
Pagi itu Allea masih dalam perawatan, ia terdiam melihat Bram sedang bersiap-siap.
"Lea hari ini kamu pulang ya?" tanya Bram ke Allea.
"heum iyaa,"
"aku akan pulang cepat" Bram menoleh ke Allea
"ga juga ga apa-apa, toh aku bisa jalan sendiri, aku juga udah biasa sendiri," ketus Allea.
"Allea jangan mulai jutekin aku kayak begitu!" Bram terlihat kesal.
"aku mau ke rumah mama ajah" Allea langsung meminta pulang menuju orang tuanya.
"heii ...! jangn bikin tambah berantakan deh," Bram berjalan mendekati Allea.
"kamu mau pulang keadaan kepala kamu kayak begini?, terus kamu juga mau jujur apa yang udah aku lakuin ke kamu, terus kamu juga mau bilang kita akan cerai, kamu ga mikirin gimana nantinya dengan kedua orang tua kita" Bram mulai emosi.
"tumben mas mikirin sampe situ, biasanya mas ga mau mikirin semuanya, mas sibuk dengan Celine..!" wajah Allea mulai tegang dan kesal.
"oh, jadi di mata kamu dan di fikiran kamu aku ini bener-bener buruk yaa ga mikirin keluarga kita sama sekali" Bram menatap sinis ke Allea.
"iya..! kenyataanya begitu, mas ga mikirin perasaan aku mas ga mikirin susahnya aku, sedihnya aku, di saat mas bohongin aku buat jemput aku hujan-hujanan nunggu mas, mas ga mikirin capeknya aku yang setiap pagi bangun cuma buat masakin sarapan mas, tapi mas ga pernah mau makan, walaupun secuil, mas ga mikirin aku di saat aku sulit di saat ada tugas dari kampus ga ada oven ga ada peralatan masak ga ada barang yang aku butuh," Allea berbicara sembari terisak.
"mas ga mikirin aku jenuhnya kayak gimana yang setiap hari nunggu telepon dari suaminya yang berharap cuma sekedar nanya lagi dimana, seenggaknya perhatiin aku walaupun mas ga suka aku, ga cinta sama aku, mas cuma ngasih duit duit dan duit, lalu mas juga cuma sms bilang uang sudah aku transfer ke rekening mu untuk uang dapur dan jatah bulanan, mas aku ini bukan pengemis yang minta uang, aku istri mas" Allea menepuk dadanya dan menangis,
melihat Allea penuh emosi dan menangis Bram langsng memeluk Allea.
"maaf maafin aku" Bram mencoba menenangkan Allea.
"aku ga maksa mas buat mencintai aku kok, ga sama sekali, aku tau mas cinta dan sayangnya sama Celine, tapi tolong hargai aku, tapi ternyata mas ga bisa..! mas lebih mentingin hubungan mas dan Celine, aku nyerah mas, lebih baik mas ceraikan aku ajah, biar aku fokus ke kuliah aku dan mas kembali ke orang yang mas sayang, aku ikhlas" Allea menangis tersedu-sedu.
"cukup Allea, udah jangan ngomong kemana mana dulu kamu masih sakit aku ga mau memperpanjang masalah ini, nanti di saat semua sudah tenang aku mau bahas ini semua tapi ga sekarang aku gak mau!" Bram tetap memeluk Allea, Allea hanya diam dan menangis.
Siang nya Bram pulang lebih cepat untuk menjemput Allea keluar dari rumah sakit, tak lama kemudian ponsel Allea berdering.
"halo,"
"lea, ini mami, kamu udah boleh pulang yaa?" tanya mami di seberang sana.
__ADS_1
"iyaa mi ini mau siap-siap,"
"ouwh, maafin mami yaa selama kamu sakit mami ga bisa nemenin, mami iku tugas luar kota sama papi,"
"iyaa mi ga apa-apa sekarang mami di mana?,"
"ehmmm mami di Mataram, yaudah kamu siap-siap nanti malam mami telepon lagi tetap jaga kesehatan yaa sayang" mami memberi perhatian untuk Allea.
"iyaa mi makasih yaa mi" Allea menutup teleponnya dan turun dari tmpt tidur dan naik ke kursi roda menuju parkiran,
di perjalanan pulang tak henti hentinya ponsel Bram berdering
"angkat ajah" ucap Allea.
"ga usah, nanti ajah" Bram kembali merijeck teleponnya, namun Celine tetap menelepon Bram karena kesal Allea menekan tombol angkat di layar bluetooth di mobil Bram.
"ck.. Allea" Bram menoleh kesal ke Allea.
"haloo beby, kamu kemana sih..!!! kamu janji kan mau ketemu aku" Celine berbicara dengan manja.
"baby kamu denger aku, kan?" Celine terus memanggil Bram di telepon, Bram hanya diam seraya menoleh ke Allea namun Allea hanya diam tak lama kemudian.
"iish.." Bram tambah kesal ke Allea.
"iyaa iyaa nanti yaa kita ketemu aku lagi sibuk banget," Bram menjawab telepon dari Celine..
"terus mau jemput jam brapa?" tanya Celine.
"nanti aku kabarin yaa"
"yaudah deh aku tunggu yaa beby, i love you,"
Allea terkejut mendengar perkataan Celine ia reflek menoleh ke Bram, Bram memasang wajah gugup.
"beby..?? i love you!, kok ga jawab sih" Celine semakin merajuk.
"heum iyaa love you too" Bram mengatakan itu sembari melihat ke Allea namun Allea hanya menatap ke luar jendela mobil, Bram menarik nafas panjang.
Sesampainya di apartemen Allea segera masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya.
__ADS_1
"tok..tok.. Allea" Bram mengetuk pintu kamar Allea.
"yaa ada apa..??" jawab Allea.
"kalau mau makan aku udah pesenin makanan yaa!"
"ya" Allea hanya menjawab datar, Bram pun pergi meninggalkan Allea.
"heeeuhhhhh....." Allea menarik nafas panjang di fikirannya banyak pertanyaan.
"pasti menemui Celine !" Allea memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur.
Pukul 7 malam Bram sudah kembali ke apartemennya ia melihat sayur dan lauk masih utuh tak di sentuh oleh Allea, Bram berjalan menuju kamar Allea.
"tok..tok.. Allea" Bram kembali mengetuk pintu kamar Allea.
"iyaa,"
"kamu ga makan??" tanya Bram sedikit khawatir.
"udah ko,"
"boong yaa ko masih utuh" tanya Bram lagi, karena kesal Allea akhirnya membuka pintunya.
"aku makan mas pake nasi ma kuah doang, emang nya aku suka apa sayur kek gituh" Allea memasang wajah cemberut, ia berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air, Bram ikut menghampiri Allea
"ga suka?? ga enak?? apa gimana?" tanya Bram.
"ga suka, ga doyan, ga enak, ga mau makan" Allea menaruh gelasnya dan kembali ke kamar tanpa menoleh ke Bram sedikit pun
"hhheuuhhh..., sabar Bram, sabar" Bram mengelus dadanya sendiri.
"yaudah kalo kamu udah makan tapi dikit yang penting kamu udah mnum obat kan??" tanya Bram namun Allea tak menjawab
"ooyy Allea... allleeaa udah mnum obat beloom ooy" Bram memanggil Allea berkali2.
"ihh berisik amat sih mas, iyaa iyaa udah ...! aku ngantuk" Allea berteriak dari kamarnya.
"jadi bener-bener jutek sekarang" Bram mengelengkan kepalanya melihat tingkah Allea Bram pun segera masuk ke kamarnya untuk istirahat.
__ADS_1