Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 102


__ADS_3

Setelah konsultasi dengan dokter ternyata kehamilan Dea sudah berumur satu bulan, saat pulang ke rumah Davin tidak henti-hentinya mencium tangan Dea di atas mobil.


"Terimakasih sayang, akhirnya apa yang kita tunggu selama ini akhirnya terwujud juga" ucap Davin


"Ia kak, aku juga bahagia akhirnya bisa hamil juga, apa lagi saat melihat Chaim aku jadi ingin punya anak, dan akhirnya terkabulkan juga" jawab Dea bahagia.


Kebahagiaan mereka berdua tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata, penantian yang panjang akhirnya terbayar juga, Davin dan Dea kini sudah tiba di rumah mereka, setelah membersihkan diri mereka berdua ke rumah Adit dan Dita karena mama Metha dan papa Lukman masih ada di sana.


"Bagai mana sayang, apa kata dokter" tanya mama Metha.


"Ya kandungan nya baik-baik aja ma, dan usianya juga udah satu bulan" jawab Dea.


"Hore akhirnya Chaim akan punya adik lagi" jawab Dita sambil menggendong anaknya.


"Dek aku harap kamu ngidam yang aneh-aneh biar Davin si gunung es kewalahan memenuhi kemauan kamu" sambung Dita tertawa.


"Mentang-mentang nggak merasakan ngidam, tapi biasanya anak ke dua yang ngidamnya aneh-aneh" jawab Dea, menakut-nakuti Dita.


"Jangan begitu dong dek, semoga tidak mengalami yang begituan deh" jawab Dita.


Mereka asik mengobrol, tidak lama bibi Yos datang untuk memberitahukan kalau makan malam sudah siap, semuanya akhirnya berdiri dan menuju meja makan, tapi sayangnya Dea tidak bisa mencium bau nasi, dia hanya bisa makan sayur dan buah-buahan.


"Parah ngidamnya kamu dek, nggak bisa cium nasi, kalau aku dulu nggak bisa cium mau amis" ucap Dita.


"Ini masih lumayan bisa makan sayur dan buah, kadang orang tidak bisa makan apapun, setiap makan pasti keluar" jelas mama Metha.


Sehabis makan malam, mereka kembali berkumpul di ruang keluarga, mama Metha mengambil alih baby Chaim, mama Metha meminang-minang cucu pertamanya itu.


Tidak lama akhirnya cucunya tertidur, Mama Metha langsung membawa nya masuk ke dalam kamar dan menidurkan nya di dalam boxnya.


"Chaim udah tidur ma?" tanya Adit.


"Ia dia udah tidur pulas di dalam kamar" jawab mama Metha.


Tanpa menjawab Adit langsung menyusul masuk ke dalam kamar mereka, sesampainya di kamar Adit mengangkat anaknya dari dalam boxnya dan menidurkan di ranjang mereka. karena Adit mau mereka bertiga tidur di satu tempat tidur.


"Loh kok dedek di tempat tidur sayang?" tanya Dita saat masuk kamar.


"Biar sayang, kita tidur bertiga aja, agar kalau kamu kasih asih nggak ribet" jawab Adit.


Dita hanya mengangguk setuju dengan ide suaminya, dan mulai malam ini mereka sudah satu tempat tidur, baby Chaim tidur di antara mama dan papanya.

__ADS_1


Sedangkan Dea dan Davin kembali ke rumah mereka, yang tinggal di rumah Dita hanya mama dan papa mereka, tapi besok mama dan papanya akan kembali ke rumah mereka, sedangkan orang tua Dita sudah kembali ke rumah mereka.


"Sayang, apa kamu tidak lapar, karena kamu tidak makan nasi tadi" tanya Davin pada istrinya.


"Nggak kak, aku udah kenyang karena tadi makan sayur dan buah, karena cuma itu yang mau turun aku makan" jawab Dea.


Davin langsung memijit pundak istrinya dengan penuh kasih sayang, Davin sudah mulai menunjukan perhatiannya pada Dea, tapi itu hanya untuk istrinya tapi kalau di luar dia tetap Davin yang dingin.


🌷🌷


Yudi juga sudah tidak sendiri lagi, dia sudah mendapatkan wanita yang bisa menerimanya dengan sepenuh hati, menerima segala kekurangannya, Yudi juga sudah mendapat kabar kalau sahabatnya Sesil akan menikah, dia sangat senang akhirnya sahabatnya itu juga akan mendapatkan pendamping hidup.


Yudi berencana akan kembali ke jakarta untuk menghadiri pernikahan sahabatnya itu, dia juga sudah membicarakan nya pada istrinya.


Pernikahan Rian dan Sesil akan di gelar bulan depan tapi ibu Rian dan juga mami Sesil sudah mulai mempersiapkan keperluan mereka, mulai dari undangan, gedung, dan lainnya lagi.


