Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 171(season 2)


__ADS_3

Tya yang mendapatkan telepon video_call dari sang kekasih, sangat bahagia walaupun mereka berdua ldr_ran tapi tidak mengurangi keromantisan mereka. apa lagi kenzo yang selalu menghujani Tya dengan gombalan-gombalan receh nya.


"*Aku kangen banget sama kamu, pengen cepat-cepat balik ke situ" ucap kenzo pada Tya.


"Aku aja yang ke situ, sekalian jalan-jalan karena aku belum pernah ke Korea" tanya Tya.


"Dengan senang hati sayang, aku pasti senang kalau kamu datang ke sini" jawab Kenzo.


"Bercanda sayang, nanti kalau sudah halal baru aku ke situ sama kami" ucap Tya*.


Banyak lagi obrolan di antara mereka berdua, ngobrol berjam-jam tapi bagi mereka hanya sebentar, terkadang bunda Dea heran melihat anaknya, yang tidak ada bosan-bosannya mengobrol dengan Kenzo.


"Suruh aja datang menghadap ayah dan bunda, dari pada gitu terus" ucap bunda Dea ke pada Tya, saat Tya menutup sambungan teleponnya dengan Kenzo.


"Sabar bunda, Kenzo kan baru kembali ke sana, dan masih banyak pekerjaan yang menunggunya" jawab Tya.


"Anak mudah sekarang beda dengan anak mudah dahulu, dulu itu tidak perlu pacaran lama-lama, kalau suka dan saling mencintai langsung aja di sah kan" lanjut bunda Dea.


"Itu kan bunda dengan ayah, yang tidak mengenal namanya pacaran" jawab Tya.


"bunda dan ayah dulu pacaran setelah menikah itu lebih asik" ucap bunda Dea.


Tya hanya diam mendengar jawaban bundanya, dia malas berdebat dengan sang bunda, tidak lama Ayah Davin ikut bergabung dengan mereka, bunda Dea langsung berdiri menuju dapur untuk membuat kan kopi sang suami, sedangkan Tya duduk mengobrol dengan ayahnya tapi bukan masalah asmara tetapi masalah pekerjaan, bunda Dea paling tidak suka kalau di rumah baru membahas tentang pekerjaan.


"Bisa tidak kalau di rumah tidak membahas pekerjaan, nanti saat di kantor baru bahas yang begituan" ucap bunda Dea.


"Ayah yang duluan membahas pekerjaan kok" jawab Tya.


"Memang ayah namun itu selalu saja begitu, tidak pernah bosan membahas pekerjaan terus, lihat mas Adit kalau di rumah tidak pernah membahas pekerjaan di kantor" lanjut bunda Dea.


"Bunda siap-siap sana kita jalan-jalan, bunda kurang piknik makanya mengomel terus"jawab ayah Davin.

__ADS_1


Bunda Dea hanya tersenyum mendengar jawaban suaminya itu, karena suaminya memang paling tidak suka mendengar orang ribut.


" Ayo bunda, kenapa hanya senyum-senyum saja melihat ayah " tanya ayah Davin.


"Benar nih? tunggu ya bunda siap-siap dulu" jawab bunda Dea dan langsung menuju kamar untuk siap-siap.


Tidak lama bunda Dea keluar dari kamar nya, sudah rapih dan cantik.


"Ayah ayo jalan, bunda sudah lama tidak jalan berdua dengan ayah" ucap bunda Dea.


"Kamu tidak ikut nak?" tanya nya lagi ke Tya.


"Tidak bunda, bunda aja dengan ayah yang pergi, Tya mau ke rumah mama Dita" jawab Tya pada bunda nya.


Akhirnya bunda dan Ayahnya jalan, entah mereka ke mana, dan Tya setelah mandi dia langsung ke rumah mama Dita, karena dia paling betah di rumah mama Dita.


"Sore papa" sapa Tya pada papa Adit.


"Sore sayang, kamu sendirian? mana bunda dan ayah kamu?" tanya papa Adit.


"Ada-ada saja kamu nak, biar tua harus tetap romantis jangan hanya waktu mudah saja" ucap papa Adit.


"Mama di mana? kok sunyi?" tanya Tya kembali.


"Mama ada di dapur bersama Ema, mereka lagi membuat ku_ _


" Ok terimakasih papa, Tya ke dapur dulu ya" pamit Tya.


"Ini anak, ada-ada saja tingkahnya" batin papa Adit melihat Tya langsung nyelonong ke dapur, Tya langsung duduk di meja makan tanpa bersuara.


"Kak Tya, dari tadi di situ?" tanya Ema sedikit kaget.

__ADS_1


"Baru aja, tempat duduk aku belum panas" jawab Tya tanpa ekspresi.


"Muka kenapa lagi? kok bibir sampai manyun begitu" goda Cello.


Tya tidak menjawab, dia hanya duduk menopang dagunya, mama Dita langsung menghampiri Tya karena tidak biasanya keponakan kesayangannya itu begitu.


"Anak mama kenapa sih?" tanya mama Dita.


"Nggak ma, cuma kesal aja melihat orang dengan pasangannya sedangkan aku berjauhan" jawab Tya.


"Sabar sayang, semua indah pada waktunya" jawab mama Dita.


Cello hanya tertawa keras karena kakak sepupunya itu sudah terlalu bucin, padahal dulu dia paling cuek melihat orang dengan pasangannya.


"Aku salut sama kak Kenzo, berhasil membuat es batu meleleh" ucap Cello.


"Seperti bunda Dea, yang berhasil membuat ayah Davin bucin, padahal dulu dia keras bagaikan batu" lanjut Cello tertawa.


Tya hanya duduk di kursi, tidak lama dia mengajak Ema untuk jalan-jalan.


"Ema, kamu udah selesai bantu mama?" tanya Tya.


"Udah kak, ini tinggal beres-beres aja, emangnya kenapa kak?" tanya Ema kembali.


"Jalan yuk, bosan di rumah terus" jawab Tya.


"Boleh kak, tapi kita singgah di rumah aku dulu ya, soalnya aku belum mandi" ucap Ema.


"Tidak boleh, kalau kalian pergi aku ikut" sambung Cello.


Tya dan Ema saling melirik, karena Cello akan ikut juga.

__ADS_1


"Malas kalau kamu ikut, aku di abaikan lagi nantinya" jawab Tya.


Mama Dita dan Ema hanya diam melihat Tya dan Cello berdebat dan akhirnya mereka tidak jadi keluar jalan-jalan karena Cello tidak mau kalau tidak ikut juga dan akhirnya mereka hanya menghabiskan waktu di rumah mama Dita, karena sudah malam Ema pamit untuk pulang dengan di antar oleh Cello.


__ADS_2