Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
bab 52 ~ Menikmati hari bersama ibu ~


__ADS_3

Hampir subuh Tamara baru bisa tidur,semalaman dia bercerita kepada ibunya,rasanya tidak ada habisnya cerita mereka berdua,ibunya juga demikian,dia menceritakan kelakuan tetangganya yang semakin iri kepadanya karena mereka memiliki rumah yang mewah di desa,bahkan mereka di gunjing karena masih menerima bantuan langsung tunai atau BLT dari pemerintah karena sudah memiliki rumah yang mewah.


Karena sudah tidur subuh,keesokan harinya Tamara bangun hampir siang, berbeda dengan mamanya yang tetap bisa bangun seperti biasa,mungkin karena sudah tua dia sudah malas tidur lama-lama.


"Kamu sudah bangun nak,mari makan mama sudah masak makanan kesukaan mu,kamu harus makan makanan yang sehat supaya bayinya lahir sehat."


"Iya Bu,aku mandi dulu makasih ya Bu sudah memanjakan aku."


"Iya sayang,ibu akan berusaha memberikan yang terbaik untukmu,sama seperti kamu dulu memberikan yang terbaik untuk keluarga kecil kita." Ucap Rosa,dia mulai menyendok nasi ke piring Tamara karena dia dan riski sudah makan terlebih dahulu tadi.


Setelah selesai mandi dan sudah segar,Tamara menghampiri ibunya yang sedang duduk menunggunya di dapur,semetara Riski sedang asik main game di balkon rumah.


"Sini duduk dekat ibu!!"


"Sudah lama mas Abian berangkat bu?


"Sudah dari tadi pagi,katanya hari ini dia sibuk, karena ada apa katanya tadi ibu lupa motong,entah apa itu motong ibu tidak mengerti bahasa orang kota." Ucap Rosa membuat Tamara tertawa lepas.

__ADS_1


"Hahaha...Meeting bu...Itu kayak mereka rapat gitu bu,kayak yang di balai desa itu kalau di kampung,kalau disini namanya jadi meeting." Jawab Tamara menjelaskan,dia sangat lucu mendengar bahasa ibunya,dia teringat saat-saat masih baru pertama tinggal bersama suaminya.


"Ohh....Ibu senang sekali kamu bisa menikah sama orang kota,setidaknya kamu tidak hidup seperti ibumu,selamanya tinggal di desa,setidaknya hidupmu jauh lebih baik dari ibu,semoga saja suami mu selamanya bersikap baik kepadamu dan tidak ada perubahan.


"Amin...Bu...Cuma aku sedih saja Bu,kalau ingat mamanya yang belum bisa menerima ku bu,walaupun sebenarnya dia tidak pernah jahat kepadaku tapi tidak enak rasanya melihat orang tua suami kita tidak menganggap kita ada." Ucap Tamara.


Mereka menghabiskan seharian dengan bercerita rasanya tidak ada habisnya cerita mereka berdua,hingga pada saat mereka sedang menonton tiba-tiba suara bel pintu terdengar dari luar.


Tamara sedikit takut,dia takut mama mertuanya datang dan memarahi keluarganya yang sedang mengunjunginya.Tamara berjalan ke depan lalu membuka pintu rumah,benar saja dia sudah melihat mama mertuanya berdiri di depan pintu dengan tatapan tidak suka kepadanya.


"Lama sekali kamu membuka pintu,kamu sedang tidur ya...Enak sekali kamu ya...Disaat suami kamu sedang bekerja capek-capek di luar sana kamu malah enak-enak tidur di rumah." Hardik mertuanya,membuat Tamara semakin takut.Mama mertuanya menerobos masuk ke dalam apertemen nya,hingga Tamara hampir jatuh ke samping.


