
Kini chaim dan Rere sudah tiba di bandar udara internasional Soekarno-Hatta, mereka tidak di jemput oleh siapa pun, mereka menumpangi taksi bandara ke apartemen mereka, di apartemen sudah ada mama dita dan mama Lia menunggu mereka.
Kedua sahabat menjadi besan ini, sudah menunggu mulai dari siang, mereka berdua juga sudah menyiapkan makanan kesukaan chaim dan Rere.
"Di apartemen sudah ada mama Lia dan mama Dita menunggu kita kak" ucap Rere pada suaminya.
"Ia sayang, mama Dita juga sudah memberitahu kan aku" jawab Chaim.
Hampir satu jam menempuh perjalanan dari bandara sampai apartemen, akhirnya mereka sampai juga, setelah menurunkan barang-barang dan membayar biaya taksi, mereka berdua langsung menuju lift untuk ke kamar mereka.
Tok.. tok.. tok.
Terdengar suara ketukan pintu apartemen, mama Dita langsung berlari menuju pintu untuk mengecek siapa yang datang.
"Akhirnya anak mama tiba juga" ucap mama Dita memeluk Rere.
Mama Lia yang mendengar suara mama Dita berteriak, akhirnya dia menyusul juga untuk melihat siapa yang datang.
"Selamat datang anak-anak ku" ucap mama Lia tidak mau kalah heboh sama mama Dita.
Mama Lia langsung memeluk Rere dan chaim, mereka berempat masih di pintu saling Peluk-pelukan.
"Kita nggak di ajak masuk ke dalam ni" ucap chaim.
"Aduh maaf nak, ayo masuk" ucap mama Dita.
Mereka berempat langsung menuju ruang tamu, mama Lia langsung menuju dapur mengambil minum untuk chaim dan Rere.
"Ayo minum dulu biar lega" ucap mama Lia.
"Terimakasih ma" jawab chaim dan Rere.
"Kalian hanya berdua? mana yang lainnya?" tanya chaim.
"Yang lainnya pada kerja, kalau kami berdua kan udah pensiun" jawab mama Dita dan di ia kan mama Lia.
Mereka berdua sangat kompak, seperti waktu mereka masih sama-sama kerja dulu, Lia dan Dita saling mendukung satu sama yang lainnya, tapi mereka tidak hanya berdua saja, Dita dan Lia masih mempunyai satu sahabat lagi yaitu Arman tapi mereka sudah tidak pernah saling menyapa, karena nomor kontak Arman sudah tidak bisa di hubungi.
__ADS_1
"Pasti kalian sudah lapar, ayo makan dulu kami udah memasak makanan favorit kalian" ucap mama Dita
"Kebetulan benget ni kami udah lapar, mama tau aja dan menyiapkan makanan favorit kita" jawab chaim dan langsung berdiri dan langsung menyusul ke dapur.
Mereka berempat akhirnya duduk dan menikmati makan siang yang di siapkan mama Dita dan mama Lia, Rere seperti biasa melayani suaminya terlebih dahulu, setelah semuanya siap barulah mereka makan tanpa ada yang bersuara.
Setelah makan chaim kedua mama nya langsung kembali ke ruang tamu, sedangkan Rere masih mencuci piring yang kotor, mama Dita dan mama Lia mau membantunya tapi Rere melarang mereka berdua.
Setelah membersihkan meja dan piring-piring kotor, Rere kembali bergabung dengan mereka bertiga, tidak lama akhirnya Rere membagi-bagikan oleh-oleh yang mereka bawa dari maldives, semuanya dapat bagian tidak ada yang terlupakan.
Karena sudah sore, akhirnya kedua mama mereka berpamitan pulang, mereka di jemput oleh sopir pribadi mama Dita, bukannya mama Dita tidak bisa menyetir mobil, tapi karena di larang oleh papa adit., makanya papa Adit menyiapkan sopir pribadi untuknya.
"Mama pulang dulu ya, soalnya pak Adi sudah menunggu di bawah" ucap mama Dita.
