Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 79


__ADS_3

Dita, mama Metha dan juga Dea sudah berada di rumah mama Metha, mereka berkumpul di ruang keluarga bersama dengan papa Lukman.


"Pa, Mas Adit dan Davin ke mana?" tanya Dita pada papa mertuanya.


"Kami ada di sini" jawab Adit yang baru muncul dari depan bersama Davin.


"Kalian dari mana?" tanya mama Metha.


"Kami pulang jalan-jalan aja, capek di rumah terus" jawab Adit.


Adit memang belum memberitahukan Dita tentang rumah baru mereka, Adit ingin menjadikan surprise pada Dita nantinya, Adit masih menunggu momen yang tepat.


Kini Dea dan Dita sudah berada di dapur untuk menyiapkan makan malam, saat mama Metha mau datang membantu Dea melarangnya.


"Mama duduk aja di depan dengan papa, nanti kami yang masak" ucap Dea pada sang mama.


"Aduh enak ni kalau anak-anak mama begini terus tiap hari, jadi mama tidak ingin Pisa dengan kalian deh" jawab mama Metha pada Dea dan juga Dita.


"Tenang aja ma, kita akan sering-sering datang kunjungan mama kok" lanjut Dita.


"Betul itu mbak" jawab Davin muncul di pintu dapur.


"Betul, betul, kamu selama ini ke mana? jarang banget datang jenguk mama dan papa" protes mama Metha.


"Kan sibuk kerja, mama tau kan? pekerjaan yang di kasih Abang sangat banyak, sampai kadang pulang malam atau lanjut kerja di apartemen, apa lagi setelah menikah Abang sebentar-sebentar tidak masuk kerja" protes Davin yang tidak mau kalah.


"Tapi kan banyak bonus" sambung Adit yang sedari tadi berdiri di belakang Davin dan mendengarkan semua apa yang Davin curhat kan.


Semuanya tertawa karena Davin kaget tiba-tiba di jawab Adit dari belakang, memang Davin jarang sekali mengunjungi orang tua angkatnya, padahal mereka sangat menyayangi Davin, mereka memperlakukan Davin seperti anak kandungnya sendiri.


Tapi tidak banyak yang tau kalau Davin saudara angkat Adit, sedangkan di kantor tidak ada karyawan yang tau kalau mereka saudara angkat, mereka hanya tau kalau Davin asisten pribadi Adit.


Apa lagi Davin selalu memanggil Adit dengan panggilan bos, terkadang juga di luar kantor Davin masih memanggil Adit dengan sebutan bos, dia selalu mendapat teguran dari Adit tapi mungkin kerena sudah terbiasa jadi Davin lupa tempat.

__ADS_1


Awal-awalnya juga Davin memanggil Dita dengan sebutan nona, tapi langsung di tegur oleh Dita sampai akhirnya dia memanggil Dita dengan sebutan mbak.


"Enak kan kumpul begini, tapi kamu selalu di apartemen terus mengurung diri, untuk saja kamu bisa bertemu dengan Dea, kalau tidak aduh mama tidak bisa bayangkan mungkin kamu tidak akan menikah" ucap mama Metha pada Davin.


"Ia apa lagi sekarang sudah ada Dea, kamu sering-sering kesini, jangan mengurung Dea terus di apartemen kamu" lanjut Dita


Davin hanya diam mendengar ucapan mamanya dan juga mbak nya, karena semua apa yang mereka ucapkan memang ada benarnya juga, Dea yang mendengar itu hanya tersenyum sambil memasak di dapur, Adit, mama Metha dan juga Davin terpaksa duduk di kursi meja makan mengobrol.


"Jadi pindah tempat ni ngobrolnya?" tanya Dita sambil menata makan yang sudah di masak Dea.


"Sekali-kali ngobrol di meja makan" jawab mama Metha.


Pelayanan sore ini pada sibuk dengan pekerjaan yang lain karena yang mengambil alih dapur adalah Dea dan di bantu Dita, walaupun Dea sempat menolak karena Dita sedang hamil tapi Dita menolaknya dan tetap membantunya di dapur.


