
Chaim yang langsung menemui keluarga yang ada di luar, mama Dita langsung berdiri dan memeluk Chaim.
"Selamat ya nak, akhirnya mama jadi oma" ucap mama Dita pada Chaim.
"Ia ma, selamat ya ma" jawab Chaim.
Chaim langsung memeluk mama mertuanya, papa mertuanya dan juga papa Adit dan Cello, Chaim menerima selamat dari mereka.
"Yang harus di berikan selamat mama atau kak Chaim?" tanya Cello.
"Dua-duanya nak, karena kakak kamu udah jadi bapak dan mama udah jadi Oma" jawab mama Dita tidak mau kalah.
"Bagai mana keadaan Rere nak?" tanya mama Lia.
"Rere sehat ma, bayi nya juga sehat dan cantik, aku mau kembali masuk dulu karena beby nya lagi di mandiin" ucap Chaim pamit ke pada mereka.
Tidak lama keluarga besar Chaim datang, setelah mendapat kabar dari papa Adit.
"Cucu saya di mana Adit?" tanya oma Metha.
"Masih di ruang bersalin, sedikit lagi di pindahkan ke ruang perawatan" jawab Adit.
"Rere dan anaknya bagai mana?" sambung oma Astrid.
"Dua-duanya sehat ma, cicit kalian cewek" jawab Adit kembali.
Oma Metha langsung sujud syukur karena masih di perbolehkan melihat cicitnya lahir ke dunia, opa Lukman langsung memeluk sang istri yang sujud syukur sambil menangis.
__ADS_1
"Harus bersyukur pa, karena kita masih diberikan umur panjang dan masih bisa melihat cici kita" ucap oma Metha.
Tidak lama pintu kamar bersalin terbuka, Rere yang di dorong untuk di pindahkan ke ruang pemulihan, semuanya langsung mengikuti Rere dari belakang, karena mereka tidak sabar ingin melihat bayi mungil dan cantik yang lagi di gendong oleh suster, sedangkan Chaim tetap berada di samping istrinya dan ikut membantu suster mendorong tempat tidur yang di tempati oleh Rere.
Sesampainya di dalam kamar, adik bayi langsung di tidurkan di dalam box khusus untuknya.
"Waa perpaduan mama dan papa nya ya" ucap mama Dita.
"Ia lah ma, masa perpaduan dengan tetangga" jawab Cello dan langsung mendapatkan pukulan dari oma Astrid.
"Anak ini asal ngomong saja" ucap oma Astrid sedikit marah pada Cello.
"Emang benar oma, kan mama yang ngomong gitu makanya aku jawab" elak Cello.
Semuanya hanya tertawa mendengar perdebatan Cello dan oma Astrid.
"Udah nanti adiknya bangun" tegur mama Dita.
"Bagai mana perasaan kamu nak?" tanya oma Metha pada Rere.
"Tinggal pemulihan oma, semuanya berjalan dengan lancar dan akhirnya aku bisa melahirkan dengan normal" jawab Rere.
"Ia sih tapi lihat tangan aku jadi korban keganasan kamu, sampai sekarang masih peri karena kukuh-kukuh kamu yang panjang itu" ucap Chaim sambil memperlihatkan tangannya yang penuh dengan bekas cakaran Rere.
Mereka asik mengobrol sambil tertawa dan akhirnya mama Lia menghampiri mereka bertiga.
"Selamat buat nak, akhirnya kamu udah jadi ibu juga, maaf mama baru samperin karena masih gemas dengan anak kamu yang imut itu" ucap mama Lia.
__ADS_1
"Terimakasih ma, akhirnya aku merasakan apa yang mama rasakan juga dulu waktu melahirkan aku" jawab Rere dan langsung memeluk mamanya.
"Ia sayang, sekali lagi selamat ya" ucap mama Lia dan langsung melepaskan pelukannya pada Rere.
Suasana ruang perawatan Rere sangat ramai, tapi bayi mungil itu enteng saja dengan tidurnya, dia tidak merasa terganggu sedikit pun.
Tya yang belum sempat ke rumah sakit melihat ponakannya yang baru lahir, karena hari ini dia kaan bertemu dengan kliennya, dua menggantikan ayah Davin yah sudah berada di rumah sakit bersama dengan bunda Dea.
Tya yang tidak tau dia akan bertemu dengan siapa, karena dia hanya menggantikan ayahnya, saat sampai di sebuah restoran yang di sebut oleh ayah nya, dia langsung menuju ruang VIP untuk bertemu dengan klien nya.
"Permisi nona, apa nona Tya" tanya seorang laki-laki yang sudah berdiri di depan pintu masuk.
"Ia saya Tya" jawab Tya sedikit ragu.
"Silakan masuk nona, anda sudah di tunggu di dalam" jawab laki-laki itu sambil membuka pintu untuk Tya.
Tya langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dan hanya mendapati laki-laki yang lagi membelakangi pintu.
"Permisi tuan, maaf saya terlambat" ucap Tya sedikit gugup.
"Kamu tau, kamu telat sepuluh menit dan asal kamu tau saya tidak suka menunggu" ucapnya lagi.
"Ma... maaf tuan, saya betul-betul minta maaf atas keterlambatan saya" ucap Tya semakin gugup.
Laki-laki itu hanya tersenyum mendengar suara Tya yang semakin gugup, dia sebenarnya tidak tega nge prank Tya sampai gugup begini.
💕💕
__ADS_1
Jangan lupa dukungan ya kak, lewat like dan komentar nya🙏🙏 terimakasih 🙏🤗
Bersambung 🙏🙏🙏