Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 84


__ADS_3

Malam ini semuanya telah berkumpul di rumah keluarga papa Lukman, davin juga menginap di sini, padahal dia berencana pulang ke apartemen bersama calon ayah mertuanya tapi di larang oleh mama Metha dan papa Lukman.


Kini semuanya sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam, di atas meja tersaji berbagai macam makanan ada makanan favorit Adit dan juga Davin, mama Metha sengaja menyajikan makan favorit anak-anaknya.


Apa lagi anak bungsunya tidak lama lagi akan mengganti status dari bujang menjadi suami, walaupun Davin hanya anak angkat mereka tapi mama Metha dan papa Lukman tidak membedakan Davin dan Adit, dua-duanya di perlakuan sama-sama adil.


Hanya terkadang Davin menangis mereka dengan sebutan tuan dan nyonya, itu yang kadang membuat mama Metha marah pada Davin.


Apa lagi kalau di tempat umum, Davin akan memanggilnya nyonya, tidak pernah memanggil dirinya dengan sebutan mama.


Setelah selesai makan malam mereka kembali berkumpul di ruang keluarga, tapi tidak dengan Davin, dia memilih naik ke balkon lantai dua untuk menikmati sebatang rokok.


Tidak lama Adit juga datang, dia duduk di samping Davin dan sama menikmati rokok. Adit dan Davin memang merokok. tapi Adit sudah mulai mengurangi rokok kecuali kopi.


"Bagai mana persiapan kamu? apa kamu udah sia?" tanya Adit pada Davin.


"Ia sudah" jawab Davin singkat dan padat.


Adit hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban adiknya itu, Adit tau betul karakter Davin jadi dia tidak heran lagi.


"Abang cuma berharap kamu bisa merubah sikap dingin kamu itu, kasian istri kamu nantinya" lanjut Adit.


"Dea taukan karakter aku bagai mana, dan dia harus terima dengan sikap aku begini, aku juga bingung, aku mau ubah bagai mana, emang dari sananya begini" jelas Davin pada Adit.


"Ya abang berharap Dea tetap menjadi Dea yang sekarang, yang bisa menerima sikap kamu yang dingin ini".


Obrolan mereka berdua ternyata di dengar oleh dita dan Dea, mereka berdua menguping apa yang di bahas Adit dan Davin.


" Mbak udah deh, nanti kita di lihat abang Adit atau kakak Davin mereka marah lagi" ucap Dea.


"Tidak akan dek, mereka asik ngobrol kok" jawab Dita.


"Tapi kak, kakak kan lagi hamil, tidak bagus bagi perkembangan bayi kak, nanti anak kakak suka menguping lagi" jelas Dea.


"Amit-amit deh, semoga jangan lah dek" ucap Dita. Dea hanya tertawa mendengar ucapan sangat kakak ipar.


Akhirnya Dita dan ikut Dea memutuskan masuk ke dalam kamar Dea. mereka berdua asik mengobrol, sampai-sampai Adit mencari Dita karena dia tidak ada di dalam kamarnya.

__ADS_1


Tidak lama Dita kembali ke kamarnya karena sudah merasa ngantuk, saat sampai di kamar dia sudah melihat badut lagi duduk di atas sofa kamar mereka,


"Mas udah dari tadi di sini? " tanya Dita.


"Ia, kamu dari mana?".


" Dari kamar Dea, biasa lagi curhat-curhatan" jawab Dita pada suaminya.


setelah Dita ganti baju dengan baju tidur, dia segera menyusul Adit yang sudah berbaring di tempat tidur. Adit mengusap perut Dita dengan lembut.


"Anak papa, udah bobok belum, papa kangen deh sama dedek" ucap Adit sambil mencium perut Dita.


Dita hanya tersenyum melihat tingkat suaminya itu, tiap malam pasti Adit begitu, mengajak sangat anak bicara walaupun masih di dalam rahim Dita.


Perhatian kecil yang selalu Adit berikan kepada Dita, membuat Dita sangat bahagia, dan selalu bersyukur bisa di nikahi laki-laki seperti Adit, walaupun mereka dulu hanya di jodohkan.


