
Abian sarapan pagi dilayani oleh mamanya,hari ini dia kemabli bekerja setelah kemarin,dia libur karena tiba-tiba dia merasakan sakit yang luar biasa.
Mamanya kembali mengambil nasi goreng buatannya,mungkin untuk dia makan juga,tiba-tiba ponsel mamanya berbunyi dan terlihat nama Retha,Abian mengerutkan keningnya,dia merasa ada yang aneh karena setau nya mamanya sudah mengusir Retha dari apertemenya beberapa Minggu yang lalu.
"Jam berapa nanti kamu pulang kantor?"
"Tidak tau ma.." Jawab Abian,dia masih merasa semuanya begitu aneh.Saat ingin menyantap sarapannya tiba-tiba ponsel mamanya kembali berbunyi,Abian pura-pura tidak melihat,Lilis langsung pergi meninggalkan Abian dan masuk ke kamar mandi,dia lupa menutup kamar mandi.
📞 Kenapa Retha,abian tenang saja dia sudah melupakan wanita kampung itu,aku sangat yakin sebentar lagi dia akan menerima kamu menjadi istrinya,siapa juga yang mau memiliki menantu seperti Tamara,dia hannya ingin mengincar harta kami saja,bayangan bahkan wanita miskin itu berani membawa mamanya yang miskin kesini aku mengusir mereka semua dari sini.
Abian mengepal tangannya,dia begitu marah dengan semua ucapan mamanya,akhirnya dia pergi meninggalkan apertemen nya dan berangkat menuju kantornya.
Abian mengabaikan semua kariawan yang menyapanya,mereka cukup kaget melihat Abian yang tidak biasa bersiap angkuh seperti itu.
"Leo,temani aku ke kampung istriku,ternyata mamaku mengusir mereka,bahkan mengusir mama mertuaku,aku cukup malu dengan semua kejadian ini kepada mama mertua." Ucap Abian,dia lalu keluar dari ruangan Leo dan berjalan menuju ruangannya.Leo mengikuti langkah tuannya,padahal hari ini mereka memiliki jadwal penting untuk bertemu klien.
" Tuan,harus kah hari ini,bukan kah hari ini kita akan bertemu klien penting?"
"Batalkan semua meeting hari ini,istri dan calon a anakku jauh lebih berharga dari segalanya,uang bisa di cari kapan saja." Ucap Leo.Dia akhirnya pamit dari ruangan abian lalu membatalkan semua jadwal tuannya hari ini dan dua hari ke depan,setelah itu,Abian memanggil sekretaris perusahan.
__ADS_1
"Iya tuan ada apa memanggilku?"
"Aku ada dinas keluarga kota selama tiga hari ini,jika ada yang mencari ku dan katakan saja aku dinas di luar kota sekali pun itu mamaku."
"Baik tuan,aku akan melaksanakan,permisi tuan." Ucap wanita itu.Setelah bersiap-siap mereka pergi ke kampung istrinya,dia merasa sangat malu dan kasihan kepada mertua dan istrinya di usir oleh mamanya sendiri.
"Entah sampai kapan mama mau menerima Tamara menjadi menantunya,padahal aku sangat mencintainya apalagi kepribadiannya yang begitu baik dan sopan serta sangat pengertian." Abian tidak merasa sungkan lagi untuk curhat di depan asistennya,biasanya dia jarang terbuka masalah pribadinya tapi tentang Tamara,jika dia ada waktu senggang dia selalu menceritakan tentang istrinya itu.
"Tuan kalau aku bisa kasih saran,lebih baik tuan terima saja tawaran mamanya tuan_
"Gila kamu,aku sudah menikah dan sebentar lagi punya anak,mana mungkin aku tega mengkhianati istri dan pernikahan ku." Jawab Abian memotong ucapan asistennya,menurutnya saran asistennya kali ini cukup tidak masuk akal.
Abian tampak memikirkan saran yang diberikan asistennya,ada baiknya juga dia melakukan itu,tapi dia tidak tega mengkhianati istrinya,apalagi di saat istrinya sedang hamil besar seperti itu.
***
Tamara sangat gelisah di kampungnya,semenjak dia kembali ke kampungnya,makan pun dia tidak selera bahkan tidur pun dia tidak bisa,dia selalu gelisah,memikirkan sesuatu yang tidak pasti.
"Tamara sayang,kamu sarapan dulu!! ibu tau pikiranmu nak,tapi ibu tidak tega melihat mu terus menerus termenung seperti itu,kamu harus makan,jika kamu tidak makan itu artinya kamu juga menyiksa bayi kamu,bagaimana kalau sampai nak abian tau_
__ADS_1
"Bu...Aku rasa Abian sudah melupakan aku buktinya sampai detik ini dia belum datang menemui mu,bagaimana ini bu..,aku takut bagaimana nasib anakku nanti." Ucap Tamara,dia menangis sesenggukan.
"Sudahlah kakak,aku rasa bang abian bukan pria seperti itu,dia pria yang sangat baik,aku yakin dia punya alasan kenapa sampai hari ini dia belum juga datang." Ucap Riski dia juga menghibur kakaknya yang tidak mau makan dari kemarin,dia hannya menghabiskan waktunya untuk termenung di depan jendela.
Pada saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba saja Dewi masuk kedalam rumah tanpa ijin membuat Rosa sangat marah atas sikap tetangganya yang tidak ada jeranya.
"Tamara suami mu yang kaya itu belum datang juga ya...Sayang sekali mungkin dia sudah menikah lagi,padahal ibumu sudah sangat bangga dengan menantunya itu, kamu pulang tanpa suami mu itu artinya suami mu sudah kawin lagi hahaha.."
" Biurrrrr......Pergi kamu dari rumah ini,dasar kompor dari mana kamu tau menantuku menikah lagi? Kamu mau dia memasukkan kamu ke penjara kamu tidak ingat Minggu lalu kamu memohon kepada menantuku untuk mengampuni mu,dasar tetangga gila,iri." Rosa tidak tahan mendengar cibiran Dewi akhirnya dia berjalan kebelakang lalu mengambil air satu ember dan menyiram Dewi hingga seluar lantai basah kuyup serta licin.
"Belagu banget kamu...Bilang saja anak mu sudah di buang menantu mu,jangan-jangan karena kalian datang menemuinya makanya seperti itu,makanya jangan mengemis terus sama anak,dasar orang tua benalu." Ucap Dewi lalu dia segera pergi dari rumah Rosa,dia cukup puas memaki Tamara dan juga mamanya.
"Lihat wajah di Rosa itu,dia terlihat seperti cacing kepanasan,puas sekali aku memakinya,aku yakin suaminya Tamara tidak akan datang lagi,lagian mana mungkin pria sehebat dan setampan itu seleranya Tamara,paling tidak seharusnya istinya itu anak gubernur." Ucap Dewi lalu masuk kedalam rumahnya dan mengunci pintu.
Tamara langsung masuk kedalam kamarnya,lalu menutup pintu dan tidur sambil menutup seluruh kepalanya,Rosa semakin kesal kepada Dewi karena sudah membuat anaknya semakin bad mood.
"Sudahlah sayang,jangan seperti itu,hubungi saja nomornya,biar kamu tanyakan kenapa dia tidak menghungi mu."Rosa berusaha keras untuk membujuknya,hingga Rosa akhirnya diam sendiri,dia memang sangat hapal dengan sikap Tamara dari kecil keras kepala tapi penuh tanggung jawab.
*** Bersambung***
__ADS_1