Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 99


__ADS_3

Kebahagiaan Adit dan Dita tidak bisa di ungkapkan lagi, apa lagi kelahiran anak pertama mereka yang berjenis kelamin laki-laki.


Hari ini Dita sudah di perbolehkan oleh dokter pulang ke rumah, bunda Astrid dan Adit sudah merapikan barang-barang mereka, Davin juga sudah datang menjemput mereka.


Tapi kali ini mereka tidak akan pulang ke rumah orang tua Adit dan atau Dita, tapi mereka akan pulang ke rumah mereka sendiri, Adit sudah membicarakan dengan orang tua mereka, walaupun melewati perdebatan yang panjang akhirnya bunda Astrid dan juga mama Metha mengisikan mereka tinggal di rumah barunya.


"Semuanya sudah beres?" tanya Adit yang baru kembali membayar administrasinya Dita.


"Ia nak, semuanya sudah beres, ayo kita pulang" ucap bunda Astrid.


Adit mendorong Dita dengan kursi roda, bunda Astrid menggendong cucunya sedangkan Davin membawa barang-barang mereka.


Di rumah baru Adit dan Dita, yang lainnya sudah berkumpul, mereka mendekorasi ruangan tamu untuk menyambut keluarga baru mereka.


"Sudah tidak ada lagi kan yang ke tinggalan?" tanya Adit.


"Sudah tidak ada, semuanya sudah di dalam mobil" jawab Davin.


Akhirnya Adit masuk ke dalam mobil di susul oleh Davin, mereka langsung meninggalkan halaman parkir rumah sakit, dan langsung menuju rumah mereka.


Saat memasuki kompleks perumahan Dita sedikit heran karena mereka melewati rumah orang tuanya.


"Kok lurus aja, rumah mama dan bunda kan sudah lewat" ucap Dea heran.


"Tenang aja sayang, ini kejutan buat kamu" jawab Adit sambil tersenyum kepada istri nya.


Tidak lama akhirnya mobil mereka belok masuk ke halaman rumah, Dita masih heran karena selama ini dia tidak pernah mengetahui tentang rumah yang mereka datangi.


Saat mobil sudah berhentilah dengan sempurna, Adit segera turun membuka pintu mobil untuk mertuanya dan juga membantu istrinya turun dari mobil. Dita yang masih sedikit heran hanya mengikuti mereka saja.


Saat sampai di depan pintu, mereka langsung di sambut oleh keluarga mereka yang lain.


"Selamat datang baby boy dan juga mak nya" ucap Dea.


"Ayo masuk, anggap aja rumah sendiri" sambung Rio


"Ayo masuk sayang, ini rumah kita, aku sengaja tidak bilang ke kamu agar menjadi kejutan" ucap Adit.

__ADS_1


Dita langsung menatap sang suami, dia betul-betul terkejut karena selama ini suaminya tidak pernah membahasnya, jangankan suaminya keluarganya pun tidak pernah ada yang bilang.


Kali ini yang menjadi pusat perhatian adalah anak mereka, Dea dan Mia bergantian menggendong mereka, Rio juga tidak mau ketinggalan untuk menggendong ponakan gantengnya itu, hanya Davin yang tidak berani menggendong nya.


"Wa ponakan aku ganteng banget seperti omnya" ucap Rio sambil menggendong ponakannya itu.


"Enak aja, dia ganteng kayak bapaknya" jawab Dita tidak mau kalah.


"Kamu udah punya nama buat dia?" tanya ayah romi pada Adit.


"Sudah ada ayah, namanya Chaim Devano Mahesa" jawab Adit.


"Waow nama yang sangat bagus, cocok buat cucuku yang ganteng ini" ucap bunda Astrid.


Yang lainnya pada asik berkumpul di ruang keluarga, tapi tidak dengan Dea, dia lagi asik menyiapkan makan siang di bantu oleh bibi Yos, ya tadi mama Metha


mengajak bibi Yos untuk membantu mereka di rumah baru Adit dan Dita.


Dea dan bibi Yos lagi asik masak di dapur, tiba-tiba Mia juga ikut bergabung membantu mereka untuk menyiapkan makan siang mereka.


