
sepulangnya Allea dari rumah sakit Allea tak bicara sepatah katapun ia hanya mendiamkan Bram, hanya air mata yang terus mengalir sesampinya di apartemen Bram terus menggandeng erat tangan allea namun berkali kali juga allea menepis genggaman tangan bram.
"llea.. kenapp kamu masuk ke kamar yang itu" ucap Bram,
Allea hanya menoleh dan memandang sinis ke Bram dan Allea masuk meninggalkan Bram yang diam mematung di depan kamar Allea
"jjeedderrrr" Allea membanting pintu kamar nya dengan keras dan menguncinya.
"hhaaah..... seperti nya kali ini Allea akan benar-benar akan meminta cerai "fikir Bram saat itu.
"tok..tok...toook.. llea..??" Bram mengetuk pintu kamar Allea berkali-kali namun tak da jawaban dari allea, Allea hanya menangis. air matanya sudah membanjiri bantalnya.
"ya allah... kenapa harus terjadi lagi jadi selama ini mas bohong, ternyata dia masih ada hubungan dengan Celine, mas tega banget" Allea terus menangis ia bangun dari duduknya ia ambil sesuatu dari tas nya.
ia mengeluarkan test pack yg bertanda positif yang rencana hari ini akan ia berikan pada Bram sebagai kejutan justru malah allea yg dikejutkan oleh Bram dengan keberadaan celine.
"maafin bunda nak....bunda harus sembunyikan kamu dulu sampai perceraian selesai, bunda yang akan jaga kamu tanpa ayahmu, bunda yang akan membesar kanmu sendiri.." air mata Allea kembali jatuh ia memegang perut nya.. suaranya berbisik lirih menandakan rasa sakit yg amat sangat.
malam harinya Allea tetap tak keluar kamar bahkan ia tak makan dan minum.
"Allea... ayoo kamu makan dulu..allea ayoo keluar kita bicarakan ini semuanya Allea ayoo donk pleease Allea" pinta Bram ia terus-menerus mengetuk kamar allea.
"lea jangan bikin aku emosi juga yaa. aku mau jelasin kamu ga mau dengerin aku.. sekarang kamu ngurung diri begini untuk apa?? apa masalah kita selesai?? gak kan..?" jelas Bram
"aku ga mau denger penjelasn apapun dari mas.. udah cukup aku sakit begini "allea berbicara lirih di kamar.
"allea klo kamu terus begini maaf aku harus ambil keputusn" Bram bicara sedikit meninggi
"braaaak...." Bram mendobrak pintu kamar Allea, di dapati nya Allea yang duduk di pojokan kamar sembari memeluk kedua kakinya dan menangis terisak, Bram berjalan menghampiri Allea dan duduk di hadapan Allea
"Allea.. dengerin penjelasan aku dulu pleease!!" pinta Bram dengan sangat Allea memejamkan matanya dan menutup kedua telinganya dengan kedua telapak tangannya ,
"hhhhhhaaaaahhh" Bram menarik nafas panjang.
"mau kamu apa Allea.. aku tau aku salah tapi ada sesuatu yang ga ga kamu tau.." jelas Bram, Allea hanya diam dan malah terus menekan telinganya ia enggan mendengar penjelasan Bram
bram mencoba memeluk Allea namun allea mendorong kuat kuat tubuh bram dan menangis tersedu-sedu
"pergi...!! pergi!!!"Allea mengusir bram dengan suara tangis pilu,namun Bram masih tetap mencoba memeluk Allea
"aku mau cerai ajah mas.. aku ga mau kayak gini...." suara Allea bergetar menahan tangis nya.
"kamu harus dengerin aku dulu"
"dengerin apa.. dengerin alasan kamu deket ama celine alasan kenapa kamu meluk dia alasan kenapa kamu ngeduain aku..apaa? apaa? alasan aapa.. jadi selama ini mas kemarin berubah ga pernah pulang gara gara celine?? apaa? apaaa yang mau kamu jelasin aku ga peduli aku gak mau tau." wajah Allea basah dipenuhi air mata, ia berbicara sembari mendekati wajahnya ke Bram seolah menantang dan menatap Bram sinis ,bram hanya diam memandang wajah Allea
"kok diem..? kesalahan terbesar aku ialah aku luluh sama kamu cinta mati sama kamu, nerima kamu balik dan kita dulu ga jadi cerai.." allea semakin menyudut kan Bram
"sekarng kamu nanya mau aku apa mau aku kita cerai.. biar sama sama nyaman. kamu ga usah mikirin hati aku ga usah mikirin perasaan aku gak usaaah mas....!ga usaah..!!" air mata Allea membanjiri pipinya keadaan saat itu sangat kacau.
"aku tau kamu nikahin aku awalnya karena manfaatin aku buat cairin dana yang papi bekuin kan aku tau mas.. aku tau semuanya..kenapa di saat aku nyaman sama mas mas giniin akuu ..."Allea menunjuk dadanya dengen emosi.
