Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 63


__ADS_3

Pagi-pagi Mia masih di tempat tidur bersama dengan Rio. tiba-tiba hp Mia di atas bakas berdering, dengan sigap Rio langsung mengambilnya dan mencek siapa yang menelepon ternyata sang mertua.


"Selamat pagi ibu" jawab Rio.


"Eh nak Rio, selamat pagi juga Mia di mana nak?" tanya ibunya.


"Mia lagi di kamar mandi ibu" jawab Rio.


"Begini nak, bapak semalam masuk ke dalam rumah sakit, darah tingginya lagi kambuh" jelas ibu.


"Kok bisa ibu, bapak habis makan apa kok bisa darah tingginya kambuh" tanya Rio.


"Ibu juga tidak tau nak, nanti sampaikan saja ke Mia ya nak" ucap ibunya Mia.


"Ia ibu nanti Rio sampaikan, ibu hati-hati ya di sana, jaga kesehatan baik-baik" ucap Rio.


Tidak lama sambungan teleponnya dengan sang ibu mertua terputus, dan Mia juga sudah keluar dari kamar mandi.


"Siapa yang menelepon bang?" tanya Mia.


"Ibu sayang, katanya bapak masuk dalam rumah sakit darah tingginya kambuh" ucap Rio.


"Bapak salah makan lagi itu" jawab Mia.


"Ayo sudah siap-siap kita ke kampung menjenguk bapak" ucap Rio.


"Sekarang bang?" tanya Mia kaget.


"Ia sayang, Abang kan anak menantu yang baik" jawab Rio sambil mengedipkan matanya pada Mia dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Mia juga bersiap-siap karena mereka akan ke kampungnya menjenguk sang bapak yang lagi di rawat di rumah sakit. setelah semuanya siap Mia langsung turun ke bawa membantu sang bunda membuat sarapan pagi untuk mereka.


Kini semuanya sudah berkumpul di meja makan, mereka semuanya sudah duduk dan sarapan dengan tenang.


"Bunda, ayah, pagi ini kami mau ke kampungnya Mia" ucap Rio.


"Ada perlu apa? kok mendadak sayang?" tanya bunda Astrid sedangkan ayah Romi hanya menatap Rio dengan tanda tanya.


"Bapak di sana lagi di rawat di rumah sakit, katanya darah tingginya lagi kambuh" jelas Rio.

__ADS_1


"Ok baik lah nak, kalian hati-hati ya di jalan, sampaikan salam bunda dan ayah ya" ucap bunda Astrid.


"Ia bunda, nanti kami sampaikan" kali ini bukan Rio yang menjawab tapi Mia.


Setelah selesai sarapan Rio dan Mia kembali ke kamar untuk bersiap-siap karena mereka akan ke kampung Mia.


Setelah semuanya siap, akhirnya mereka berdua turun ke bawa untuk pamit pada bunda dan ayah mereka.


"Apa kalian sudah mau jalan?" tanya bunda Astrid.


"Ia bunda" jawab Rio.


"Hati-hati di jalan, sampai kan salam bunda dan ayah pada keluarga yang ada di sana" ucap bunda Astrid lagi.


"Ia bunda, kami jalan dulu" pamit Mia.


Akhirnya Rio dan Mia menuju kampung halaman Mia, mereka ingin melihat keadaan bapak Didin yang lagi terbaring sakit, selama habis menikah ini pertama kalinya Mia dan Rio pulang kampung bersama.


Sedangkan di rumah depan tepatnya di rumah orang tua Adit, mereka semua pada berkumpul di ruang keluarga, mereka habis sarapan, Adit dan juga papa Lukman lagi menikmati kopi, mereka hanya berbincang-bincang biasa.


Mama Metha sangat bahagia bisa berkumpul dengan anak dan menantunya, apa lagi sedikit lagi dia menyandang status baru, karena kini Dita sudah hamil tiga bulan.


"Sayang kok Davin nggak pernah datang lagi, apa kamu terlalu membebankan pekerjaan padanya" tanya mama Metha.


