Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
bab 53 ~ Di usir ~


__ADS_3

Mamanya Abian berjalan meninggalkan mereka menuju kamar lalu menyusun pakaian Tamara dan memasukkannya kedalam tas besar,setelah itu dia keluar dari dalam kamar,sambil membawa semua pakaian itu.


"Ini semua Pakaian mu sudah ada di dalam tas ini,jangan pernah menemui anakku lagi,karena aku akan menikahkan dia dengan wanita kaya,bukan wanita seperti mu." Ucap nya.Tidak lupa dia mengambil semua barang-barang Riski dan Rosa dari dalam kamar,lalu melempar barang-barang itu ke wajah Rosa.


"Bawa barang busuk mu ini dari apertemen anakku ini,aku tidak Sudi ada barang seperti ini di dalam sini,jangankan untuk di pakai,di jadikan kain lap saja aku tidak Sudi pueeh..." Dia meludah ke arah Tamara dan juga Rosa setelah itu memaksa mengusir Tamara dan juga ibu dan adiknya,setelah itu dia menutup pintu dengan sangat kasar.


"Berani- beraninya dia membawa ibunya ke apertemen ini,melihatnya di apertemen ini saja aku sudah muak apalagi di tambah dengan keluarganya.Tapi tunggu aku harus segera melakukan sesuatu agar Abian bisa lepas dari cengkraman wanita kampung itu,aku tau dia pasti memaki susuk makanya Abian begitu mencintainya." Lalu dia mengambil ponselnya dari dalam tas dan menghungi seseorang.


📞 Jemput aku sekarang,biar kita cepat berangkat,aku tidak mau abian marah kepadaku nanti.


Setelah mematikan panggilannya dia keluar dari apertemen dan turun kebawah untuk menunggu seseorang yang sudah di hubungi nya tadi.


"Kamu kenapa bisa sampai secepat ini?"


"Iya dong tante karena aku sudah menunggu tante dari tadi di cafe sana,karena aku tau tante datang ke tempat ini." Ucap Retha,dia tersenyum jahat,dia sudah menghasut mamanya Abian untuk ikut melakukan rencana liciknya.


"Ngomong-ngomong kamu datang dukun dari mana? Memangnya dia sehebat apa hingga bisa membaut seseorang membenci istrinya?" Tanya mama Abian,dia seorang wanita terpelajar dia tidak percaya yang namanya dukun tetapi karena bujukan Retha akhirnya dia ikut saja.Retha tidak terima harus kembali ke negaranya dengan sia-sia,dia sudah sangat berharap menjadi nyonya Abian.


"Bibi aku yang memberitahunya Tante,dulu katanya suaminya di rebut pelakor,hampir tiga tahun dia di khianati suaminya,setelah di obati,suaminya langsung balik kepadanya dan membenci pelakor ini." Jawab Retha,Lilis masih terlihat tidak percaya karena memang dari kecil dia tidak pernah berurusan dengan dukun.


"Sudah lebih baik kita pergi dan menemui si mbah nya,nanti kita lihat reaksi Abian bagaimana."Ucap Retha.Akhirnya mobil berjalan dengan sangat cepat di,hingga kurang dari dua jam mereka sampai di rumah dukun nya.Semuanya terlihat biasa saja,tidak ada yang aneh saat mereka sampai ke rumah itu hingga seorang pria tua datang menghampiri mereka.


"Siapa kalian?" Tanya pria tua itu dengan logat yang sedikit kental.Retha dan Lilis sangat kaget,mendengar ucapan pria itu,mereka langsung menoleh ke asal suara.

__ADS_1


"Mbah...Maaf menganggu."


"Hm....kamu ingin membuat anak mu itu membenci wanita yang tidak kamu sukai itu ya?"


"Iy_iya Mbah kok kamu tau,aku belum ada cerita?" Tanya Lilis dengan tidak percaya.