"Mama Lia juga pulang bersama mama?" tanya chaim pada mama nya.
"Ia sayang, soalnya kamu tadi datangnya barengan jadi harus pulang bareng juga" jawab mama Dita.
Mama Lia hanya tersenyum mendengar jawaban sahabat sekaligus besannya itu, yang memang mulai dari mudah sampai tua tidak pernah berubah.
"Ia hati-hati ma, salam buat papa" ucap chaim dan juga Rere.
"Ma, salam buat papa dan juga Cello ya" lanjut chaim.
"Ia sayang, nanti mama sampaikan, kami jalan dulu" jawab mama Dita dan langsung menuju keluar bersama mama Lia.
Mereka berdua langsung menuju parkiran di mana pak Adi menunggu mereka berdua, Dita dan Lia walaupun sudah umur tapi mereka masih kompak seperti waktu masih mudah dulu.
"Lia, Arman sekarang di mana ya, soalnya aku sering hubungi dia tapi nomor sudah tidak aktif lagi" ucap Dita di atas mobil.
"Aku juga nggak tau Dit, aku juga sama dengan kamu, padahal dia selalu menghibur kita, selalu menanyakan kabar tentang kita" jawab Lia.
Mereka berdua mengobrol mengingat waktu mereka masih bekerja, di mana di kantor mereka selalu bertengkar dengan si nenek lampir yaitu Siska, yang selalu iri pada Dita. mereka berdua bernostalgia kembali.
"Seandainya Arman tau kalau kita besanan pasti dia akan menertawakan kita" ucap Lia tersenyum.
"Ia, aku kangen dengan gaya kemayu nya itu, tapi biar begitu dia selalu membelah kita berdua" jawab Dita sedih, mengingat sahabat mereka yang satu itu.
__ADS_1
"Berdoa aja, semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu dengan dia, eh aku ingat pak Yohan kan sahabat suami kamu, coba tanya dia, siapa tau pak Yohan mengetuai Arman di mana" ucap Lia kembali.
"Ia betul Lia, kenapa aku lupa ya, nanti aku tanya mas Aditya dulu ya" jawab Dita.
Mereka asik mengobrol dan akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Lia.
"Terimakasih ya Dita, sudah mengantar aku sampai di rumah" ucap Lia sebelum turun dari mobil.
"Ia sama-sama, aku lanjut dulu ya, salam buat Rifky" jawab Dita.
"Ia pasti di sampaikan, salam juga buat Adit dan anak kamu Cello" ucap Lia.
Dan akhirnya Dita melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya, sedangkan Lia langsung masuk ke dalam rumah, saat mobil Dita sudah menjauh.
💕💕
Hari ini Ema sangat sibuk karena ada customernya yang meminta di jahit kan baju kebaya untuk pernikahan, Ema mulai membuat pola gambar, sesuai permintaan customernya.
Dan kalau sudah berhadapan dengan alat-alat gambarnya, Ema sudah melupakan semuanya, sampai makan pun terkadang dia lupa, untung di mempunyai karyawan yang sangat perhatian padanya.
Mereka lah yang selalu membawakan makanan untuk Ema ke dalam ruangannya, seperti hari ini setelah selesai bertemu dengan costumer nya dia tidak pernah keluar lagi dari dalam ruangannya.
Dengan sigap salah satu karyawannya membawakan dia kopi cappucino dan kue bolu kesukaan nya.
"Terimakasih Nia" ucap Ema pada karyawannya.
"Sama-sama mbak, jangan lupa di minum dan di makan ya, nanti mbak sakit lagi" ucap Nia dengan ramah.
"Siap pasti saya makan" jawab Ema.
Dan akhirnya Nia pamit keluar dari ruangan Ema, dan melanjutkan pekerjaannya, Ema langsung mengambil sepotong kue bolu yang di bawa Nia dan menikmatinya bersama dengan kopi cappucino.
💕💕💕
Ayoo kak di like dan komentar ya🙏🤗
Bersambung 🤗😘🌷
__ADS_1