Walaupun Rian dan Sesil ingin mengadakan dengan sederhana tapi ibu dan mami mereka tidak mau, karena ini pernikahan pertama bagi mereka apa lagi Sesil anak satu-satunya.


Dengan terpaksa mereka berdua mengikuti keinginan orang tua mereka, karena Rian juga ingin membahagiakan ibunya.


"Ya udah aku ikut saja, mau gimana lagi kalau ibu negara sudah bicara" ucap Rian pada ibunya.


"Ok yang penting gedung dan lainnya ibu yang bayar" ucap Rian bercanda.


"Ia nanti ibu yang bayar, ibu tidak takut, karena baju pengantin dan lainnya di tanggung oleh calon mertua kamu" jawab ibunya sambil tertawa.


Rian hanya geleng-geleng kepala, mendengar jawaban ibunya, dia tidak menyangka kalau ibunya itu satu server dengan maminya sesil, tak lain calon mertuanya.


Setelah selesai mengobrol dengan ibunya Rian langsung pamit ke kamar nya untuk istirahat, karena dia sangat lelah apa lagi persiapan pernikahannya yang menurut dia sangat rempong.


"Kamu mau ke mana?" tanya ibunya.


"Aku mau istirahat ibu, aku capek" jawab Rian.


Ibunya hanya mengangguk kan kepalanya dan kembali sibuk dengan gambar-gambar gaun yang di kirim oleh calon besannya, yang menikah adalah anak-anak mereka tapi yang paling antusias merekalah berdua.


🌷🌷


"Sayang kamu makin bulat ya dilihat sekarang" ucap Rio pada istrinya.


"Gimana nggak bulat kalau aku lagi hamil, asal ngomong aja kamu ya" jawab Mia sedikit emosi.

__ADS_1


Rio hanya tertawa mendengar jawaban Mia, dia berhasil menggoda istrinya, memang Mia selama hamil berat badannya juga semakin bertambah, itu yang membuat tubuhnya kelihatan bulat.


"Sayang, nanti kamu mau melahirkan norma atau caesar?" tanya Rio kembali.


"Selagi bisa normal ya aku mau melahirkan normal" jawab Mia.


"Tapi apa kamu kuat, karena badan kamu besar sekali" ucap Rio kembali menggoda Mia.


Tidak ada jawaban dari Mia, dia langsung membaringkan tubuhnya, dari pada duduk mengobrol dengan Rio yang hanya bisa memancing emosi.


Rio juga akhirnya ikut membaringkan tubuhnya di samping Mia, dia memeluk istrinya itu agar istrinya tidak ngambek lagi, tidak lama akhirnya mereka sudah masuk ke dalam alam mimpi mereka masing-masing dengan tangan Rio masih melingkar di atas perut istrinya.


🌷🌷🌷


Baby Chaim sangat enteng tidur di antara kedua orang tuanya, Dita yang belum tidur hanya memperhatikan kedua laki-laki hebat yang hadir dalam kehidupannya, dia bersyukur di berikan suami kayak Adit, walaupun awalnya mereka di jodohkan tapi itu tidak membuat keharmonisan dalam keluarga mereka berkurang.


Pacaran setelah menikah itu lah yang mereka jalani berdua, saling mengenal satu sama yang lainnya, kebahagiaan Dita bertambah saat kelahiran putra pertama mereka.


Cucu pertama buat bunda dan ayahnya, begitu juga bagi mama dan papa mertuanya, kasih sayang yang penuh Dita dapatkan dari suaminya.


🌷🌷🌷


Hai kakak-kakak yang baik hati, maaf karena cerita ini aku END sampai di sini dulu cerita tentang Adit, Dita dan yang lainnya.


Tapi nanti aku akan membuat cerita dari anak-anak mereka, tapi untuk saat ini aku mau fokus pada cerita Ketulusan cinta, bagi kakak-kakak yang sudah membacanya pasti tahu lah.


Maaf kan aku kalau ada penulis yang tidak sesuai, karena ini novel pertama aku, dan aku juga masih banyak belajar dari para author yang lainnya.


Terimakasih buat parah teman-teman author yang selalu mendukung dan mengajari aku dengan sabar, terimakasih kasih banyak buat parah pembaca yang setia, yang sudah memberikan dukungannya selama ini.


Maaf kalau endingnya tidak sesuai dengan ekspetasi kalian semuanya, karena aku hanyalah pengarang novel rengginang 🀣🀣.


Sekali lagi terimakasih semuanya dan jangan lupa singgah di cerita aku yang berjudul **ketulusan cintaπŸ™πŸ™πŸ€—.


Aku mau tanya ni kakak-kakak ku yang baik hati, apa season duanya aku lanjut di sini atau bagai mana? terimakasih aku tunggu masukannya.


Terimakasih dan salam hangat dari author rengginang kayak akuπŸ€—πŸ™πŸ™


By : Normal.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•EndπŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•**

__ADS_1


__ADS_2