Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 121(season 2)


__ADS_3

Setelah Acara lamaran chaim dan Rere selesai, mama dita dan yang lainnya pada sibuk mempersiapkan acara pernikahan chaim dan Rere yang akan di selenggarakan dalam dua minggu lagi.


Semua persiapan mereka di siapkan oleh keluarga mereka berdua, Rere dan chaim hanya terima beres saja.


Semuanya sudah pada membagi tugas, mama Dita dan mama Lia, dia yang menguras WO dan baju pengantin. mereka berdua yang mengurus hal itu karena mereka tidak ingin ada kesalahan.


Sedangkan undangan di urus oleh ibu Mia dan bunda Dea, sedangkan gedung urusan keluarga mama Lia dan papa Rifky.


Hari ini Rere dan mama Lia sudah janjian dengan mama Dita akan ke butik untuk fitting baju yang mereka pakai di pernikahan mereka nanti. kali ini mereka hanya bertiga karena chaim tidak bisa ikut.


"Cello... kamu mau kembali ke kantor?" tanya mama Dita.


"Ia ma" jawab Cello.


"Mama ikut dengan kamu ya, nanti turunin mama di butik langganan kak Rere, kak Rere udah kirim alamatnya ke mama" ucap mama Dita.


"Aku udah tau alamatnya ma, dengan senang hati mamaku yang cantik" jawab Cello senang.


Akhirnya mama Dita dan Cello langsung berangkat karena Rere dan mamanya sudah di dalam perjalanan menuju butik tempat mereka janjian.


"Aku tunggu mama sampai selesai ya" ucap Cello pada mamanya.


"Tidak usah kamu lanjut aja ke kantor" jawab mama Dita.


"Pekerjaan di kantor tidak banyak ma, ada kaka tya juga" jawab Cello memohon pada mamanya.


Mama Dita akhirnya mengalah, dia tidak ingin berdebat dengan putra bungsunya itu. setibanya di butik Rere dan mamanya sudah ada, mama Dita dan Cello langsung masuk ke dalam butik.


"Selamat siang, aduh maaf aku terlambat" ucap mama Dita.


"Tidak apa-apa kok, aku dan Rere baru aja sampai" jawab mama Lia.


Tiba-tiba Ema muncul menemui mereka, karena memang Rere dan mama Lia sudah membuat janji dengan Ema.


"Selamat siang, selamat datang" ucap Ema dengan ramah.


"Siang juga mbak Ema, kami ingin melihat koleksi baju-baju pengantin mbak Ema" jawab mama Lia.


Ema sedikit terkejut melihat ada Cello bersama dengan mereka, tapi dia langsung mengalikan pikiran nya dan langsung mengajak mereka melihat koleksi bajunya.

__ADS_1


Mereka langsung menuju lantai dua, tempat koleksi baju-baju pengantin buatan Ema sendiri. mereka sedikit bingung mau ambil yang mana karena semuanya bagus-bagus.


Ema mempersilahkan Rere untuk memilih dan mencoba nya, mana yang menurut dirinya cocok dan sesuai dengan keinginan nya.



Mama Dita yang kagum dengan hasil karya Ema sendiri, dia tidak menyangka kalau Ema yang masih berumur 23 tahun bisa mempunyai butik sebagus ini.


"Wa.. tante salut sama kamu, masih mudah tapi sudah bisa punya butik sendiri, apa lagi hasil karya kamu bagus-bagus semua" puji mama Dita.


"Terimakasih, ini saya masih banyak belajar juga kok buk" jawab Ema merendah.


"Tidak usah panggil ibu, panggil tante aja biar akrab" jawab mama Dita.


Setelah memilih dan mencoba beberapa baju akhirnya Rere sudah mendapatkan yang sesuai dengan keinginan nya.


Mama Dita dan mama Lia sangat suka dengan baju pilihan Rere, mereka akhirnya kembali ke lantai dasar di mana Cello menunggu mereka.


"Baik lah tante besok baru bajunya di kirim ya di alamat yang biasa kan?" tanya Ema pada mama Lia.