"Iya aku tau,kamu yang tidak percaya kepada ku saja aku tau,tidak selamanya ilmu pendidikan mu itu membuat mu menjadi hebat,aku akan mengambil obat ke dalam tunggu disini." Ucap pria tua itu lalu, masuk kedalam rumah dan meninggalkan Lilis yang masih bingung di luar.


Setelah menunggu sepuluh menit,akhirnya pria itu memberikan air di dalam botol,Lilis menerima dengan wajah yang masih keheranan,Retha melihat Lilis yang tidak mengerti akhirnya Retha memberikan amplop coklat kepada pria itu.


"Berikan minuman ini kepada anakmu,dan cuci otaknya sedikit,demi sedikit maka tidak lama dia akan membenci menantu mu itu,bahkan dia akan menuruti segala keinginan mu." Ucap pria itu.Lilis hannya mengangguk lalu memasukkan botol minuman itu ke dalam tasnya.


Lilis dan Retha meninggalkan tempat itu,wajah Retha terlihat sangat bahagia,karena keinginannya sangat besar menjadi istri dari Abian.Sesampainya di apertemen,dia belum melihat Abian di dalam terbukti apertemen belum ada yang membuka saat dia membunyikan bel beberapa kali.


****


Abian masih terlihat sangat sibuk di ruangannya sepanjang hari ini dia tidak membuka ponselnya,karena takut menganggu meetingnya yang sangat menyita waktunya hari ini,karena lusa dia berniat untuk libur karena menemani keluarga istrinya belanja untuk membeli perlengkapan kelahiran calon buah hatinya.


"Ahhh.....Akhirnya selesai juga,badanku sangat letih hari ini,terpaksa hari ini aku menyelesaikan semua ini agar besok bisa tidak masuk kantor menemani istri dan mertuaku belanja." Ucap Abian dia menutup leptop dan semua berkas yang ada di mejanya.


"Tuan,aku pulang duluan karena ibuku sedang tidak enak badan aku ingin membawanya berobat!!"


"Hmm,silahkan..Tunggu besok aku tidak masuk kantor,kamu bereskan semua masalah kantor besok ya."

__ADS_1


"Baik tuan aku permisi." Ucap Leo dia langsung pergi meninggalkan ruangan Abian.Dan Abian juga beranjak dari tempat duduknya lalu mengambil jas yang tergantung di belakangnya,setelah itu dia juga meninggalkan ruangannya.


Sesampainya di parkiran apertemen nya,Abian langsung berlari kecil menuju lift dan naik ke apertemen nya,dia sudah tidak sabar bertemu dengan istri dan keluarganya,dia merasa tidak enak karena selama dua hari mertuanya tinggal dengannya dia belum bisa membawanya karena dia begitu sibuk di kantornya.


Saat Abian sampai di depan apertemenya dia langsung masuk,dia sangat kaget melihat ruangan yang begitu gelap,dia lalu menghidupkan lampu dan melihat semuanya begitu sepi.


"Apa-apaan ini,kemana mereka pergi apa mereka marah kepadaku?" Abian merogoh kantongnya lalu mengambil ponselnya,tangannya begitu gemetaran saat mencari nomor Tamara istrinya.


📞 Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif...


Abian semakin ketakutan saat ponsel Tamara tidak bisa dihubungi,sementara nomor Riski adik iparnya belum dia save sebelumnya.


"Sial ada apa ini,kemana mereka." Abian mengelilingi seluruh ruangan mencari keberadaan istri dan keluarganya.Dia menjatuhkan tubuhnya di sopa saat dia tidak menemukan apa pun.


"Kenapa pintu terbuka,kamu kenapa?" Lilis tiba-tiba sudah berdiri di depannya,Abian sangat kaget melihat kedatangan ibunya.


"Ada apa mama kesini?"


Lilis pergi kebelakang lalu mengambil air putih dan mencampur air pemberian dukun tadi siang,setelah itu dia membawanya ke depan dan memberikan kepada Abian.


"MInum dulu tehnya kamu terlihat begitu lelah."


*** bersambung***

__ADS_1


__ADS_2