
Zara membuat keputusan untuk kembali ke jalan yang benar,bahkan dia memutuskan untuk mengabdikan diri di panti,untuk waktu yang belum dia tau karena hannya di sana dia mendapat kebahagiaan dan ketenangan.
Zara bertaubat dari semua dosa hitam yang dia lakukan di masa lalu,dia merasa hidupnya begitu kotor tapi dia mencoba untuk mengubur dalam- dalam semua masa lalunya.
Semua orang yang ada di panti sangat bahagia karena rumah yang biasa mereka tempati kini berubah menjadi ruang yang besar dan bersih.Zara dan nenek pemilik panti,pergi belanja Zara berniat hari ini melakukan pesta kecil di Panti untuk pesta penyambutannya disana.
"Memangnya kamu masih punya uang nak,untuk membeli daging dan beras,aku merasa tidak enak karena sudah menyusahkan mu!!"
"Sudahlah,aku masih punya tabungan kok,aku melakukan ini dengan ikhlas,aku ingin kita semua bersyukur dengan semua yang kita miliki."Ucap Zara.Nenek hannya bisa tersenyum lalu mengikuti langkah kaki Zara membeli beberapa kilo daging sapi dan beras.
Sementara itu Tomi dan Siska di usir paksa dari apertemen milik Zara sebelumnya,mereka membuat keributan hingga pemilik apertemen yang baru memangil security untuk mengusir mereka.
"Kemana sih wanita sialan itu,kalau begini aku sudah yakin kalau calon istriku tidak menerima ku ma." Ucap Tomi,dia terlihat sangat marah dipermalukan seperti itu.
****
__ADS_1
Abian sedikit senang dengan kejadian yang menimpa mamanya,setidaknya dengan kejadian ini dia berharap mamanya bisa merubah sikapnya terhadap Tamara,dia berharap pelajaran itu menjadikannya untuk tidak memuji orang lain berlebihan.
Sudah beberapa hari Tamara tinggal di rumah mertuanya,ini permintaan Lilis karena dia ingin belajar lebih dekat kepada Tamara.Setelah kejadian yang menimpa Lilis,dia lebih banyak diam dia merasa malu kepada Tamara karena selama ini dia sudah berbuat jahat kepada menantunya itu.
"Tamara kamu baru bangun?"
"Iya ma,maaf ma akhir-akhir ini aku merasa tubuhku gampang lelah,dan kaki ku juga sangat sakit." Tamara tampak meringis kesakitan sambil memijat kakinya.
"Itu normal untuk ibu hamil,dulu juga mama waktu hamil Abian begitu,kamu harus kuat ya,ini ada mama beli vitamin untukmu,ini sangat bagus untuk kesehatan ibu hamil." Ucap Lilis sambil memberikan sebuah kotak yang mirip kotak susu.
"Ma,mamaku mau datang sore ini,mama keberatan kalau mamaku menumpang disini untuk beberapa hari?"
Tamara memeluk mama mertuanya,dia sangat bahagia dengan perubahan sikap mama mertuanya,bahkan dia begitu bahagia karena akhirnya dia diterima menjadi menantu di rumah itu.
Setelah sore harinya,Abian datang membawa mama Rosa dan juga Riski adiknya,Tamara terpaksa berbohong kepada mamanya mengatakan kalau dia sedang sakit keras makanya mamanya mau datang mengunjunginya,dia melakukan itu atas anjuran suaminya agar kedua keluarga besar mereka bisa bersatu.
__ADS_1
Saat membuka pintu dan melihat mama dan adiknya sudah berdiri Tamara berlari kecil memeluk ibunya.
"Nak apa yang terjadi denganmu,kamu sakit apa?" Lilis mengerutkan keningnya,dia merasa kalau Tamara tidak sakit.
"Ma,maafkan Tamara dan dan mas Abian kami sengaja membohongimu agar mama dan Riski datang ke kota ini berkunjung,kami ingin mama dan mama Lilis saling memaafkan atas kejadian beberapa minggu yang lalu."
"Tamara..."
"Iya Bu Rosa aku sangat minta maaf atas kejadian waktu itu,aku khilaf melakukan itu aku mohon agar Bu Rosa memaafkan semua kata-kataku waktu itu." Ucap Lilis sambil menjabat tangan Rosa,Rosa tampak tersenyum kepada Lilis dan juga Tamara.
"Kamu keterlaluan sekali membohongi orang tua,seharunya kamu jujur,kamu tidak tau betapa paniknya aku saat kamu bilang kamu sakit keras." Mereka semua tertawa lepas,Lalu mereka masuk kedalam rumah.
"Sayang aku sangat mencintaimu,semoga kebahagian ini sampai selamanya ya." Ucap Tamara sambil merangkul pinggang suaminya mengikuti ibu dan mama mertuanya.
Riski juga sangat bahagia melihat kebahagian kakaknya,dia merasa kakaknya sangat beruntung mendapat suami sehebat Abian,bahkan karena suaminya itu mereka menjadi di hargai orang di kampungnya padahal dulu keluarganya di pandang sebelah mata oleh orang lain.Kini dia percaya dengan nasihat orang hebat yang mengatakan roda kehidupan itu ada akan terus berputar kadang di atas dan kadang di bawah.
__ADS_1
Terima kasih untuk reader yang sudah mampir mendukung karya ini.
πππTamat πππ