampiri Allea.


"Allea.. wahh ini suaminya yaa??"


"heumm apa ini yang bernama Retno?" bisik hati Bram.


"ahh iyaa ini suami aku, mas kenalin ini Retno" Allea mengenalkan Retno ke Bram.


"ohh hai, aku Bram suami Allea" Bram tersenyum ke Retno


"aku Retno, ahh Allea aku baru sadar kamu dandan secantik ini ternyata suami kamu juga sangat tampan pantas saja kamu sekarang memeperhatikan penampilan mu karena kamu ingin di lihat sangat cantik di depan suami mu kan" Retno tersenyum ke Allea, Allea terdiam ia menoleh ke Bram, memandang Bram dalam dalam.


Di perjalanan pulang Allea hanya diam memandang ke luar jendela


"Allea lo bodoh banget lo harusnya berdandan seperti ini untuk bram, lihat sekarang gue ngerasa kalah niat hati ingin membuat mereka menyesal malah gue yang merasa malu, Retno walau pun seperti itu namun ia tetap saja bersinar malam ini sedangkan aku yang berdandan habis habisan malah tak mendapatkan apa apa" Allea mulai meneteskan air matanya, Bram berkali kali melirik ke Allea, dan Bram pun menghentikan mobilnya di pinggir taman kota yang sedikit sunyi.


"leaa..kenapa??" tanya Bram.


"gak apa-apa..ko mas.." Allea tak menoleh ke Bram.


"heii.. lihat sini.." Bram membelai pipi Allea, mata Allea terlihat basah oleh air mata


"aku egois yaa mas.. aku udah bikin hal bodoh, aku fikir aku yang akan bersinar malam itu karena aku merubah penampilan ku tapi tetap saya Retno yang bersinar malam ini, ia sangat membanggakan suami yang amat ia cintai sedangkan aku gak mikirin mas. aku cuma mikirin caranya gimana ngebales mereka" Allea terisak.


"ssst.... Allea aku ga marah ko, di mataku kamu setiap hari cantik dengan atau tanpa makeup, malam ini pun kamu sangat cantik" Bram membelai pipi Allea,


Bram membuka sabuk pengaman nya dan mendekatkan wajahnya ke Allea dan mencium pipi dan bibir Allea.


"I LOVE YOU ALLEA.." Bram berbisik ke Allea. dan kembali mencium bibir Allea, Allea hanya tersenyum manis sembari menangis.


"heummm" Allea mengangguk.


"I LOVE YOU TOO.." Allea memeluk suaminya itu dengan erat ia berharap Bram benar benar berubah dan benar-benar mencintai nya dengan tulus bukan hanya di bibir untuk menenang kan hati Allea.

__ADS_1


__ADS_2