Setelah semuanya sudah siap, kini Dea langsung menuju ruang keluarga untuk memanggil yang lainnya untuk makan siang, sedangkan Dita dia sudah berada di dalam kamar bersama dengan baby Chaim.


"Anak mama anteng banget tidurnya" ucap Dita pada anak nya.


Tidak lama Adit masuk ke kamar mereka, dia menghampiri anaknya yang asik tidur di dalam box nya,


"Anak papa belum bangun ya, ayo bangun jangan bobok terus dong" ucap Adit pada anaknya.


"Jangan di gangguin nanti dia rewel" cegah Dita pada suaminya.


"Tapi aku gemas loh sayang, aku mau gendong dia" jawab Adit pada istrinya.


"Nanti kamu dia bangun, nanti rewel" ucap Dita.


Adit akhirnya mengalah dan dia hanya duduk di samping box sambil menatap anaknya.


"Sayang kamu tidak makan, ayo kita makan dulu biar mama atau bunda yang jaga baby boy di sini" ucap Adit kembali pada istrinya.

__ADS_1


"Ia sayang, aku juga udah lapar" jawab Dita.


Adit akhirnya menuntun Dita keluar kamar karena Dita masih merasakan sedikit sakit pada bagian tertentu, sesampainya di ruang keluarga, Adit meminta tolong pada mamanya untuk menjaga si dedek boy, karena mereka berdua mau makan siang.


Hari ini mereka semua akan menginap di rumah Dita, kebahagiaan mereka tidak bisa di ungkapkan lagi, apa lagi tidak lama lagi Mia juga akan melahirkan anak pertama mereka.


❀❀❀


Rian beberapa kali meminta Sesil untuk bertemu dengannya, walaupun Sesil selalu menolak dengan banyak alasan. tapi rian juga tidak kehilangan akal, hingga akhirnya Sesil mengalahkan dan bersedia menemuinya.


Mereka berdua sudah janjian di sebuah care yang ada di salah satu mall, Rian yang begitu antusias ingin bertemu dengan Sesil.


Rian ingin sekali menjemput Sesil langsung ke rumahnya tapi Sesil menolaknya, dengan terpaksa Rian menunggunya di cafe tempat mereka janjian, sudah hampir tiga puluh menit Rian menunggu akhirnya Sesil datang.


"Maaf yang kalau saya sedikit terlambat" ucap Sesil pada Rian.


"Oh tidak apa-apa, santai saja kamu datang aja saya sudah merasa senang" jawab Rian.


"Oh ya, ada perlu apa sampai kamu ingin bertemu dengan saya" tanya Sesil pada Rian.


"Oh nanti saya jawab kita pesan makanan dulu ya" ucap Rian, tidak lama pelayanan cafe datang membawa daftar menu, mereka berdua langsung memesan makanan dan minuman yang mereka inginkan.


"Setelah memesan makanan dan minuman, Sesil kembali bertanya pada Rian, membuat Rian terpaksa jujur pada perasaannya selama ini. Sesil hanya diam mendengar penjelasan Rian, dia juga tau diri kalau dirinya sekarang sudah tidak utuh lagi, dan nggak mungkin ada laki-laki lain yang mau pada-Nya.


"Tapi kamu belum tau tentang pribadi saya, saya tidak ingin kamu kecewa dengan saya" jawab Sesil.


"Emangnya kamu kenapa? sampai saya harus kecewa dengan kamu?" tanya Rian sambil menatap mata Sesil.


"Maaf saya senang kalau ada yang suka dengan saya, tapi saya tidak bisa, saya tidak mau kamu kecewa dan langsung meninggalkan saya" jawab Sesil.


Tidak lama pesanan mereka akhirnya datang juga, mereka berdua kembali diam, setelah si pelayan itu pergi barulah mereka berdua kembali mengobrol, walaupun Rian sedikit mendesak Sesil, dan mencari alasan kenapa dia tidak harus kecewa kalau dia bersama Sesil.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Hai kembali lagiπŸ˜‚ jangan pernah bosan dengan cerita abal-abal ku.


Jangan lupa meninggalkan jejaknya lewat like dan komentar nyaπŸ™πŸ€—πŸ˜†

__ADS_1


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜Bersambung πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2