"jahaat bgt mas... sumpaahh kamu jahat banget..."Allea menangis sejadi jadinya , Bram tertunduk ia pun menangis mendengar perkataan Allea
"mas sekarang udah enak dana udah milik mas semuanya, usaha mas maju pesat tender dimana mana..jadi ga masalah kan aa..aaku... cerai dari mas.. gak...a.. apa..apaa khaaan.." suara Allea mulai terbata.
__ADS_1
"llea sejelek itukah pandangn kamu ke aku suami ini..hah..!!"Bram menatap Allea air mata Bram pun menetes.
"buruk sekali aku di mata kamu ya.."
"okee kalau kamu mau kita cerai.. okee.. tapi besok tolong ikut aku dulu, sepulangnya terserah kamu mau langsung kita pisah pun aku terima aku antar kamu ke rumah mama karena aku yang dulu menjemput mu untuk menjadi istriku dan aku juga yang akan kembalikan kamu ke orang tuamu aku ga akan nyalahin kamu Allea karena ini salahku .aku yang akan jujur pada orang tuamu bila ini semua keinginan mu" Bram berbicara terisak ia sudah pasrah akan keputusan Allea karena ia Allea' tak mau mendengarkan penjelasan bram, malam itu Allea dan Bram tidur terpisah.
pagi harinya Allea masih tetap di kamar Bram membawakan roti bakar dan susu hangat untuk allea,ia menaruh sarapan itu di meja.
"llea sarapan dulu.. kamu harus makan kita" pinta Bram ia membelai rambut Allea namun dengan cepat Allea menepisnya, Bram terdiam menatap allea dan ia pun kembali keluar dan duduk di balkon, ponsel Bram berdering berkali kali
📲
"yaa celine ada apa"
"bram ini udah jam berapa kenapa kamu belom datang sih" Celine terdengar panik.
"maaf.. kali ini aku bener2 minta maaf aku ga bisa Celine aku ga bisa kesana ...maaf... urusan ku dengan allea belom selesai"jelas Bram
"apaa..!! brengsek kamu Bram jahat kamu aku mau kamu, pliiss.. aku tetap tunggu kamu ini hari bahagia kita Bram mana janji kamu.. mana....??" desak Celine
"maaf...aku khawatir akan allea."
"yaa. allea terus ajah allea.. ak gak mau tau kamu harus datang titik...!!!" celine menutup telponnya nya jam 3 sore allea masih berdiam diri di kamarnya tiba tiba Bram masuk menghampiri allea
"llea.. ayoo kamu bersiap,kamu pakai ini "pinta Bram seraya menyodorkan kotak berisi gaun.
"ga .. untuk apa aku ikuti keinginan mas"ketus allea.
"ck..allea nurut sedikit ,kamu mau secepatnya kita pisah kan.. ??"ajak bram ketika bram sedang bicara dengan allea tiba-tiba ada seseorang menekan bel kediaman bram,bram pun langsung membuka pintu dam menyuruh mereka masuk.
"tolong ikuti dulu,dan aku akan bersiap."Bram keluar dari kamar allea dan ia pun bersiap,sekitar pukul 4 sore Bram sudah rapih dengan memakai stelan jas yang diberikan oleh celine Bram terlihat gagah sore itu tak lama allea keluar dari kamarnya sudah mamakai gaun yang di berikan oleh Bram dan ber-make up sangat cantik namun sayang mata allea masih terlihat sembab.
"makasih yaa mbk" ucap Bram pada mbak yg sudah mendandani allea.
"iyaa pak bram sama sama"si mbk itu pun segera pamit untuk kembali bekerja.
"ayoo allea."Bram mencoba mengandeng tangan allea.
namun allea menepis genggaman Bram, allea berjalan lebih dulu, Bram hanya diam memandangi allea,di perjalanan pun allea dan bram tetap terdiam tak da yg berbicara sekitar pukul 6.30 malam bram telah sampai hotel bintang 5
"untuk apa mas bawa aku ke sini"bisik hati allea,bram membuka kan pintu untuk allea.dan ia hendak menggandeng allea namun lagi lagi allea menolaknya..bram pun menyerah ia jalan di samping allea tanpa menggengam tangan isteri nya itu sesampai di cek point.salah satu tim keamanan menghampiri Bram.
"maaf apa anda pak Abraham??" tanya lelaki itu
"iyaa betul"jawab Bram
"ohh silahkan pak anda di tunggu di ruang tunggu pengantin.
"oohh iyaa.."Bram mengikuti lelaki itu dan allea pun mengikuti bram dari belakang wajahnya masih terlihat murung.
allea dan bram dibawa ke ruangan yg cukup luas dengn pintu yg cukup tinggi dan besar Bram masuk lebih dulu lalu allea mengikuti. dari jauh allea melihat wanita dengan tinggi semampai membelakangi Bram dan allea ia sibuk membetulkan gaunnya yg terlihat mewah.
"braaam... allea..."akhirnya kalian datang juga..senyum wanita itu dengan sumringah.
"Celine...???"bisik allea ,allea memandang ke Celine dan menoleh ke Bram, Bram menoleh ke allea ia hanya senyum manis ke allea
__ADS_1
.
