
Senin pagi Allea menjalani kegiatan paginya layaknya seorang istri namun tetap saja Bram tak menyentuh sarapan buatan Allea ia lebih meminum kopi di bandingkan sarapan.
"Lea, gue balik telat hari ini" Bram membetulkan dasinya.
"iya" Allea menjawab singkat sembari membereskan makanan di meja makan pagi itu mereka keluar dan melakukan aktifitas masing-masing sesampinya di kampus Allea mendapatkan tugas memasak dan membuat kue khas natal.
"Lea, lo bikin kue atau masakan?" tanya Maria.
"natal yaa??" Allea terdiam dan mulai berfikir
"fruit cake ajah di tabur gula halus.. heheh" Allea tertawa karena kue itu sangat biasa sekali.
"yaa klo lu mau bikin rasanya jadi beda ga apa-apa Lea, coba ajah" Maria memberi masukan ke Allea.
"okelah gue coba" Allea menerima tantangan itu tak lama kemudian ponsel Allea berdering.
"halo...mas Wisnu" ternyata yang menelepon Allea adalah Wisnu kaka angkat Allea.
"Lea, bisa ketemuan gak, mas mau ngomong sesuatu nih" ajak Wisnu ke Allea.
"oke bisa mas mau ketemuan di mana?" tanya Allea kembali.
"cafe olivia yaa.." pinta Wisnu.
"oke.. tapi jam 4 ya gak bisa sekarang !" pinta Allea ke Wisnu.
"iyaa iyaa atur ajah" Wisnu menyerahkan waktu pertemuan ke Allea.
Jam 4 sore pun tiba, Allea dan Wisnu sudah bertemu di cafe olivia.
"llea mas mau pamit.. !" Wisnu membuka percakapan mereka.
"haah.. mas mau kemana??" Allea tampak terkejut mendengar nya.
"mas di tugaskan di medan dan mungkin akan lama di medan. mas titip pesen kalo kamu ada kesulitan hubungi ka Jihan dan kabari mas." Wisnu meminta dengan sangat.
__ADS_1
"heumm iya mas iyaa, mas masih khawatir yaa sama mas Bram" Allea melirik seraya menggoda Wisnu.
"hhhhhmmmmm..." Wisnu menarik nafas panjang.
"sejujurnya iya mas khawatir terakhir mas lihat kamu nikah sama Bram sepertinya Bram gak menerima kamu di hatinya pandangnnya beda Allea..!" Wisnu mencoba menceritakan apa yang ia lihat dan ia rasakan tentang Bram.
"makasih yaa mas mau peduli dan perhatian ke Allea tapi mas Bram baik ko." Allea mencoba menyakinkan Wisnu akan tabiat Bram.
"yaudah kalo menurut mu dia baik mas ga bisa ngomong apa-apa lagi" Wisnu tersenyum manis ke Allea, ketika mereka sedang asyik di dalam cafe, tanpa Allea sadari ada seseorang melihat Allea dan Wisnu di dalam cafe
"pak.. pak..maaf itu bukan nya ibu allea"vtunjuk Ujang salah satu supir pribadi Bram di kantor.
Bram menoleh dan melihat dengan seksama.
"iyaa itu Allea sama siapa dia, ketawa ketiwi gak tau malu apa dia ga mikir udah punya suami" bisik hati Bram wajahnya terlihat kesal Bram mengeluarkan ponselnya.
"halo allea.. lo dimana" tanya Bram saat itu.
"ahh heumm aku lagi di toko kue mas.. kenapa ?" tanya Allea, Allea menjawab dengan hati hati.
"pulang jam berapa nanti gue jemput!" suara Bram agak kesal.
"badung.. boongin suami bilangnya lagi beli bahan kue padahal lagi ngobrol di cafe sama cowok laen." bisik hati Bram dan ia tersenyum licik.
"mang ujang anter saya ke apartemen ajah saya mau pulang" pinta Bram.
"ohh iyaa pak, bu Allea ga sekalian ?" tanya mang Ujang.
"ga usah tinggalin ajah" Bram menyuruh Ujang untuk meninggalkan Allea
Sepulangnya dari cafe Allea segera mencari toko bahan kue, ia melirik jam di tangannya.
"jam 6, apa telepon mas ajah yaa" Allea mengeluarkan ponselnya ia mencoba menelepon Bram.
"halo mas.. mau jemput jam brapa?" tanya Allea ke Bram.
__ADS_1
"iyaa sebentar gue masih meeting" sahut Bram.
"ywdh aku di toko bahan kue nyonya lim yaa mas" Allea mencoba memberikan lokasinya saat ini jam menunjukan pukul 7 malam namun Bram belum juga datang sedang di luar hujan sangat deras dan Allea tak membawa payung saat itu sudah pukul 08.00 malam Allea terpaksa hujan hujanan untuk pulang ke apartemen karena ia ingat tugas ini di kumpulkan esok hari.
Sesampainya di apartemen betapa terkejutnya Allea ia mendapati Bram yang sudah di rumah dengan baju bersih dan secangkir kopi sedang kan Allea pulang dengan keadaan basah kuyup hanya menunggu Bram menjemput.
"duh Allea lu bodoh banget mana mungkin Bram mau jemput, elo ini ga di anggap Allea..! sadar dong Allea" Allea berbicara ke diri sendiri, Allea masuk dengan badan basah kuyup.
"loh Lea ko hujan-hujanan" tanya Bram dengan wajah tanpa dosa. Allea hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Bram.
"ohh iyaa Allea maaf yaa gue lupa tadi gue janji jemput lo ya, gue malah balik, maaf ya" Bram kembali berbicara namun Allea masih diam Allea masuk ke kamarnya segera mengeringkan badannya yang basah dan segera ia pergi ke toilet untuk mandi melihat Allea yang lewat di hadapannya Bram hanya diam tak mengucapkan maaf.
"udahlah Allea jangan harepin apa-apa dari Bram." allea mulai membasahi tubuhnya dengn air hangat.
Setelah selesai mandi, Allea langsung berganti pakain dan mulai membuat kue nya.
"heumm wangi amat" bisik hati braym saat mencium aroma cake yang di buat Allea.
Allea hanya terdiam tak berbicara sedikitpun setelah selesai di hias kue nya menjadi cantik dengan nuansa natal, ia pun memfotonya dan ia bergerak menuju layar komputernya yang ia beli beberapa hari yang lalu.
"heumm, gue baru sadar ada PC baru! udah mulai shoping rupanya" bisik hati Bram. Allea sibuk membuat deskripsi dan resep untuk di kirim ke email chef christ, tak lama kemudian ponsel allea berdering.
📲
"haloo maria?"
"Lea, lo udah kirim email belom kok gue check di story IG nya cheft Chris cuma punya elu doang yang gak ada" Maria mulai panik
"gue baru bikin, gue baru balik, tadi keujanan di toko bahan kue" sahut Allea
"ya ampun Allea terus udah beres??" tanya Maria kembali.
"udah kok tinggal di kirim ke cheft Chris!" Allea menjawab datar
Bram yang sedari menonton tv mendengar percakapan Allea dan Maria.
__ADS_1
"ouh, dia punya tugas kampus, jahat banget sih gue maenin anak orang lagian sih bikin suami kesel, seenak nya ajah ketemuan sama cwok laen" bram melirik Allea,
Setelah selesai Allea segera mengemas kue nya ke kotak cantik untuk di bawa besok ke kampus untuk penilaian secara real. Bram hanya diam melihat Allea yang sedari tadi diam dan meninggalkannya mengacuhkannya.