
"Chaim... mama mau ngomong tapi kamu jangan marah ya sama mama" ucap mama Dita saat mereka lagi sarapan pagi.
"Mau ngomong apa? kenapa aku harus marah?" tanya Chaim sedikit bingung.
"Begini, mama ingin menjodohkan kamu dengan Rere" jawab mama Dita hati-hati.
Sedangkan papa Adit dan Cello hanya menjadi pendengar setia, mereka penasaran apa jawaban Chaim.
"Dari mama dan papa aja, Chaim percaya dengan pilihan mama" jawab Chaim.
Mama Dita sedikit kaget dengan jawaban Chaim, tapi tidak bisa di pungkiri mama Dita juga sangat bahagia.
"Emangnya mama udah sampaikan pada orang tua kak Rere?" tanya Cello.
"Belum sih, tapi nanti mama ketemu langsung dengan tante Lia" jawab mama Dita semangat.
"Ya terserah mama, tapi kalau mereka tidak mau bagai mana?" tanya papa Adit kembali.
Mama Dita hanya tertawa memamerkan giginya yang putih dan rata. sedangkan Chaim hanya geleng-geleng kepala melihat mamanya.
"Tenang saja, serahkan semuanya sama mama" jawab mama Dita.
"Chaim berangkat dulu, Chaim udah terlambat" ucap Chaim pamit pada kedua orang tuanya serta adiknya.
Setelah pamit Chaim langsung meninggalkan rumah menuju kantornya, begitu juga dengan papa Adit dan Cello.
Mama Dita yang menghubungi sahabatnya Lia untuk bertemu, mama Dita tidak pergi sendirian tapi di temani oleh adiknya bunda Dea, setelah janjian sama Lia, dan sudah menentukan mereka bertemu di mana, mereka akan bertemu saat makan siang sekalian makan siang bersama.
Dita menceritakan semuanya pada Dea, itu membuat Dea sedikit kaget karena tidak ada penolakan dari Chaim.
"Apa dia memang menyukai cewek itu? kok dia tidak menolaknya?" ucap bunda Dea.
"Na itu yang membuat aku bingung juga, padahal aku sudah was-was pasti dia menolaknya" jawab Dita.
"Ah aku jadi penasaran sama cewek itu" ucap Dea kembali.
Mereka berdua akhirnya menuju cafe tempat mereka janjian dengan Lia, sesampainya di tempat janjian, Dita dan Dea langsung mencari tempat yang nyaman untuk mengobrol.
Tidak lama Lia akhirnya muncul, Dita langsung melambaikan tangannya kepada Lia, Lia langsung menghampiri mereka.
"Maaf ya aku terlambat" ucap Lia pada Dita dan Dea.
"Tidak apa-apa kami juga baru tiba kok, kenalkan ini adik aku" ucap Dita memperkenalkan Dea pada Lia.
Lia yang sedikit bingung dengan Dita, karena setau Lia kalau Dita itu anak terakhir.
__ADS_1
"Adik ipar aku, tidak usah bingung gitu juga kali" jelas Dita.
"Maaf ya, aku Lia" ucap Lia sambil berjabat tangan dengan Dea.
"Ia samat, aku Dea salam kenal" jawab Dea.
Mereka bertiga akhirnya duduk dan Dita langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan, setelah memesan makanan, mereka bertiga lanjut mengobrol.
"Ada apa? kok tiba-tiba menghubungi aku untuk ketemuan?" tanya Lia penasaran.
"Penasaran ya?" goda Dita padanya.
"Ya udah kalau begitu aku pulang aja deh" jawab Lia bercanda.
Mereka bertiga kembali tertawa, ya Dita dan Lia udah biasa saling mengejek, apa lagi kalau ada arman, pasti akan menjadi korban Dita dan Lia.
"Begini Lia, aku ada niat mau jodoh kan anak aku dengan anak kamu" ucap Dita serius.
"Apa? jodohkan?" tanya Lia kaget.
"Ia, apa kamu setuju, kita kan sudah saling mengenal satu sama lainnya" lanjut Dita.
"Bagai mana ya, kalau aku tidak masalah yang penting anak-anak setuju dan bahagia itu yang aku utamakan" jawab Lia.