"Tamara.....Kamu mencari pembantu lagi,aku kan sudah bilang kamu tidak perlu memakai jasa ART di rumah ini,sayang uang anakku,kamu bebal sekali di bilang ya,sombong sekali kamu,apa kamu tidak bisa bekerja,apa karena kamu hamil terus itu yang membuatmu jadi manja seperti ini? Sekarang usir dia dari apertemen ini,aku tidak mau kamu menghabiskan uang anakku." Ucap Mama mertuanya.Dan saat itu Riski masuk ke dalam ruangan,dia menghampiri ibunya dan berdiri di samping ibunya.


"Apa-apaan ini,siapa orang ini Tamara,kamu mengundang para fakir miskin ke apertemen ini,apa kamu tidak malu membawa orang seperti ini ke lingkungan orang kaya_


"Mama...Dia ibuku yang baru saja datang dari kampung dan yang di sampingnya adikku." Jawab Tamara,dia sudah mulai kesal mendengar ucapan mertuanya dari tadi,tidak masalah baginya mertuanya menghina dia selama ini,tapi dia sangat terluka saat mama mertuanya menghina ibunya juga.

__ADS_1


"Ooohhh...Bagus ya...Setelah kamu puas menikmati kehidupan bersama anakku,kamu memanggil ibumu juga ke apertemen ini ya...Bagus sekali,selagi bisa kamu memanfaatkan Abian mamfaatkan saja,dasar menantu miskin tidak tau diri,usir keluargamu ini dari apertemen ini,kamu pikir apertemen ini tempat penampungan,benar-benar tidak tau malu keluarga ini,kamu sengaja menjebak anakku.Sekarang usir keluargamu ini dari apertemen ini, jika kamu masih ingin tinggal disini bersama anakku." Ucap mama mertuanya,terlihat jelas kemarahan di wajahnya matanya hampir keluar saat mengucapkan kata-kata yang menyakitkan itu.Rosa dan Riski sangat ketakutan,hati mereka sangat terluka saat mendengar kata-kata menyedihkan itu.


"Tidak ma...Aku tidak akan mengusir ibuku,dia datang ke kota ini hannya ingin menemani ku untuk membeli perlengkapan calon anakku dan mas abian_


"Ohh pakai uang anakku kan...Aku tau itu,dasar manusia tiada punya harga diri,benalu l,kalau kamu tidak mau mengusir ibumu lebih baik kamu pergi dari apertemen ini dan bawa keluargamu sekalian,aku sudah muak melihat wajahmu selama ini disini." Ucapnya,hingga membuat Tamara semakin kecewa.


"Ma...Aku akan pergi dari rumah ini,jika mas Abian sudah pulang,aku tidak akan pergi jika dia belum melita ku."


"Plak...Berani sekali kamu melawanku,apa karena anakku membela mu selama ini makanya kamu berani melawan perkataan ku!!" Tamara sangat kaget saat mama mertuanya melayangkan tamparan di wajahnya,dia tidak pernah menyangka jika ibunya begitu berani memukulnya.


"Nyonya..Tolong jangan pukul anak saya,jika nyonya tidak suka,kejam sekali anda sebagai ibu mertua,bukan kah nyonya seorang wanita juga."


"Bug...Jangan mengajariku,bawa anak mu ini keluar dari apertemen ini,atau kalian ingin menantang ku,Tamara aku bisa membuat Abian membencimu dalam sekejap mata,jadi sekarang enyah dari sini sebelum kesabaranmu habis." Ucap nya,dia mendorong Rosa hingga terjungkal kebelakang, Riski dengan sigap membantu ibunya yang sedang terjatuh.


"Kakak...Lebih baik kita kembali ke desa untuk apa kamu dapat suami kaya dan baik tapi memiliki ibu yang tidak perikemanusiaan seperti ini,lihatlah cucunya yang akan lahir tapi dia tidak tega memberikan uang anaknya untuk membeli perlengkapan calon cucunya ibu macam apa dia." Ucap Riski,dia sudah sangat emosi melihat mamanya Abian.


"Iya sekarang kalian pergi dari sini!!" Ucap mamanya Abian.

__ADS_1


*** Bersambung***


__ADS_2