"Ia sayang" jawab mama Lia.


Dan mereka tidak akan pusing mencarinya karena di butik Ema semuanya ada, kedua calon besan itu tidak sadar umur, mereka bercanda seperti saat mereka masih mudah dulu.


Sedangkan Rere sudah duluan pamit karena dia mau kembali ke kantornya, karena masih ada pekerjaan yang harus dia selesai kan sebelum mengambil cuti.


Setelah semua urusan mereka selesai, Dita dan Lia langsung pamit pada Ema.


"Kami pamit dulu ya nak" ucap mama Dita pada Ema.


"Ia tante, terimakasih sudah mampir di butik sederhana saya ini" ucap Ema merendah.


"Sederhana apanya, butik kamu bagus begini kok, koleksi juga mewah" puji mama Dita kembali. mama Lia hanya mengangkat jempolnya pada Ema.


Cello kali ini banyak diam, dia hanya mencuri-curi pandang ke Ema, Sedangkan Ema sangat cuek padanya. tapi bagi Cello itu tidak masalah asalkan dia bisa bertemu dengan Ema.


Setelah pamit akhirnya mereka bertiga meninggalkan butik milik Ema, karena Rere sudah kembali ke kantornya terpaksa Cello dan mama Dita mengantar mama Lia dulu ke rumahnya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


Dan kabar pernikahan Chaim yang akan di selenggarakan dalam dua minggu lagi, sudah di ketahui rekan kerjanya, banyak yang penasaran dengan calon istri nya, tapi Chaim masih merahasiakan calon istrinya itu.


Karena selama ini mereka tidak pernah melihat chaim jalan dengan perempuan, dan hanya satu perempuan yang sering datang ke kantor mencari Chaim, yaitu Devi.


"Saya penasaran dengan calon istrinya pak Chaim, soalnya selama ini saya tidak pernah melihat pak Chaim jalan dengan perempuan" ucap Roy pada rekannya yang lain.


"Saya juga, cuma nona Devi yang sering datang ke sini dan selalu di usir oleh pak Chaim" jawab yang lainnya.


Mereka nongkrong sambil bergosip, mereka tidak menyadari kalau Chaim mendengar obrolan mereka, tapi Chaim dan John hanya diam mendengar mereka bergosip.


Chaim yang hanya tersenyum mendengar roy dan yang lainnya membahas dirinya.


"Asik aja ngobrol nya, bahas apa sih" tanya irwan pura-pura tidak melihat Chaim dan John lagi berdiri di belakang mereka.


"Dari mana pak Irwan?" tanya Roy.


"Biasa baru pulang beli rokok, bahas apa sih kok kayaknya serius banget" lanjut Irwan kembali.


"Ini pak, kamu lagi penasaran dengan calon istri pak Chaim, karena selama ini kan pak Chaim tidak pernah jalan dengan perempuan lain" ucap Roy.


Emmm...


Semuanya kaget dan. langsung menoleh ke belakang mencari sumber suara tersebut, dan semuanya langsung kaget karena di belakang mereka ada Chaim yang lagi asik berdiri bersandar di tembok.


"Aduh Maaf Pak, kami tidak tau kalau ada pak Chaim di belakang kami" ucap Roy sambil meminta maaf.


John dan Irwan hanya tertawa terbahak-bahak, karena rekan-rekannya semua pada kaget dan pucat pasi, karena omongan mereka di dengar langsung oleh Chaim.


"Sekali lagi kami minta maaf ya pak" ucap yang lainnya.


"Ia tidak apa-apa kok, kalau kalian penasaran dengan calon istri saya, sabar dulu pasti kalian akan tau sendirinya" jawab Chaim dengan ramah pada rekan-rekannya kerjanya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Maaf ya kalau cerita garing πŸ™πŸ™πŸ™


Kalau suka, aku tunggu like dan komentar nya ya kakak- kakak yang baik hati.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡Bersambung πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡

__ADS_1


__ADS_2