
Tok... tok.. tok.
"Ya masuk" ucap suara dari dalam ruangan.
"Permisi pak, ada yang ingin ketemu dengan bapak" ucap sekertaris Davin.
"Siapa? ayo persilakan masuk" jawab Davin.
Sekertaris Davin langsung mempersilahkan tamu tersebut untuk masuk ke dalam ruangan Davin.
"Selamat siang pak Davin, aduh minta maaf ini sudah menganggu pak Davin" ucap pak Lexi.
"Ayo silakan duduk pak, kenapa tidak menelepon dulu kalau mau datang" ucap Davin pada pak Lexi.
"Biar itu jadi kejutan pak, oh ya perkenalkan ini anak saya Kenzo" ucap pak Lexi memperkenalkan Kenzo pada Davin.
"Kenzo om, ucap Kenzo mencium tangan Davin.
Davin sangat kagum dengan Kenzo karena dia sangat sopan.
Davin langsung ikut duduk bersama pak Lexi dan juga Kenzo, mereka bertiga duduk mengobrol, tiba-tiba sang sekertaris datang membawa minuman dan juga cemilan untuk mereka bertiga.
" Tolong panggilkan Tya ya" ucap Davin pada sang sekertaris.
"Baik pak, saya akan segera memanggilnya, saya permisi dulu" ucap sang sekertaris dan langsung meninggalkan ruangan Davin menuju ruangan Tya.
"Permisi buk, maaf menganggu, ibu di panggil pak Davin" ucap sang sekertaris.
"Baiklah saya segera ke sana" jawab Tya.
Tya langsung berdiri dan segera ke ruangan ayahnya, tanpa sepengetahuan Tya kalau di dalam ruangan ayahnya sedang ada tamu.
"Ayah memanggil aku?" tanya Tya yang langsung nyosor masuk ke dalam ruangan ayahnya.
"Maaf-maaf, Tya tidak tau kalau sedang ada tamu" ucap Tya kembali.
"Ayo sini nak, perkenalkan ini teman bisnis ayah, namanya pak Lexi dan ini putranya namanya Kenzo" ucap ayah Davin.
Tya langsung bersalaman dengan pak Lexi dan juga Kenzo.
" Gila cantik banget ini cewek, nggak mungkin cewek secantik dia tidak punya pasangan" batin Kenzo saat pertama kali melihat Tya.
"Apa dia yang di maksud ayah?" ucap tya dalam hati.
Tya langsung duduk di samping ayahnya, sedangkan Kenzo selalu curi-curi pandang pada Tya, karena dia sangat kagum dengan kecantikan yang di miliki Tya.
"Sayang, nak Kenzo inilah yang ingin berkenalan dengan kamu" ucap ayah Davin.
__ADS_1
Tya hanya mengangguk kan kepalanya, dia juga tidak tau mau bilang apa,, mereka berempat asik mengobrol, bisa di bilang bertiga karena Tya banyak diam atau hanya tersenyum.
Tidak lama Kenzo dan ayahnya pamit pulang, saat berpamitan pulang, Kenzo langsung meminta nomor kontak Tya.
"Dek, aku bisa minta nomor kontak kamu?" tanya Kenzo dengan sopan.
"Ia nggak apa-apa" ucap Tya dan langsung memberikannya ke pada Kenzo.
Setelah bertukar nomor kontak, akhirnya Kenzo dan ayahnya pamit pulang, Ayah Davin dan Tya mengantar mereka berdua sampai di lobby kantor.
Setelah Kenzo dan ayahnya pergi, Tya dan ayah Davin kembali naik ke ruangan mereka masing-masing.
"Bagai mana menurut kamu terhadap Kenzo nak" tanya ayah Davin.
"Menurut aku dia baik, sopan juga orangnya, tapi sejak kapan ayah kepo begini" ucap Tya pada ayahnya.
"Sejak... barusan" jawab ayah Davin tertawa.
Tya hanya tertawa mendengar jawaban sang ayah, kini mereka berdua sudah tiba di lantai paling atas, lantai tempat ruangan mereka berdua.
Tya langsung masuk ke dalam ruangannya begitu juga dengan ayah Davin, mereka berdua langsung kembali fokus dengan pekerjaan mereka masing-masing yang belum mereka selesaikan karena kedatangan tamu.