πŸ’•πŸ’•


Malam telah berganti pagi, Dea sudah bangun dan segera turun ke lantai bawah untuk membuat sarapan, di bawa sudah ada bibi menyiapkan bahan-bahan makanan mau di masak untuk sarapan pagi.


"Nggak apa-apa mbak, biar bibi bantu karena sudah ada bibi Yos yang mengerjakan yang lainnya.


" Ok, dari bibi aja deh" ucap Dea tersenyum.


Dea dan bibi Ani asik memasak di dapur, sedangkan bibi Yos memberikan rumah, sebelum yang lainnya pada bangun.


"Mbak, kenapa mbak cepat sekali bangun, ini masih jam lima loh mbak?" tanya bibi Ani pada Dea.


"Udah terbiasa di kampung bibi, aku kan anak kampung bukan anak kota" Jawab Dea tertawa.


"Tapi mbak Dita juga begitu, tapi sejak hamil terkadang moodnya mbak Dita berubah-ubah" ucap bibi Ani sambil menggoreng ayam.


"Ada yang gosip aku ni" sambung Dita yang tiba-tiba muncul di dapur.


"Aduh ada mbak Dita maaf ya mbak?" ucap bibi Ani tidak enak pada Dita.


"Santai aja bibi, aku tidak marah kok, emang kenyataannya begitu" jawab Dita sambil memeluk bibi Ani dari belakang.

__ADS_1


Semau orang yang tinggal di rumah keluarga papa Lukman tidak ada jarak, semuanya sudah di anggap keluarga. seperti juga di rumah keluarga Ayah Romi.


Makanya semua anak-anak mereka selalu rendah hati kepada siapa saja, apa lagi orang yang ada di dalam rumah mereka, karena dari kecil mereka didik untuk saling menghargai dan selalu rendah hati pada semua orang.


Dita juga sudah ikut bergabung dengan Dea dan bibi Ani, mereka bertiga memasak sambil bercanda gurau satu sama lainnya. tiba-tiba Davin datang untuk membuat kopi.


"Nanti aku yang buat kak, kamu kembali aja ke ruang keluarga" ucap Dea.


"Tidak apa-apa kamu kerja yang lainnya saja" tolak Davin.


"Davin... dengar dong apa yang Dea bilang" lanjut Dita.


"Ia nona, maaf" ucap Davin


"Nona terus, udah berapa kali aku bilang jangan panggil nona, panggil Dita saja" ucap Dita karena kesal di panggil nona terus oleh Davin.


"Ia maaf mbak" ucap Davin kepada Dita.


"Ok ini yang terakhir aku dengar kamu memanggil aku dengan sebutan nona ok" tanya Dita kembali pada davin.


Davin hanya mengangguk mengerti, dan langsung pamit dan menuju teras depan untuk menikmati kopi yang Dea buatkan padanya.


Teras tempat ternyaman buat Davin saat menikmati kopi karena dia juga pasti merokok, dia tidak mau merokok di dalam rumah, kecuali kalau dia di apartemen nya pasti dia merokok di ruang tamu.


Tidak lama ayah Dea datang bergabung dengannya, Davin hanya tersenyum melihat ayah mertuanya duduk di sampingnya, tiba-tiba Davin kembali masuk ke dalam rumah, meminta Dea membuat teh untuk ayah mereka, setelah selesai Dea langsung mengantarnya ke teras karena ayahnya ada di sana bersama Davin.


"Ayah titip Dea sama kamu ya nak, ayah sangat senang akhirnya Dea bisa mendapatkan laki-laki buang tepat buat dia" ucap ayah memecahkan keheningan.


"Ia ayah" Lagi-lagi jawaban singkat dan padat keluar dari mulut Davin.


Sang ayah hanya tersenyum mendengar jawaban Davin, dia mengerti dengan sifat calon anak menantunya itu.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Hai kakak-kakak aku yang baik hati, kakak terlove ku, jangan pernah bosan memberikan aku dukungan nya, lewat like dan komentar nyaπŸ™πŸ€— terimakasih.


🌊🌊🌊Bersambung🌊🌊🌊

__ADS_1


__ADS_2