"Kalau Chaim sih setuju-setuju aja, tinggal dari Rere aja, apa dia mau atau tidak" jawab Dita.
"Ia, kita tidak boleh memaksa karena anak-anak kita yang mau jalani" lanjut Dea.
Mereka masih asik mengobrol tiba-tiba mata Dea melihat seseorang, ya siapa lagi kalau bukan Cello.
"Mbak itu sana bukan anak bujang mu?" ucap Dea pada Dita.
"Mana?" tanya Dita sambil mencari-cari.
"Itu bersama wanita yang pakai baju kurang benang" tunjuk Dea.
Dita hanya geleng-geleng Kepala melihat anak keduanya itu, karena mereka bertiga sudah selesai makan dan membahas rencana mereka, akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pulang.
Tapi mama Dita langsung menghampiri Cello yang lagi asik makan siang bersama Anggi.
"Enak betul makanannya sampai tidak melihat mama" ucap mama Dita pada Cello.
"Mama? mama dengan siapa?" tanya Cello.
"Dengan bunda sayang dan juga tante Lia" ucap bunda Dea tiba-tiba berdiri di samping mama dita.
__ADS_1
Cello langsung salah tingkah karena kepergok dengan wanita yang berbeda lagi.
"Siapa lagi dia? baru lagi? aduh bunda udah bosan sebentar- sebentar di ganti" ucap bunda Dea menyinggung Cello.
Anggi langsung menatap bunda Dea dengan tidak suka, hal itu bisa di lihat dari raut wajah Anggi.
"Lanjut ya, mama balik dulu" ucap mama Dita dan langsung meninggalkan Cello dan Anggi.
Bunda Dea dan mama Lia langsung menyusul mama Dita yang sudah duluan jalan keluar cafe, dan bukan hanya mereka bertiga yang melihat Cello dan wanita lain, tapi Ema juga melihatnya, kebetulan Ema lagi bertemu dengan customer nya.
Tapi Ema tidak terlalu ambil pusing, karena dia juga hanya menganggap Cello sebagai temannya.
Berbeda dengan Cello yang memilih makan siang bersama seorang wanita, Chaim malah memilih makan siang bersama adik-adik sepupunya, yaitu linzy, Tya dan Lintang di salah satu restauran favorit Linzy.
"Cello ke mana sih, tadi aku hubungi katanya ada urusan?" tanya Linzy pada Tya.
"Entah, palingan juga urusan dengan wanita, karena di Kantor pekerjaan semuanya sudah beres, karena aku tadi di kantor pusat" jawab Tya.
"Aku juga bingung sama itu anak, salah pergaulan dia" jawab Chaim.
Mereka berempat akhirnya makan siang bersama, mereka memang selalu begitu, dan yang paling jarang kumpul adalah Cello.
"Kalau kak Chaim udah menikah, apa kita masih bisa kumpul-kumpul begini?" tanya Lintang pada kakak sepupunya itu.
"Masih lah dek, makanya kakak tidak sembarang mau menikah, kakak juga harus cari pasangan yang bisa menerima keluarga kita apa adanya" jawab Chaim pada adik-adik nya itu.
Tya dan Linzy langsung mengangkat jempol mereka untuk Chaim, mereka senang dengan jawaban kakak tertua mereka.
"Udah nggak usah bahas itu lagi, ayo kita makan kakak masih mau balik ke kantor" ucap Chaim.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka berempat selesai makan siang, mereka berpisah kembali ke tempat kerja mereka masing-masing, kecuali Lintang dia kembali pulang ke rumahnya.
"Kalian hati-hati di jalan ya" ucap Chaim pada adik-adik nya.
"Ia kak, kakak juga ya" jawab tya dan di balas anggukan kepala oleh Linzy dan Lintang.
Mereka langsung meninggalkan halaman parkir restauran tersebut, begitu juga dengan Chaim yang langsung menuju kantornya.
ππππ
Apa Rere mau menerima kalau di jodohkan dengan Chaim?
Dan Anggi sebenarnya anak siapa?
Ayo jangan lupa tinggalkan jejaknya, lewat like dan komentar nya yaπ€ terimakasih ππ
__ADS_1
ππππBersambung ππππ