
Kini Davin dan rombongan sudah tiba di rumah orang tua Dea, orang tua Dea dan juga tetangga mereka pada kaget melihat rombongan mobil-mobil mewah terparkir di halaman rumah mereka.
Dea belum langsung turun dari mobil, tapi Davin dan yang lainnya sudah pada keluar dari mobil, anak buah pak Cecep si juragan sapi, segara melapor ke pak Cecep kalau ada beberapa mobil mewah datang di rumah orang tua Dea.
"Selamat siang, maaf mengganggu apa kami bisa bertemu dengan orang tua Dea" tanya papa Lukman dengan sopan.
"Saya ibunya, kalian siapa dan urusan apa kalian sama anak durhaka itu" jawab ibunya Dea dengan judes.
"Apa kami bisa masuk ke dalam dulu, supaya kami menceritakan apa maksudnya dan tujuan kami ke sini" sambung ayah Romi.
Ayah Dea segara mempersilahkan mereka semua masuk kedalam rumah.
Dea juga turun dari mobil dan masuk juga ke dalam rumah.
Oh ternyata kamu datang membawa pahlawan yang bisa melindungi kamu, dasar anak tidak tau diri" ucap sang ibu tiri pada Dea.
"Sombong banget ini orang" batin Adit yang duduk di samping Davin.
Davin yang mendengar ucapan ibu tirinya Dea, sangat emosi tapi dia menahannya.
"Mulutnya mau di sobek kayaknya ini orang" batin Chua.
suasana dalam rumah sedikit mencekam karena ibu Dea sangat emosi saat melihat Dea masuk ke dalam rumah, sedangkan sang ayah hanya duduk diam di samping istrinya.
"Maaf ibu, tahan dulu emosi, dengarkan dulu penjelasan kami" lanjut papa Lukman yang duduk di samping mama Metha.
"Mau apa kalian sebenarnya ke sini, ada hubungan apa kalian dengan anak tidak tau diri ini" tanya ibu tiri Dea yang bernama Yati.
"Tujuan kami ke sini ingin melamar Dea untuk anak kami Davin" jawab papa Lukman dengan sopan.
"Tidak bisa, dia calon istri saya" jawab pak Cecep dari luar.
Semua orang langsung berbalik melihat asal suara itu, Dea semakin ketakutan karena pak Cecep juga hadir di rumahnya.
"Kamu tenang saja, percaya sama kami" bisik Davin pada Dea, Dea hanya mengangguk saja Davin langsung menggenggam tangan Dea agar Dea bisa tenang tidak takut.
"Maaf bapak siapa? kok datang langsung teriak-teriak begitu?" tanya ayah Romi.
__ADS_1
"Dia calon istri saya, saya sudah memberikan banyak uang pada ibunya agar saya bisa menikah dengan dia, tapi saat hari pernikahan kami tiba dia melarikan diri" jelas pak Cecep.
"Wajar lah dia melarikan diri, situ sudah tua, sedangkan Dea masih mudah cantik lagi" jawab Chua dengan nada mengejek.
Pak Cecep mau menarik paksa Dea dari tangan Davin tapi langsung di halangi oleh Adit.
"Maaf kakek silakan duduk dulu, kakek tau sopan kan?" tanya Adit.
Semuanya hanya tersenyum mendengar ucapan Adit, dan pak Cecep pun segera duduk.
"Begini ya kakek, kami ke sini untuk melamar Dea untuk di jadikan istri oleh adik saya Davin" jelas Adit.
"Emangnya pekerjaan dia apa, berani-beraninya dia mau menikahi Dea" tanya ibu Yati.
"Maaf ibu, saya memang hanya pegawai swasta, tapi kalau soal menafkahi Dea, saya masih sanggup" jelas Davin.
"Oh cuma pegawai swasta ya, saya sudah menjodohkan dia dengan pak Cecep karena dia juga seorang juragan sapi di kampung kami, dan pak Cecep juga sanggup membiayai kebutuhan kami" jawab ibu Yati.
"Dea tidak mau, Dea tidak mau menikah dengan orang yang sudah punya istri, apa lagi Dea mau di jadikan istri ke tiga" tolak Dea dengan tegas.
