
Ema yang kembali beraktivitas seperti biasa, tiba-tiba di datangi oleh Anggi di butiknya.
"Hai kamu pacaran dengan Cello?" tanya Anggi dengan nada sombongnya.
"Ia mbak, emangnya kenapa?"
"Cello itu pacar saya, kami belum putus kami hanya LDR_ran saja karena saya tinggal di Australia" ucap Anggi.
" Oh kalau begitu, ayo mbak kita masuk dulu, kita ngobrol di dalam nggak enak ngobrol di luar begini" ucap ema mengajak Anggi masuk ke dalam butiknya.
Ema mempersilakan Anggi untuk masuk, walaupun Anggi bertingkah dengan sombongnya, mereka berdua langsung masuk ke dalam butik, Ema selalu ramah pada Anggi.
"Mbak duduk dulu" ucap Ema mempersilahkan Anggi untuk duduk.
"Nggak usah, aku cuma mau bilang jauhi Cello, karena aku masih pacarnya.
Ema hanya tersenyum mendengar ucapan Anggi, dia tidak ingin terpancing, Ema berusaha menahan emosinya.
" Mbak yang cantik, saya dan Cello tidak akan berpisah, siapapun yang datang mengaku sebagai pacarnya Cello saya tidak akan percaya " jawab Ema dengan tegas.
"Satu lagi, kamu jangan cakadidi mengaku pacarnya Cello, karena sayalah pacarnya Cello yang sebenarnya, saya sudah mendengar semua penjelasan Cello pada saya, jadi maaf kamu jangan datang sebagai pengganggu dalam hubungan orang" sambung Ema.
Anggi hanya diam mendengar ucapan Ema, dia tidak menyangka kalau Ema akan bicara begitu.
"Saya harap kamu menjauhi Cello dan jangan jadi benalu dalam hubungan orang" lanjut Ema.
__ADS_1
Ema mengeluarkan semua unek-unek nya di hadapan Anggi, Ema berharap agar Anggi
menjauhi Cello, karena merasa Terpojok dan menjadi tontonan parah karyawan Ema, Anggi langsung meninggalkan butik Ema.
"Sombong banget jadi orang" batin Anggi dan langsung meninggalkan butik Ema.
Ema hanya menatap Anggi pergi, setelah Anggi pergi barulah Ema masuk ke dalam ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Cello yang mendapatkan pesan dari Anggi, meminta Cello bertemu dengannya, saat jam makan siang nanti, tapi Cello menolaknya karena dia tidak ingin terjadi kesalahpahaman dengan Ema, apa lagi mereka berdua baru saja baikan.
Anggi sedikit emosi karena Cello menolak bertemu dengannya, dia membanting hpnya di dalam kamarnya, dia tidak bisa terima di permalukan Ema begitu saja.
Ema juga menceritakan kepada Cello kalau Anggi datang menghampiri dirinya, dan meminta dirinya meninggalkan Cello, tapi Ema tidak terpancing dengan omongan palsu yang di sampaikan oleh Anggi.
π·π·π·
"Selamat siang cantik" sapa Kenzo berdiri di depan pintu ruangan Tya.
"Kok datang tidak bilang-bilang" jawab Tya.
"Tidak sempat memberitahu kan ke kamu, karena aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kamu" ucap Kenzo cengegesan.
Tya hanya tersenyum mendengar jawaban Kenzo, dan langsung mempersilahkan Kenzo untuk duduk karena Tya akan melanjutkan pekerjaannya, dengan sabar Kenzo menunggu Tya, dia memperhatikan Tya yang lagi asik menatap layar komputer.
Kenzo tidak pernah bosan menatap kecantikan Tya, dia berharap Tya lah jodohnya kelak, walaupun Tya anak tunggal tetapi dia anaknya sangat mandiri.
__ADS_1
Tapi satu hal yang Kenzo belum tau dari diri Tya adalah, dia jago belah diri, dan bisa menggunakan senjata, dan pistol, wanita cantik itu lihat memakai barang tajam, semua itu adalah ajaran dari ayah Davin dan juga paman Chua.
Waktu Tya masih kecil, dia selalu di ajak Ayah pergi belajar memana dan juga latihan menembak, tanpa sepengetahuan bundanya.
Wanita cantik dan sedikit cuek itu, sangat dekat dengan ayahnya sejak mulai dari kecil, sang ayah selalu menuruti semua kemauan Tya, sampai sekarang perlakuan itu masih dia dapatkan dari sang ayah.
Dan akhirnya jam makan siang telah tiba, Tya segera merapikan meja kerjanya, sedangkan Kenzo masih setia menunggu nya.
"Ayo kita jalan" ucap Tya pada Kenzo.
"Udah selesai?" tanya Kenzo kembali.
"Nanti lagi baru lanjut, soalnya sudah jam makan siang."
mereka berdua akhirnya meninggalkan ruangan Tya, sebelum meninggalkan kantor, Tya sempat kan diri ke ruang sang ayah, dia berpamitan untuk keluar bersama Kenzo.
"Kenzo jaga anak gadis saya, jangan sampai dia lecet" ucap ayah Davin pada Kenzo.
Tya hanya tersenyum mendengar ucapan sang ayah, dia tau kalau ayahnya hanya bercanda pada Kenzo.
"Beres om, kalau memang ada lecet saya siap bertanggung jawab" jawab Kenzo.
Ayah Davin hanya tertawa mendengar Jawaban Kenzo, setelah berpamitan mmTya dan Kenzo langsung meninggalkan ruangan ayah Davin, mereka berdua segera meninggalkan kantor Tya dan langsung menuju salah satu cafe favorit mereka berdua, sedangkan ayah Davin dia kembali ke rumahnya untuk makan siang bersama dengan istrinya.
π·π·π·
__ADS_1
Jangan lupa tinggal kan jejak, lewat like dan komentar nyaπ terimakasih ππ€
πππBersambung πππ