Akhirnya semua masakan Dea dan Dita sudah tertata rapi di meja makan, Dea langsung pamit untuk mandi karena berkeringat memasak di dapur, begitu juga dengan Dita, setelah selesai mandi Dea sudah bergabung dengan yang lain, sedangkan Dita masih di kamarnya.


Tidak lama Dita juga sudah turun dari kamarnya dan bergabung dengan yang lainnya.


"Ayo kita makan malam dulu, nanti baru lanjut ngobrol-ngobrolnya" ajak mama Metha yang sudah berdiri dari duduknya.


"Wa ternyata kamu pandai memasak ya nak, masakan kamu sangat enak" puji Mama Metha.


"Terimakasih ma" ucap Dea sedikit malu-malu.


"Mama senang ternyata anak-anak mama semuanya pada pinta masak, pada jago urus keluarga" ucapnya lagi.


"Ia dong ma, perempuan itu harus pandai mengurus diri, suami, rumah dan juga dapur" ucap Dita bangga.


💞💞


"Bunda, Dita masih di rumah depan?" tanya Rio.


"Ia apa lagi Davin sedikit lagi akan menikah"jawab bunda Astrid.

__ADS_1


"Ia kah, kapan bunda? tanya Rio kembali.


"Hari Sabtu nanti, makanya Dita dan Adit menginap di sana" jelas bundanya kembali.


"Oh cewek cantik tadi itu calon istrinya Davin? kasih mudah banget ya mana ramah lagi orangnya" ucap Mia.


"Cocok tuh dengan jurkep, apa lagi calonnya Davin cepat beradaptasi dengan orang baru" sambung Rio.


"Kamu ini ya, suka sekali manggil adiknya dengan sebutan jurkep, dia punya nama?" tegur bunda Astrid pada Rio.


"Karena dia suka banget kepo bunda, makanya Abang kasih nama jurkep cocok dengan dia" jawab Rio sambil tertawa.


Bunda Astrid tidak menjawab lagi, sedangkan ayah Romi lagi sibuk dengan secangkir kopi sambil menonton acara bola, dia tidak peduli dengan obrolan anak dan juga istrinya.


"Bunda kami mau mencari rumah deh" ucap Rio.


"Kenapa mau cari rumah, kalian tidak suka tinggal dengan bunda dan ayah?" tanya bunda Astrid.


"Bukan begitu bunda, biar kami bisa mandiri tapi Rio rencana cari rumah dekat-dekat sini saja agar dekat dengan bunda dan ayah" jelas Rio pada bundanya.


"Terserah kalian saja, ayah dan bunda tidak bisa melarang kalian, karena kalian sudah mempunyai kehidupan masing-masing" sambung ayah Romi.


"Ayah cuma mau bilang, keluarga adalah nomor satu, jadi kalian harus saling terbuka satu sama lain, kalau ada yang tidak di suka jujur pada pasangan kalian jangan di pendam" sambung ayah Romi.


"Semuanya udah berbuka kok ayah, lihat itu sudah ada hasilnya" jawab Rio dengan bercanda dan langsung mendapat cubitan dari Mia.


"Rio, ayah kamu lagi serius bicara malah di jawab dengan bercanda" tagur bunda Astrid kembali.


"Maaf deh, namanya juga bercanda bunda, biarpun juga ayah tidak bilang, Rio juga tahu kok" jawab Rio


Rio kalau di rumah, apapun selalu di bawa bercanda tidak seperti kalau di kantor dia orangnya sangat serius, apa lagi kalau sudah berkumpul dengan sang adik yaitu Dita, apapun selalu di bawa dengan candaan, hanya bukan bercanda tapi berdebat.


💞💞💞

__ADS_1


Hai, hai jangan lupa like dan komentar nya 🙏🤗 terimakasih selalu mendukung aku👏🤗.


🌷🌷🌷 Bersambung 🌷🌷🌷


__ADS_2