Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 77


__ADS_3

Kini Sesil sudah di bandara di antar oleh papi dan maminya, dia akan kembali ke Inggris, di sana dia akan memulai hidup barunya, dia akan bekerja di sana.


Saat di bandara dia tidak sadar kalau ada seseorang yang memperhatikan dirinya, setelah berpamitan kepada mami dan Papinya Sesil langsung masuk ke ruang tunggu karena tidak lama lagi pesawat yang di la tumpangi akan berangkat.


Saat sudah naik ke pesawat laki-laki itu juga ternyata satu pesawat dengan Sesil, dia tersenyum kecut melihat Sesil dari belakang.


Laki-laki itu adalah Zico, laki-laki yang ingin Sesil hindari, tapi sayang tanpa sadar kalau dia malah satu pesawat dengan Zico, mereka sama-sama akan terbang ke Inggris.


"Wanita itu untuk apa ke Inggris?" batin Zico.


💞💞


Sesuai dengan janji Davin kalau dia akan bertemu dengan kedua orang tuanya, untuk membicarakan tentang pernikahan nya dengan Dea.


Siang ini Davin dan Dea sudah berada di rumah mama Metha dan juga papa Lukman, di sana juga sudah ada Adit dan istrinya Dita.


Mereka semuanya sudah berkumpul di rumah keluarga, mereka berbincang-bincang sambil menikmati minuman dan juga cemilan yang di sediakan oleh pelayan di rumah orang tua mereka.


"Bagai mana rencana pernikahannya kamu nak?" tanya papa Lukman pada Davin.


"Belum tau pa, makanya Davin DNA Dea ke sini untuk meminta pendapat papa dan mama" jawab Davin.


"Kalau papa sih, lebih cepat lebih baik, jangan lama-lama tidak bagus nak".


"Tapi bagai mana pa, pekerjaan menunggu di kantor" Jawab Davin kembali.


"Ambil cuti dulu toh, kakak kamu pasti mengerti" ucap mama Metha pada Davin.


"Soalnya bang Adit sudah banyak berkorban untuk saya ma, makanya saya tidak mau meninggalkan bang Adit menyelesaikan sendiri pekerjaan kantor" jelas Davin.


"Pokoknya mama tidak mau tau, kalian berdua harus segera menikah dalam Minggu ini, semua persiapan kamu nanti mama yang urus, kalian hanya terima beres saja" tegas mama Metha.


"Betul ma, nanti juga Dita bantu mama, bagai mana mama setuju?" tanya Dita pada mamanya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa yang penting kamu tidak terlalu capek" bukan mama Metha yang menjawab tapi Adit suaminya.


"Ok kita lakukan saja di hari Sabtu, bagai mana?" tanya Dita kembali.


"Mama setuju, tinggal kamu Davin dan Dea apa setuju dengan usulan kakak kalian?"


"Kalau Dea sih, setuju-setuju saja, mana yang terbaik" ucap Dea.


Setelah menentukan tanggal dan hari nya, akhirnya mereka semua sepakat di laksanakan di hari Sabtu depan.


Dea juga sudah di minta oleh mama Metha tinggal di rumah mereka, agar gampang saat mereka pergi mengurus ini dan itu, tentu saja hal itu di sambut baik oleh Dita.


Dea juga tidak berat dengan hal itu, apa lagi sekarang Dea dan Dita sudah sangat akrab, apa lagi mereka berdua sama-sama ramah pada semua orang.


"Wa wa wa, anak menantu mama dua-duanya di awali dengan huruf D ya" ucap papa Lukman.


Mereka semuanya saling lirik, mereka baru sadar hal itu, semuanya langsung tertawa karena perkataan papa Lukman.


"Udah dulu ngobrolnya kita makan siang dulu" ajak mama Metha.


Mereka akhirnya makan bersama mereka makan di selingi obrolan-obrolan santai, Dea yang baru mau bergabung dalam keluarga Davin sangat bahagia karena dia bisa di terima dengan baik.


