
Setelah berpamitan akhirnya rombongan Davin langsung meninggalkan rumah orang tua Dea, mereka menyempatkan diri untuk mengisi stamina mereka.
Dea yang sedikit tidak enak ke pada Adit karena sudah melunasi utang orang tuanya dan juga omongan ibu tirinya tadi, itu yang membuat Dea sedikit canggung.
Dia banyak diam, apa lagi waktu mereka singgah makan, Dea hanya diam saja sempat membuat Davin sedikit khawatir padanya.
"Kamu kenapa, kok banyak diam" tanya Davin waktu sudah di dalam mobil.
"Aku tidak enak sama pak Adit karena dia yang melunasi utang-utangnya ibu tiri aku tadi" jelas Dea
"Kamu tenang saja, semua itu urusan saya" jawab Davin menghibur Dea.
Dea akhirnya bisa tenang, setelah mendengar penjelasan Davin barusan.
Rencana pernikahan Davin dan dia belum mereka tentukan, Davin rencananya nanti di Jakarta baru membahas kepada kedua orang tua angkatnya.
Untuk pertama kalinya Rio membela kayu, Mia yang memperhatikan suaminya yang mandi keringat karena membela kayu bakar yang tertumpuk di samping rumah.
"Aduh nak Rio, kenapa harus membela kayu persiapan kayu bakar masih banyak kok" ucap ibu mertuanya.
"Tidak apa-apa buk, sekalian olahraga" jawab Rio ngos-ngosan.
Mia langsung masuk mengambilkan air putih untuk Rio, karena dia tidak tega melihat suaminya kecapean.
"Ini bang, kamu minum dulu" jawab Rio.
"Terimakasih sayang" ucap Rio dan langsung meneguk segelas air putih yang di kasih istrinya.
Besok Rio dan istri akan kembali ke Jakarta, karena pekerjaan yang sudah menunggu.
Mia dan ibunya masak untuk makan malam mereka, malam ini mereka masak menu lalapan untuk mereka makan bersama.
Rio menemani bapak mertuanya duduk di teras depan sambil menikmati kopi yang di buat oleh Mia.
"Pak besok kami sudah akan kembali ke Jakarta" ucap Rio pada bapak mertuanya.
"Ia tidak apa-apa nak, kasihan pekerjaan kamu di sana sudah terbengkalai" jawab sang bapak.
__ADS_1
"Tidak apa-apa pak, kalau pekerjaan ada yang bisa handle kalau saya tidak ada" jelas Rio.
Mereka berdua asik ngobrol sampai tidak terasa sudah mulai gelap, akhirnya mereka masuk ke dalam rumah, karena tidak lama lagi mereka akan makan malam bersama.
Setelah selesai masak Mia langsung menatanya di bawa tikar yang sudah di siapkan oleh adiknya, karena di rumah orang tua Mia mereka masih makan dengan lesehan.
Rio yang juga senang makan dengan lesehan langsung duduk di bawa tikar bersama bapak dan adik-adiknya, tidak lama ibu dan Mia ikut bergabung dengan mereka.
Setelah semuanya sudah berkumpul mereka langsung makan malam bersama, suasananya sangat harmonis Rio sangat nyaman berada di rumah mertuanya. apa lagi adik-adik iparnya yang masih kecil suka sekali bermanja-manja pada Rio.
"Abang udah mau pulang besok" tanya Susi adek terakhir Mia.
"Ia dek, Abang dan mbak akan balik ke Jakarta karena di sana Abang kerja, kasian kalau Abang tidak masuk kerja bisa-bisa Abang di pecat" jelas Rio pada Susi.
"Ya tidak seruh dong, tidak ada teman Susi lagi dong jalan-jalan ke sawah" ucap Susi dengan muka sedih.
"Jangan sedih dong dek, nanti kalau Abang tidak kerja, pasti Abang datang lagi ke sini, atau kamu yang ke Jakarta di saat kamu libur nanti" jelas Rio.
"Betul bang? asik Susi nanti mau ke taman mini ya bang kalau Susi ke Jakarta" ucap Susi dengan riang dan langsung memeluk Rio.