❤❤❤
Chaim yang masih sibuk di kantornya, dia mengirim pesan pada istrinya kalau dia agak lambat pulang.
"Ia sayang, tidak apa-apa tapi jangan terlalu di paksa ya😘" balas Rere.
"Ia sayang, membaca pesan penyemangat kamu gini aku udah senang banget, lelahnya sedikit berkurang" balas Chaim kembali*.
Ide gila Rere akhirnya muncul, karena suaminya mengeluh capek dengan pekerjaan, Rere langsung memotret dirinya dan mengirimkan Chaim.
"Tetap semangat sayangku😘😘"
Isi pesan Rere beserta foto dirinya yang dia kirim ke Chaim.
Chaim yang melihat foto istrinya hanya tersenyum, dan langsung membalasnya.
"Jangan menggodaku sayang, awas aku sampai di rumah, aku akan buat mu mandi keringat😘" balas Chaim.
Rere hanya tersenyum, dia tidak membalas pesan suaminya lagi, karena dia tidak mau mengganggu suaminya yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, Chaim baru tiba di apartemen nya, Rere langsung menjemputnya di depan pintu.
"Selamat malam sayang, aku siapkan air hangat ya untuk mandi" ucap Rere.
__ADS_1
"Tidak usah sayang, kamu buatkan aku kopi saja, biar aku mandi air dingin aja" jawab Chaim.
"Mandi dulu, habis itu makan malam baru minum kopi ok?" ucap Rere.
Chaim langsung mengangguk setuju dengan apa yang di katakan istrinya, Chaim langsung masuk ke dalam kame mandi untuk mandi sedangkan Rere menyiapkan baju ganti untuk Chaim, setelah selesai menyiapkan baju ganti, Rere langsung ke dapur memanaskan makanan.
Rere memang sangat telaten mengurus suaminya, setelah semuanya sudah panas, Rere langsung menatanya, tidak lama Chaim keluar dari kamar dan langsung menuju meja makan, Chaim hanya makan sendirian, sedangkan Rere hanya duduk di samping suaminya, untuk menemani suaminya makan.
"Kenapa cuma duduk aja, ayo kita makan sama" ajak Chaim.
"Aku udah makan tadi, aku tidak mau makan malam nanti aku gemuk lagi" jawab Rere.
"Tidak apa-apa gemuk, aku tetap sayang kok" ucap Chaim.
Rere hanya tersenyum mendengar jawaban Chaim, setelah selesai makan malam, Rere langsung merapikan meja dan mencuci piring yang kotor, setelah semuanya beres barulah dia membuat kopi untuk Chaim.
"Sayang ini kopinya" ucap Rere.
"Terimakasih istriku yang cantik" jawab Chaim sambil memuji kecantikan istrinya.
Mereka berdua duduk saling mengobrol bertukar pikiran, terkadang Rere jadi pendengar setia saat suaminya bercerita tentang kantornya.
💕💕
Linzy yang tinggal beberapa minggu lagi akan melepas masa lajangnya bersama Kevin, semua persiapan sudah hampir rampung, karena ada ibu-ibu rempong di belakangnya yang selalu membantu Linzy.
Kevin dan Linzy sangat bahagia melihat tiga wanita tanggu di belakang.
Setelah selesai makan malam Linzy langsung masuk ke dalam kamarnya, dia mengecek hpnya ternyata ada empat kali panggil tak terjawab dan semuanya dari Kevin.
Linzy langsung menghubungi Kevin kembali, siapa tau ada hal penting yang ingin Kevin.
"Halo sayang, maaf sayang aku tidak mendengar telepon kamu tadi" ucap Linzy pada Kevin.
"Tidak apa-apa sayang, kami udah makan belum?" tanya Kevin kembali.
"Ia udah tadi, makanya aku tidak mendengar telepon kamu, karena aku di bawa sedangkan HP ada di dalam kamar" jelas Linzy.
Mereka berdua asik mengobrol, saling melepas rindu, karena mereka berdua lagi LDR_ran, Linzy di jakarta dan Kevin di Kalimantan,
💕💕💕💕
Jangan lupa di lake dan komennya ya kak.
terimakasih🙏🙏🙏
❤❤❤❤bersambung❤❤❤❤
__ADS_1