
Udah seminggu Ema mengabaikan pesan atau telepon Cello, itu membuat Cello sedikit frustasi karena baru kali ini dia di abaikan oleh wanita.
Sedangkan Anggi sudah kembali ke Australia untuk melanjutkan kuliah nya, emang masih banyak wanita yang mengejar-ngejar Cello tapi entah kenapa pikiran hanya tertuju pada Ema.
Beberapa kali Cello mengajak Ema untuk jalan bareng tapi tidak pernah ada respon dari Ema, membuat Cello sedikit uring-uringan di kantornya.
"Kamu kenapa lagi, sampai pekerjaan kamu numpuk begitu?" tanya Tya pada Cello.
"Kakak tolong bantu kerjakan dong, aku nggak mood karena ada cewek yang aku sukai tapi dia mengabaikan aku" jawab Cello membuat Tya tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha apa? seorang Cello galau gara-gara cewek, katanya playboy nggak, nggak pernah di tolak cewek" ejek Tya pada adik sepupunya itu.
"Ya udah kalau tidak mau bantu, biarkan saja nanti papa yang kerjakan" jawab Cello sedikit sinis pada Tya.
Hari ini Cello menjadi bahan olok-olokan oleh Tya, karena tidak biasanya Cello begitu gara-gara cewek.
"Udah hubungi aja cewek-cewek kamu yang lainnya, kan masih banyak kan?" ucap Tya.
"Tapi aku udah berubah kak, aku sudah tidak seperti dulu" jelas Cello.
"Serius? bukan Cello yang dulu lagi?" tanya Tya tidak percaya.
"Ya udah tidak percaya, malas berdebat dengan kakak" jawab Cello sewot.
Tya langsung membantu adik sepupunya itu menyelesaikan pekerjaannya yang masih numpuk di meja kerjanya.
Tidak lama papa Adit datang menemui mereka berdua.
"Udah selesai yang papa minta tadi?" tanya papa Adit pada Cello.
"Astaga pa, aku lupa" ucap Cello sambil memukul keningnya.
"Mana aku yang kerjakan" pinta tya pada Cello.
Dengan cepat Cello memberikan kepada tya agar di kerjakan oleh Tya, hampir setengah jam Tya mengerjakan pekerjaan yang di minta papa Adit dan akhirnya juga selesai.
Setelah selesai Tya langsung mengantarnya ke ruangan papa Adit, sedangkan Cello hanya duduk menghayal di kursi kerjanya.
"Woii menghayal aja kerjanya, enak ya jadi anak direktur cuma datang duduk gajian" sindir Tya pada Cello.
"Apa sih kak, suka aja deh ganggu aku" jawab Cello bete.
Tya langsung diam dan duduk di kursinya, dan melanjutkan pekerjaan Cello yang menumpuk, terpaksa Tya yang mengambil alih semuanya, sedangkan Cello hanya duduk mentap HP atau menghayal.
Tya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkat adiknya itu, dan dia juga penasaran dengan wanita yang berhasil membuat adik sepupunya yang terkenal playboy jadi sedikit bucin.
"Ayo makan siang, papa Adit sudah menghubungi aku" ajak Tya pada Cello.
__ADS_1
"Kakak aja deh yang temani papa, aku tidak lapar" jawab Cello.
"Ayo nggak usah uring-uringan begitu, tunjukkan pesona playboy mu Marcello" ejek Tya.
Dan akhirnya Cello berdiri dan mengikuti Tya menuju lobby karena papa Adit sudah menunggu mereka di lobby kantor.
Setelah sampai di lobby, mereka langsung menuju tempat mereka makan, kali ini Tya yang menjadi juru mudi karena Cello tidak mau, dia tidak bersemangat.
"Adik kamu kenapa Tya?" tanya papa Adit pada Tya.
"Oh biasa pa, dia lagi galau karena baru pertamanya di cuekin oleh cewek" jelas Tya.
Papa Adit hanya tertawa mendengar penjelasan Tya, karena selama ini anak bungsu nya itu selalu gonta-ganti cewek.
π·π·π·
Sedangkan Chaim dan Rere sudah semakin akrab, Chaim juga sering menjemput Rere untuk makan siang bersama, seperti hari ini Chaim kembali mengajak Rere untuk makan siang bareng.
Setelah janjian dengan Rere untuk makan siang berdua, waktunya makan siang Chaim langsung meninggalkan ruangannya, dia mau menjemput Rere di kantornya.