"haiii... syukurlah akhirnya kalian datang juga..hai allea..maaf yaa aku udah bikin gaduh rumah tangga klian kemarin "Celine memeluk allea yang terlihat bingung.
"braam...."sapa seorang laki laki bertubuh besar kekar menghampiri Bram bersalaman dan memeluk Bram
"andreas..,selamat broo sorry pemberkatan tadi pagi gue ga bisa hadir"ucap Bram
"its ok.. ga apa-apa yang penting resepsi nikah gue lu datang,oh yaa inii..?"Andreas menunjuk ke allea,
allea hanya tersenyum ketir Bram memandang allea dan berdiri di belakang allea kemudian memeluk nya..
"ini istri gue allea putri Ghassani" Bram memeluk allea erat, allea masih tersenyum ketir.
"apa maksd semua ini.. ya allah apa aku salah sangka pada mas bram apa ini yg ingin ia jelaskan "bisik hati allea.
"allea kenalin ini Andreas suami celine" Bram memeperkenalkan Andreas ke ke allea.
"allea,," allea bersalaman dengan Andreas
"Andreas..,ooww jadi ini toh yang namanya allea,bperempuan luar biasa yang bisa menaklukkan hati bram, waah beruntung lo bram,cantiik banget istri lo.."puji Andreas.
"ckk. terus aku ga cantik"celine mencubit suaminya itu.
"kamu lebiiih lebiih lebiihh cantik"Andreas mencium pipi celine.
"oia bram thanks yaa gue ga tau klo ga da lo, gue yg nikah lo sibuk ngurusin semuanya,"jelas Andreas
"sampe alleanya di cuekin ya.. "Andreas meledek allea
"hhaha sama sama broo.. gue seneng bisa bantu kalian berdua"jawab bram dengan senyum tersungging di bibirnya,allea memandang lekat bram malam itu ia bingung akan berkata apa., ternyata apa yang difikirkan oleh allea itu semuanya salah total
"allea kita duduk di sana yuk"ajak Celine.
"ahh ...hmmm"allea menoleh ke bram
"sudah duduk di sana ya ." Bram menyuruh allea duduk bersama celine
"heum allea aku minta maaf klo aku bikin kmu salah faham..heum mungkin kamu kaget ko kenpa Bram terlibat dalam pernikahan ku dan andreas, aku dan andreas di kenalkan oleh bram ,sebelumnya aku hampir menikah dengan arya tapi dia ninggalin aku satu minggu kita mau menikah ia pergi dengan cewek lain,lalu aku depresi dan akhirnya bram yang mengurus ku ,ia bawa aku ke panti rehabilitasi,menjaga oma.membiayai hidup oma selama aku di rehabilitasi, ck..aku malu sebenarnya aku masih merepotkan Bram, perlahan sakitku sembuh dan aku mulai melangkah pada akhirnya aku bertemu Andreas berkat bram, dia teman SMU Bram dan sekarang ia seorang prajurit TNI AU sebulan kita mau menikah Andreas ada tugas negara dan ia tak da waktu mengurus semuanya aku bersyukur ada Bram,yang mau membantu ku "Celine menjelaskan panjang lebar
"lalu kenapa kalian ga jujur sama aku"tanya allea
"karena aku tau kamu benci sama aku ,asal kamu tau allea, Bram ga akan pernah bisa memilikiku, karena hatinya,cintanya cuma buat kamu,dia sangat mencintaimu allea hidupnya hanya untuk kamu,dan kamu tau kenapa dulu aku dan bram ga bisa bersatu??" tanya celine.
"karena terhambat restu mami papi??" jawab allea
"no..no noo..heumm keyakinan kita berbeda allea,dan itu sudah menjadi prinsip kita.. aku atau bram hanya ingin menikah dengan pasangan yang mempunyai keyakinan yang sama" jelas Celine seraya tersenyum.
"tolong jaga baik baik bram,cintai dia. sayangi dia. jangan pernah tinggalin bram dalam keadaan apapun, Bram lelaki baik kamu beruntung dapet in bram, setiap kami bertemu ia sellau membicarakan kamu,ia terlihat bahagia ketika menyebutkan namamu."celine tersenyum allea menoleh ke bram yang sedang berbicara dengan asyiknya bersama Andreas, bulir air matanya mulai menetes,ia pandangi wajah bram lekat lekat.
"ya allah.. ak merasa di sakiti tapi ternyata ia yang aku sakiti...mas.. seandainya mas jujur aku gak akan memarahi dan emosi sama mas..."bisik hati allea malam itu dalam hati
fikiran nya berkecamuk berbagai perasaan allea terus memandangi bram,ia melihat senyum dan tawa bram seketika ada perasaan menyesal dalam diri allea karena ia sudah terlanjur memandang jelek ke bram.
celine memandangi wajah allea.lalu celine meraih tangan allea dan menggenggam erat tangan allea.
__ADS_1
"kamu harus bahagia allea..pria itu sangat mencintaimu."celine pun ikut memandang ke arah bram,tak terasa air mata allea mulai menetes membasahi pipinya ia teringat akan perkataannya dan sumpah serapah yang ia lontarkan ke bram kemarin hingga tadi siang.