"Itu juga anak satu, sudah umur tapi belum juga menikah, jangankan menikah pacar saja mungkin dia tidak punya" sambung mama Metha.


Tiba-tiba Davin sudah muncul di bersama dengan Dea, semuanya langsung kaget melihat Davin yang datang dengan seorang wanita cantik.


"Pagi semuanya" ucap Davin.


"Pagi nak, baru saja mama cerita kamu, eh sudah nongol" ucap mama Metha.


"Ayo duduk dulu" ucap Dita mempersilahkan mereka duduk.


Akhirnya Davin dan Dea duduk bergabung bersama dengan yang lainnya, Dea hanya tertunduk karena sedikit malu dan gugup.


"Kamu datang dengan siapa nak?" tanya papa Lukman.


"Ini Dea, calon istri Davin" jawab Davin pada papa Lukman, Adit langsung tersendat kopi yang lagi dia minum.

__ADS_1


"Pelan-pelan sayang" ucap Dita.


"Apa? calon istri kamu?" tanya mama Metha kembali.


"Ia ma, Davin akan segera menikahi dia, Davin harap mama dan papa bisa merestui hubungan kami" ucap Davin.


"Papa dan mama pasti merestui kalian, apa lagi ini pilihan kamu sendiri, tapi ingat pernikahan itu bukan permainan" jelas papa Lukman.


Davin dan Dea, mendapat nasehat dari papa Lukman dan juga mama Metha, Dea yang awalnya gugup kini sudah tenang, apa lagi Dita mengajaknya ngobrol-ngobrol, dia merasa senang dengan respon orang tua angkat Davin.


"Emangnya kapan rencana kalian menikah?" tanya Adit.


"Rencana Minggu ini sih bos" jawab Davin.


"Ini bukan kantor, jadi kamu jangan panggil aku dengan sebutan bos, tapi panggil nama saja sudah berapa kali aku ingatkan.


"Ya udah kebiasaan jadi, susah untuk merubahnya" jawab Davin tersenyum.


"Dan kamu nak Dea, apa orang tua kamu sudah merestui hubungan kalian ini?" kini papa Lukman bertanya pada Dea.


"Sebenarnya orang tua saya belum mengetahui rencana ini, karena mereka tinggal di kampung, dan saya sebenarnya melarikan dari dari kampung dan secara tidak sengaja bertemu dengan Davin" jawab Dea.


"Emangnya kenapa kamu kabur?" kini mama Metha yang bertanya.


"Karena saya tidak mau di jodohkan dengan orang yang sudah mempunyai istri, apa lagi saya mau di jadikan istri ke tiganya" jelas Dea kembali.


"Apa? istri ke tiga? buset serakah amat itu laki-laki" ucap Dita yang kaget mendengar cerita Dea.


"Ya gimana lagi kak, dia kan orang kaya di kampung kami" ucap Dea.


Papa Lukman setuju dengan keputusan Davin dan mereka berencana akan pergi bertemu dengan orang tua Dea, walaupun awalnya dia tidak setuju karena takut orang tuanya tidak merestui mereka, apa lagi ibu tirinya mata duitan.


Tapi karena bujukan dari papa Lukman akhirnya Dea setuju untuk pergi bertemu dengan orang tuanya, tapi mereka tidak berdua saja ke sana, tapi papa Lukman dan mama Metha serta Adit akan ikut ke sana kecuali Dita kerena dia sedang hamil jadi Adit melarangnya pergi jauh.


Tapi bukan hanya mereka saja yang pergi, anak buah Davin juga akan ikut, kerena Davin tidak mau hal buruk terjadi pada keluarganya dan juga calon istrinya.


Besok rencananya mereka akan berangkat ke kampung Dea untuk bertemu dengan orang tua Dea, setuju atau tidak Davin tetap menikahi Dea, itu sudah keputusan Davin ke pada kedua orang tua angkatnya.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž

__ADS_1


Semoga jaringan bersahabat agar aku bisa dobbel up untuk kalian semua, terimakasih sudah setia mendukung aku 😘.


🎢🎢🎢🎢 Bersambung 🎢🎢🎢🎢


__ADS_2