"Anak kurang ajar kamu ya, kamu mau makan apa kalau bersama dia" bentak ibunya pada Dea.
"Udah kamu tenang dulu ya nak, jangan terlalu emosi" ucap mama Metha menenangkan Dea.
Dea berani melawan karena ada Davin di samping, Davin selalu memberikan dukungan pada calon istrinya itu.
"Begini kalau ibu dan ayah tidak merestui hubungan kami, maaf kami tetap menikah dan saya juga walaupun hanya pegawai biasa tapi saya masih sanggup membiayai Dea" jelas Davin.
"Ayo sudah kita pulang, saya malas menghadapi mereka" ucap Dea pada yang lainnya.
"Ayah akan merestui kamu nak, asalkan kamu bahagia" ucap ayah Dea. akhirnya ayahnya angkat bicara.
"Terimakasih ayah sudah merestui kami" jawab Davin.
"Ayah apa-apaan kamu ini, dia kan kita sudah jodohkan dengan pak Cecep" ucap ibu Yati
"Hahaha berani-beraninya kau menjodohkan calon istriku padanya, kalau begitu bayar dulu utang mu pada saya sekarang juga" jelas pak Cecep.
__ADS_1
"Maaf pak, berikan kami kesempatan lagi, kami belum punya uang sebesar itu" ucap ibu Yati.
"Saya tidak mau, kalau kalian tidak memberikan Dea jadi istri saya, kalian harus bayar utang-utang kalian yang banyak itu.
"Emang utang mereka berapa?" tanya Adit dengan muka dinginnya karena sudah muak melihat orang-orang itu di hadapannya.
"Utang mereka sebesar seratus juta, apa kau sanggup membayar?" tanya pak Cecep meremehkan Adit.
Adit langsung menyuruh Chua mengambil cek di atas mobilnya. Chua segera keluar dan menuju mobil untuk mengambil cek,
"Silakan tulis sendiri di cek ini" ucap Adit pada pak Cecep.
Dengan senang hati, pak Cecep langsung menulis angka utang orang tua Dea.
Orang tua Dea hanya diam melihat itu, ibu tirinya Dea langsung tergiur melihat nilai uang yang pak Cecep tulis ke cek kosong itu.
"Silakan kakek pergi cairkan sendiri, dan mulai hari ini kakek sudah tidak ada urusan lagi dengan Dea" ucap Adit.
"Baik pak, tapi awas kalian menipu saya" ancam pak Cecep dan langsung keluar dari rumah.
"Saya juga merestui Dea tapi asalkan dia menikah dengan kamu" ucap ibu Yati menunjuk Adit dengan tidak ada rasa malunya.
"Maaf Tante, saya sudah punya istri, dan Tante jangan khawatir anak Tante tidak akan hidup susah kalau dia menikah dengan adik saya" jawab Adit dengan tegas.
Dea yang sudah mulai capek dengan tingkah ibu tirinya, meminta pada Davin segera pergi dari rumah itu. apa lagi sang ayah sudah memberikan dia restu.
"Ayah kami pulang dulu, nanti ayah datang kalau acara pernikahan kami ya, aku harap ayah bersedia menjadi wali saya" ucap Dea pada ayahnya.
"Ia nak, ayah pasti datang, dan kamu nak Davin aku titip Dea, ayah harap kamu tidak menyakiti dia, karena dia sudah banyak menderita selama mamanya meninggalkan" ucap sang ayah pada Davin dengan mata berkaca-kaca.
"Ia ayah, terimakasih sudah merestui kami, saya janji saya akan berusaha membahagiakan Dea" jawab Davin mantap.
Sedangkan ibu tiri Dea hanya diam dia tidak peduli dengan Dea, dan dia juga sudah mengeluarkan kata-kata kalau dia tidak akan pernah menghadiri pernikahan Dea nanti karena Dea menikah dengan orang biasa-biasa saja, tidak sesuai dengan kemauannya.
ππππ
Jangan lupa like dan komentar nya, sekalian bunga atau kopinya agar aku tidak mengantuk menulisππ€£.
__ADS_1
πΆπΆ Bersambung πΆπΆ