
Setelah kepulangan keluarga Ajeng mama menghampiri kamar Allea.
"ka, lagi apa?" tanya mama dan mama duduk di ujung tempat tidur Allea.
"heumm, lagi bikin tugas cari resep unik semua negara, ada apa ma" tanya Allea dan berbalik badan.
"menurut kaka gimana keluarganya tante Ajeng?" tanya mama penuh penasaran.
"hmm seru mah, baik" Allea mencoba menjabarkan pandangannya
"tapi cuma satu yang bikin Allea ga suka!" Allea mulai menyampaikan pendapatnya
"siapa?" tanya mama penasaran.
"anak sulung tante Ajeng..!" Allea mencoba mengingat wajahnya
"loh kenapa..? dia ganteng ka" ucap mama seraya tersenyum manis pada Allea.
"iyaa tapi sombong mah" Allea kembali menulis tugasnya.
"hmm yawdh, ka kamu mau gak kenal lebih dekat dengan Bram" tanya mama pelan pelan kepada Allea.
"haaaah" Allea terkejut akan pertanyaan mama.
"kenapa harus Bram??" Allea memanyunkan mulutnya
"karean dia belum punya pacar sama kayak kamu" mama mencoba menjelaskan.
"maaah...!! tapi ga harus sama Bram kan..!" Suara Allea mulai meninggi, mama terdiam, dan memasang wajah sedih mama merasa Allea membentak mama.
"hmm maaf, yaudah gak apa-apa kalo kakak gak mau" mama bangun dan meningglkan kamar Allea
"maa, bukan begitu" Allea bangun mengejar Mamanya.
"ga apa-apa ka, mama gak mau maksa mama cuma pengen tali silaturahmi kita gak putus sama Tante Ajeng" sambung mama yang terlihat sedikit kecewa dengan Allea
"iyaa mah iyaa ga apa-apa kalo Bram mau kenal lebih jauh sama Allea terserah mama ajah " Allea mengalah karena ia melihat ekspresi mama yang terlihat sedikit sedih.
__ADS_1
Allea masuk kembali ke kamarnya
"hhhheeehhh" Allea menarik nafas dalam dalam.
"bukannya gue gak mau akrab sama cowok yang namanya Bram itu tapi dia udah punya cewek..! di tambah dia kayak gak suka ngeliat gue..!" gerutu batin Allea
Sementara itu di kediaman tante Ajeng, Bram di panggil papi untuk turun karena ada yang ingin di bicarakan Bram pun menurut.
"ada apa mi, pi??" Bram duduk dengan santai di sofa.
"bagaimana kondisi perusahaan papi yang kamu kelola" tanya papi.
"sudah banyak yang menguntungkan pi!" Bram menjawab dengan tenang.
"lalu apakan kamu tidak berfikir jauh ke depan" tanya papi lagi
"maksd papi apa?" tanya Bram yang mulai penasaran.
"papi dan mami akan terus menua kamu pun sama, lalu mau sampai kapan kamu akan begini?" papi mencoba mengeluarkan unek-uneknya.
"iyaa Bram, mau sampai kapan kamu main main, mami ingin lihat kamu berumah tangga!" mami menjelaskan keinginannya
Bram langsng memasang wajah dinginnya dan tidak menjawab.
"Bram, papi ingin melihat kamu punya penerus perusahaan kita"
"iyaa pi, Bram tau nanti Bram akan coba ngomong ke Celine, untuk rencana pernikahan" sahut Bram.
"eitss...! siapa bilang papi dan mami meminta Celine untuk menjadi mantu mami" sahut mami mulai kesal
"maksud mami apa sih" Bram mulai kesal juga
"mami ga mau yaa kamu nikahin si celine, dia gak pantes Bram buat jadi ibu dari anak-anakmu" mami mulai mengomel
"tapi Celine sudah sedikit berubah mi!" tegas Bram. Mami hanya menarik nafas dalam-dalam.
"berubah apanya, mami cek sendiri Celine masih terus keluar malam papi cek kartu gold card kamu malah tambah banyak pengeluaran" mami mulai mengeluarkan pendapatnya tentang Celine.
__ADS_1
"itu yang kamu bilang berubah???" mami terlihat kesal
Bram hanya diam dan tertunduk.
"Bram, untuk kali ini saja tolong fikirkan orang tuamu yang sudah mulai menua ini, putuskan celine! memangnya tidak ada wanita yang lain??" pinta papi
"ga ada pi" bram menjawab dingin
"BRAAAAKKK.!!!! " Mami mengebrak meja
"siapa bilang gak ada wanita lain, kamu nya ajah yang bodoh di luar sana banyak kok yang lebih cuma kamu gak mau cari" mami mulai emosi dan membuat Rafael keluar dari kamarnya, ia menghampiri maminya untuk menenangkan.
"mi, sabar mi..." Rafael menepuk lembut bahu maminya
"ya terus Bram harus gimana Bram tuh cinta mi sama Celine, di mata Bram dia baik" Bram mulai menjawab dengan nada tinggi
"mami yang gak tau hati Celine kayak gimana karena mami terus terusan mikirin jodoh orang lain untuk Bram" Bram mulai kesal.
"BRAAAM DIAM!!!" Papi menghentikan ucapan Bram
"mata kamu itu masih dibutakan oleh cinta palsunya si Celine!!!!" papi menunjuk wajah Bram, Bram diam menahan emosinya.
"mau mami dan papi apa sekarang???" tanya Bram.
"mau mami dan papi tinggalin Celine karena mami udah nemuin yang pas buat jadi calon istri kamu!!" pinta mami
"siapa apa ada yang sepadan dengan Bram," sifat sombong Bram pun mulai keluar.
"Allea, anak tante Lita yang kemarin mami kenalin." mami mengucap nama Allea
"heeuumm hahaha" bram tertawa mendengar nama Allea.
"ohh jadi kemarin itu pertemuan dua keluarga buat Bram dan Allea agar saling kenal??? Bram ga mau..! dia bukan tipe Bram!!!" Bram meninggalkan mami dan papi bergegas naik ke kamarnya
"BRAAAM KAMU TOLAK PERJODOHAN INI PAPI AKAN BEKUKAN KEUANGAN KANTOR DAN KEUANGAN PRIBADI KAMU....!!!!!" papi berteriak mengancam Bram, dan membuat Bram berhenti melangkah
"terserah papi, papi ga akan berani melakukan itu" Bram menjawab omongan papi dan masuk ke kamarnya dengan membanting pintu.
__ADS_1