"Buruh-buruh aja pak" ucap Irwan pada Chaim.
"Oh mau. ketemu seseorang dulu, saya jalan dulu ya" pamit Chaim pada Irwan.
"Hati-hati ya pak jalan" jawab Irwan pada Chaim.
Chaim akhir-akhir ini sering menggunakan mobil karena dia selalu mangantar jemput Rere, dia tidak ingin calon istrinya itu masuk angin karena naik motor.
Rere sudah menunggu Chaim di depan kantornya, karena dia tidak ingin Chaim yang menunggunya.
"Maaf ya lama menunggu" ucap Chaim pada Rere.
"Tidak kok, aku juga baru turun dari ruangan aku" jawab Rere dan langsung masuk ke dalam mobil.
Setelah Rere duduk dengan baik, barulah Chaim menutup pintu mobil dan putar balik memutari mobilnya dan duduk di belakang kemudi.
Mereka berdua langsung menuju salah satu rumah makan favorit Chaim, di dalam mobil mereka mengobrol membahas pernikahan mereka nantinya.
Sampai tidak terasa mereka berdua akhirnya tiba di restoran favorit Chaim, setelah memarkirkan mobilnya dengan baik Chaim dan Rere langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran.
Dari jauh Cello melihat kakaknya dengan calon kaka ipar nya, Cello langsung menghampiri sang kakak yang sudah duduk di meja yang lain.
"Kak, Ayo gabung sama kami aja di sana" ucap Cello sama Chaim.
"Adik? kamu di sini juga?" tanya Chaim kaget melihat adiknya.
"Ia, aku bersama papa dan kakak Tya, mereka ada di meja sana" tunjuk Cello ke meja tempat papanya dan juga Tya.
__ADS_1
"Kita duduk di sana ya, soalnya ada papa juga di sana " ajak Chaim pada Rere.
"Boleh juga" jawab Rere
"Tapi tidak apa-apa kan?" tanya Chaim pada calon istrinya itu.
"Tidak apa-apa kok, ayo kita ke sana" jawab Rere mantap.
Akhirnya Chaim dan Rere pindah dan bergabung bersama papa dan adik-adik nya.
"Pa, ternyata kak Chaim di sini juga dengan kak Rere" ucap Cello pada papanya.
"Ayo duduk nak" ucap papa Adit sambil mempersilahkan mereka berdua duduk.
Chaim dan Rere akhirnya duduk di kursi yang kosong, Rere yang sedikit canggung karena pertama kalinya makan siang bersama calon papa mertuanya itu.
"Kak kenalin aku Tya, adik sepupunya Chaim" ucap Tya memperkenalkan diri pada Rere.
"Hallo salam kenal, aku Rere" jawab Rere dengan sopan.
"Kak Rere cantik ya, ada pantas kak Chaim tidak menolaknya" ucap Tya.
"Terimakasih tapi kamu juga sangat cantik" puji Rere pada Tya.
Tya hanya tersenyum mendengar pujian Rere, tidak lama pelayanan datang membawa daftar menu, mereka akhirnya memilih makanan sesuai selera mereka masing-masing.
Sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka berlima mengobrol santai, Rere dan Tya langsung akrab, Tya sangat senang karena calon istri kakaknya itu sangat baik dan sopan.
Papa Adit juga sangat senang kerena anaknya bisa bertemu dengan wanita seperti Rere, walaupun lewat perjodohan.
Setelah pesanan mereka datang, mereka langsung makan karena sudah merasa lapar, mereka menikmati makan siang sambil mengobrol santai, setelah makan mereka langsung kembali ke kantor mereka masing-masing.
"Sampai bertemu kembali kak Rere" ucap Tya pada Rere.
"Sama-sama dek, Hati-hati di jalan ya, kami pamit duluan" ucap Rere.
"Pa, Hati-hati di jalan ya" ucap Rere pada papa Adit calon mertuanya.
"Ia nak, kalian juga hati-hati ya" jawab papa Adit.
Mereka langsung berpisah di parkiran mobil, Rere dan Chaim kembali ke kantor mereka masing-masing, seperti juga papa Adit, Tya dan Cello, mereka bertiga kembali ke kantor.
πππ
Jangan lupa like dan komentar ya Kakak-kakak π€ππ
β€β€β€β€bersambung β€β€β€β€
__ADS_1