Dea sangat bersyukur bisa mendapatkan jodoh seperti Davin, apa lagi orang tua Davin sangat baik padanya, mereka tidak membeda-bedakan antara Adit dan Davin.


Keharmonisan inilah yang di impikan Dea selama ini, tapi sayang semenjak ibu kandungnya meninggalkan Dea sudah tidak merasakan hal itu.


Dea malah kabur dari rumah karena di jodohkan oleh ibu tirinya dengan laki-laki yang sudah beristri.


"Beruntung juga aku kabur dari rumah, karena aku bisa bertemu dengan Davin dan juga keluarganya, mereka sangat baik padaku". batin Dea.


Setelah semuanya selesai makan siang, Dea langsung merapikan meja di bantu oleh Dita, Dea juga mau mencuci piring tapi di larang oleh sang bibi.


Dengan berat hati akhirnya Dea kembali ke ruang keluarga bergabung dengan yang lainnya. tiba-tiba Dita datang memanggil dia dan mengajaknya ke halaman belakang, mereka berdua akhirnya ke halaman belakang untuk mengobrol.

__ADS_1


"Besok kamu dan Dea ikut mama ke butik untuk mencari baju saat kalian menikah nanti" ucap mama Metha pada Davin.


"Dan kalian juga tidak usah kembali dulu ke apartemen, kamu kan punya kamar di sini dan Dea nanti tidur di kamar tamu" lanjut mama Metha.


"Biar Dea saja yang tinggal di sini ma, Davin kembali ke apartemen saja" tolak Davin.


"Ya terserah kamu, mama tidak bisa memaksa kamu, tapi kalau kamu habis menikah kamu tinggal di sini sampai kamu dapat rumah" ancam mama Metha kembali.


"Tapi ma, Davin punya apartemen" ucap Davin kembali.


Davin kembali membujuk sang mama, agar dia dan Dea nantinya bisa tinggal di apartemennya seperti Adit dan Dita, mereka memilih untuk hidup mandiri .


"Tenang saja ma, Adit sudah membeli rumah dekat sini, untuk aku dan juga Davin, aku sengaja membelinya dekat dengan rumah mama" jelas Adit padanya.


Ia kah nak, kok kamu nggak bilang-bilang sih?" tanya mamanya dengan kegirangan.


"Ia ma, tapi masih tahap renovasi, Dita juga belum mengetahui hal ini, Adit sengaja tidak memberitahukan padanya agar menjadi kejutan nantinya" jelas Adit kembali.


Tiba-tiba Dita dan Dea kembali ke dalam ruang keluarga di mana yang lainnya pada kumpul, Adit tidak melanjutkan ceritanya karena Dita sudah duduk manis di sampingnya.


Malam ini Dea sudah tinggal di rumah orang tua Davin, sore tadi dia sempat pulang ke apartemen Davin tapi hanya datang mengambil baju-bajunya.


Setelah semuanya siap akhirnya Dea kembali ke rumah calon mertuanya di temani oleh Davin .


Tapi malam ini juga Davin akan menginap di rumah orang tuanya, dia sudah lama tidak pernah menginap di rumah ini.


Dia sering datang tapi hanya datang menjemput Adit. mama Metha sangat bahagia karena kedua putranya juga kedua menantunya akan menginap di rumahnya.


"Mama tidak percaya kalau kita berkumpul semuanya seperti ini, mama sangat bahagia" ucap mama Metha.


"Sama ma, Dita juga bahagia sekarang Dita sudah punya adik lagi, bisa temani Dita jalan-jalan dong, karena saat ini mbak Mia tidak bisa ngapa-ngapain karena dia sedang hamil" ucap Dita.


💞💞💞

__ADS_1


💞💞💞💞 Bersambung 💞💞💞💞


__ADS_2