Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
FIKIRKAN BAIK BAIK


__ADS_3

Pagi harinya Bram sudah membawa pakaian untuk langsung berangkat ke kantor, setelah selesai Bram menghampiri Allea yang sudah bangun dan sibuk dengan ponselnya.


"jangan banyak maen hp dulu" Bram mengambil ponsel Allea dan menaruh di meja, Allea hanya diam.


"Grace kemarin ke rumah, kan mas?" tanya Allea.


"ya" jawab Bram dengan singkat.


"mas sudah kasih persyaratannya, kan?" tanya Allea lagi Bram hanya menarik nafas menenangkan dirinya sendiri.


"Allea, kamu benar-benar mau cerai dari aku??" Bram duduk di ujung tempat tidur Allea.


"heum..." Allea mengangguk ragu.


"hhhhhhhaaaaah" Bram semakin menarik nafasnya.


"yasudah, sepertinya aku benar-benar melukai mu ya, sehingga kamu gak beri aku kesempatan untuk berubah," Bram mengatakannya sembari menunduk.


"ya sudah aku ga bisa ngomong apa-apa lagi Allea dan, mungkin ini karma aku." Bram bangun dari duduknya, memakai jasnya dan jam tangannya setelah selesai Bram mendekatkan wajahnya ke Allea.


"muach.." Bram mencium lembut pipi Allea,


"aku brangkat dulu yaa, jangan maen hp terus" Bram membelai rambut Allea. Allea hanya diam tak bersuara, ia terkejut akan perlakuan Bram pagi itu terhadapnya.


Beberapa jam kemudian Grace datang menjenguk Allea di rumah sakit.


"Lea.. " Grace masuk dan langsung memeluk Allea.


"Grace, makasih yaa udah datang ke sini" Allea memeluk erat Grace.


"Lea aku ke sini sebenarnya mau ngomongin masalah perceraian kamu sama Bram, kamu yakin mau gugat Bram? ga mikir mikir lagi?" pinta Grace agar Allea memikirkan lagi.


"jujur aku berat ngelepasin mas bram tapi aku tau mas Bram ga pernah menerima aku di hidupnya, karena aku tau dia lebih mencintai wanita lain di bandingkan aku, makanya aku ambil keputusan ini karena aku ga mau terus-terusan rumah tangga ku dingin seperti ini!" Allea menahan tangisnya.


"Allea, kamu baru 4 bulan menikah, kamu sudah nyerah lihat di luar sana banyak pasutri yang bertahan lebih dari kamu setahun dua tahun bahkan belasan tahun mereka benar-benar memikirkan matang matang untuk bercerai, aku cuma bisa bilang fikirkan lagi yaa" Grace menggenggam tangan Allea ia berharap Allea mengurungkan niatnya itu.

__ADS_1


Sepulangnya Grace, Allea terdiam ia memikirkan apakah langkahnya ini salah apa yang dikatakan Grace benar-benar membuat Allea berfikir berulang ulang.


"aku seperti pecundang hanya masalah seperti ini aku melepaskan rumah tangga ku sendiri, mungkin bila aku mengurungkan niat ku ini aku harus berjaga jarak sedikit dengan mas" Allea terdiam dan menarik nafas panjang, tak lama kemudian ponsel Allea berdering ia melihat siapa yang meneleponnya.


📲


"halo,"


"lagi ngapain, sudah makan belum." ternyata Bram yang menelepon Allea.


"belum, mulut ku rasanya pahit" Allea menjawab pertanyaan bram.


"sebentar lagi aku ke rumah sakit" Bram sepertinya berharap Allea meminta di bawakan sesuatu namun nihil Allea tetap diam.


" iya," Allea menjawab dengan singkat dan segera Allea menutup telepon nya.


Allea memencet tombol panggilan suster yang di pasang di samping tempat tidurnya tak lama kemudian susterpun datang.


"ada apa bu alleta?" suster tersenyum dengan ramah.


"infusku habis sus, dan apa boleh saya makan es krim?" tanya Allea.


"oh makasih yaa sus"


setelahnya suster keluar untuk mengambil infus baru untuk Allea.


"heumm minta ke siapa yaa?" fikir Allea.


"mas, aku mau es krim" Allea menulis chat ke Bram.


"ah, mungkin ga akan di balas" Allea terdiam chatnya belum di baca oleh Bram ia pun segera mengacuhkan ponselnya dan mematikan total ponselnya.


Pukul 3 sore Allea sedang tidur lelap, sayup-sayup ia mendengar suara Bram sedang menerima telepon tak jauh dari Allea.


"maaf aku ga bisa, lain kali ajah yaa" Bram menolak ajakan dari seseorang, Allea terbangun dan Bram segera menutup teleponnya.

__ADS_1


"Celine yaa?" tanya Allea ke Bram tentang siapa yang meneleponya.


"heum." Bram mengangguk.


"pergi ajah ga apa-apa kok, aku udah enakan" Allea membereskan selimutnya yang sedikit terbuka.


Bram mengampiri Allea sambil membawa sesuatu.


"ngmong apa sih, nih es krimnya" Bram memberikan sekotak es krim 3 rasa untuk alylea matanya berbinar-binar ketika melihat es krim.


"kamu suka es krim??" Bram menaruh sendok di atas es krim milik Allea.


"iyaa" Allea mulai memakan ea krim nya.


"knapa ga ngomong?" tanya Bram


"mas ga nanya dan mas juga ga peduli" allea menjawab ketus


Bram menarik tangan Allea dan mencium lembut bibir Allea, mata Allea terbelalak ia mendorong suaminya itu.


"mas apa-apaan sih" Allea menghapus bekas ciuman Bram di bibir nya.


"hahaha..segitunya sampe di hapus, kamu jijik sama aku?" Bram meledek Allea, wajah Allea memerah dan terdiam, Allea melanjutkan kembali makan es krim ya tanpa menjawab pertanyaan dari bram.


"Allea, kalau seandainya aku bisa berubah apa kamu akan mengurungkan niat kamu buat cerai?" Bram berbicara pelan pelan sembari membuka dasinya.


"ga..aku akan tetap bercerai sama mas" Allea menjawab dengan datar sambil memakan es krimnya.


"heumm sepertinya kamu sudah bener-bener yakin yaa kita akan bercerai, jujur aku ga prnh terfikir kan untuk menceraikanmu llea" Bram menoleh ke Allea.


"oh ya, mas ga terfikirkan perceraian kita mas cuma mikirin gimana caranya nyakitin aku dengan membawa celine ke dalam rumah tangga kita" Allea menjawab dengan dingin, Bram hanya menatap Allea


"Allea sejahat jahat nya manusia pasti ada sisi baiknya" Bram menatap Allea tak henti henti.


"heumm... mas aku ngantuk" Allea mengalihkan pembicaraan dan menaruh es krimnya di meja Allea mulai merebahkan tubuhnya dan tidur memebelakangi Bram. Bram hanya diam melihat Allea dan ia pun bangun lalu menyelimuti Allea.

__ADS_1


"maafin mas ya" Bram mengatakan itu sembari mencium kening Allea,


Allea hanya diam dan perlahan air matanya menetes jatuh membasahi pipi dan bantal.


__ADS_2