Rio juga membalas pelukan Susi, dia mengelus kepala Susi dengan lembut, Mia yang melihat itu sangat bahagia karena ternyata Rio menyayangi orang tuanya dan juga adik-adiknya.
"Sayang tidak apa-apa kan kalau kita besok balik Jakarta" tanya Rio pada Mia.
"Tidak apa-apa bang, kasian pekerjaan kamu di sana terbengkalai" jawab Mia.
Rio yang mendengar jawaban istrinya langsung memeluk Mia dan menghujani dengan ciuman.
"Sayang sih jeki bangun lagi" ucap Rio sambil tersenyum jahil pada istrinya.
"Abang ada-ada saja, ayo tidur besok kan kita mau melakukan perjalan jauh" jawab Mia.
"Makanya itu, kamu harus mempertemukan Jeki dengan temannya agar besok segar bugar menempuh perjalanan jauh" rayu Rio.
Tanpa menunggu jawaban dari istrinya, Rio langsung menyerang istrinya dengan lembut, Mia selalu membuat Mia ketagihan, setelah puas melakukan pemanasan tiba saatnya untuk penyatuan mereka.
Rio dengan lembut menyatukan Jeki dengan lawannya, mereka berdua sudah terbawa suasana indah yang akan membawa mereka mencapai nirwana.
__ADS_1
Setelah mencapai klimaks dan si Jeki juga sudah menumpah kan laharnya di dalam goa milik Mia, membuat Rio akhirnya tumbang di samping Mia.
Mereka berdua akhirnya tertidur karena kecapean habis menanam saham, Rio tertidur sambil memeluk Mia, mereka berdua sudah masuk ke alam mimpi mereka masing-masing.
Sedangkan di Jakarta Dita belum bisa tidur karena biasanya sebelum tidur, dia selalu di peluk Adit atau mengelus perutnya.
Apa lagi Adit hanya memberikan dia kabar tadi sore saat mereka singgah makan di sebuah restoran, Dita berapa kali menghubungi suaminya tapi hp tidak aktif mungkin hp Adit lowbat.
Sedangkan rombongan Davin dan yang lainnya sudah tiba di Jakarta, karena sudah capek Davin langsung ke apartemennya bersama dengan Dea, sedangkan Adit langsung ke rumah bersama mama, papa dam ayah Romi.
Sedangkan anak buah Davin langsung ke basecamp mereka dulu, baru pulang ke rumah masing-masing, mereka ke basecamp untuk mengambil kendaraan mereka.
Sesampainya di rumah Adit langsung masuk ke dalam kamar dengan pelan agar istrinya tidak terbangun, Adit langsung mandi habis mandi Adit turun untuk membuat kopi, untuk menghilangkan rasa lelahnya.
Adit yang duduk di sofa yang ada di dalam kamar mereka, dia melihat istrinya yang tidur dengan nyenyak, Adit tersenyum sendiri sambil menatap istrinya.
Begitu juga dengan Davin dan Dea, setibanya di apartemen mereka langsung masuk ke kamar masing-masing untuk mandi.
Setelah mandi Dea keluar dan melihat Davin di dapur sedang membuat kopi.
"Kakak kok buat kopi sendiri, kenapa tidak suruh aku saja" ucap Dea pada Davin.
"Tidak apa-apa, gimana mau suruh kamu kalau kamu masih mandi" jawab Davin.
Dea yang mendengar jawaban Davin hanya tersenyum kepada calon suaminya itu.
"Kamu buat teh agar badan kamu segar, kamu pasti capek" ucap Davin pada Dea.
"Ia kak, ini juga aku mau buat"
Setelah selesai membuat teh Dea ke ruang tamu sambil membawa secangkir teh hangat, di sana sudah ada Davin menikmati kopinya di temani sebatang rokok.
💞💞💞💞💞
Karena jaringan internet aku sudah bagus makanya hari ini aku rajin banget update buat kalian semua🤗
**jangan lupa like dan komentar nya ya🙏🙏
__ADS_1
🌷💞🌷 Bersambung 💞🌷💞**