Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 104 (season 2)


__ADS_3

Hari ini Cello berangkat ke Kantor bersama sang papa, mereka akan menghadiri meeting pagi ini.


"Cello papa harap kamu serius dalam menangani perusahaan kita, kalau bukan kamu siapa lagi" ucap papa Adit.


"Tenang aja pa, anak ganteng papa ini pasti bisa mengurus perusahaan kita" jawab Cello dengan percaya diri.


"Semoga saja, Mudah-mudahan kamu tidak terlena dengan perempuan" sindir sang papa.


Cello hanya mengangkat jari jempol nya dan mengangguk kan kepalanya, kini mereka berdua sudah tiba di kantor, papa Adit turun di depan lobby sedangkan Cello langsung


memarkirkan mobil di parkiran khusus petinggi perusahaan.


Setelah selesai memarkirkan mobil Cello langsung menuju lobby mengejar sang papa, dan saat masuk lobby dia di kaget kan dengan sosok wanita cantik, dan langsung menghampiri Cello.


"Sayang, kemana aja sih? kok nggak pernah hubungi aku lagi" ucap si wanita tersebut pada Cello.


"Aku tidak ke mana-mana, kita kan sudah putus" jawab Cello.


Dari kejauhan Tya memperhatikan adik sepupunya itu, dia sangat geram melihat sikap sang adik sepupu yang playboy.


"Jam berapa ini, sedikit lagi meeting dan kamu silakan tinggalkan kantor ini, karena dia akan bekerja" ucap Tya menghampiri Cello dan mantannya.


Cello langsung salah tingkah karena di pergoki sang kakak sepupu, sedangkan wanita itu langsung pergi dengan kesal karena di usir oleh Tya.


"Kak, kok gitu sih, dia itu mantan aku" ucap Cello mengikuti Tya dari belakang.


"Diam, papa Adit sudah menunggu kita di ruang meeting, kamu cuma di suruh parkir mobil, bukan tebar pesona pada wanita-wanita tidak jelas itu" omel Tya pada Cello.


"Aku tidak tebar pesona kak, dia sendiri yang datangi aku" ucap Cello membelah diri.


"Sama saja, kamu juga ladeni kan?" tanya Tya sambil menuju ruang meeting.


Cello hanya diam, soalnya kalau berdebat dengan kakak sepupunya ini pasti Cello akan kalah, dia tidak akan di kasih celah sedikit pun, diam adalah pilihan terbaik.

__ADS_1


Sesampainya di ruang meeting Tya dan Cello langsung mengambil posisi masing-masing, tidak lama meeting pun di mulai, kali ini papa Adit yang memimpin meeting sampai selesai, Tya dan Cello hanya memperhatikan saja dan menulis poin-poin penting dalam meeting hari ini.


❤❤❤


Di kantor polisi Chaim lagi sibuk di ruangannya, banyak sekali kasus-kasus yang harus dia tangani, akhir-akhir ini banyak sekali laporan masuk, soal penjambret, narkoba, dan banyak lagi, Chaim yang duduk di kursi kerjanya dia menyandarkan kepalanya di kursi sambil memijit keningnya.


Tok... tok... tok...


Suara ketukan dari luar, Chaim langsung menatap ke arah pintu dan langsung mempersilahkan orang yang mengetuk pintu masuk.


"Maaf komandan, di luar ada nona Devi, dia ingin bertemu dengan komandan" jawab Irwan salah satu anak buah Chaim.


"Ada perlu apa dia menemui saya?" tanya Chaim kembali.


Irwan belum sempat menjawab, tiba-tiba Devi langsung nyelonong masuk ke ruangan Chaim.


"Chaim, aku ke sini ingin ajak kamu makan siang bersama" ucap Devi dengan nada manja.


"Maaf saya lagi sibuk, dan sekarang juga belum waktunya makan siang" jawab Chaim.


" Tidak usah repot-repot, saya sudah ada janji makan siang dengan teman Kantor saya, betulkan Irwan?" tanya Chaim pada Irwan sambil memberi kode.


"I... ia, komandan" jawab Irwan gugup karena tiba-tiba di tanya oleh Chaim.


Devi yang mendengar itu sedikit kecewa tapi dia tidak ingin memaksa Chaim, karena dia takut Chaim tambah tidak suka padanya, dia ingin merebut hati chain yang dingin itu.


"Emm... baik lah, aku pulang dulu kapan-kapan baru kita jalan bareng ya" ucap Devi meninggal kan ruangan chaim.


Chaim hanya diam tidak menjawab pertanyaan Devi, sedangkan Irwan langsung meninggalkan ruangan Chaim dan menyusul Devi keluar, Chaim kembali fokus sama pekerjaan nya. sedangkan Irwan sedikit heran dengan tingkah laku bosnya, karena dia menolah ajakan makan siang dari wanita secantik Devi, selain cantik dan seksi Devi ternyata seorang model.


Setelah Devi pergi, Irwan kembali masuk ke dalam ruangan Chaim.


"Komandan, kenapa komandan menolak ajakan makan siang dari wanita cantik seperti nona Devi" tanya Irwan pada Chaim.

__ADS_1


"Kalau kamu mau, ambil saja karena saya masih ingin fokus dengan pekerjaan saya" jawab Chaim santai.


Irwan hanya diam mendengar ucapan atasannya itu, sedangkan Devi pergi meninggalkan kantor polisi dengan kesal karena sudah sering sekali dia di tolak oleh Chaim.


Tidak lama Irwan pamit keluar dari ruang Chaim, sedangkan Chaim kembali fokus dengan pekerjaannya, karena masih banyak pekerjaan yang menunggunya.


❤❤


Sedangkan Tya lagi emosi melihat Cello, dia tidak fokus bekerja tapi hanya fokus pada benda pipi di tangannya, dia lagi fokus degan chattingan dengan cewek-cewek. Cello seperti orang gila ketawa-ketawa sendiri seperti orang tidak waras.


"Dia tidak panas kok" jawab Tya meletakkan tangannya di kening Cello.


"Kak aku tidak demam, aku sehat walafiat" ucap Cello.


"Oh kamu sehat, kok dari tadi ketawa-ketawa sendiri, ketawa dengan wanita-wanita kamu, stop Cello, ayo fokus dengan masa depan, karena perusahaan ini ada di tangan kamu" jelang Tya.


"Kakak nggak asik, tenang kak saya masih mudah jadi masih bebas" jawab Cello santai.


Tiba-tiba Tya memukul meja membuat Cello kaget. Cello langsung menyimpan hpnya di atas meja, dan langsung lanjut bekerja, sedangkan Tya hanya berdiri di samping meja Cello, sambil menatap Cello dengan emosi.


Tya memang orangnya tegas dia seperti Chaim, dan dari kecil Cello memang takut pada Tya, apa lagi kalau sudah melotot, dia seperti ayahnya Davin bermuka dingin.


"Kak Tya jangan menatap aku begitu dong, ni aku udah lanjut kerja lagi ni" ucap Cello sedikit gugup.


Tapi Tya tidak menjawab dia langsung meninggalkan Cello dan kembali ke meja kerjanya, Tya memang satu ruangan dengan Cello, papa Adit sengaja kasih satu ruangan agar Tya bisa mengontrol Cello.


Itu membuat Cello tidak bisa leluasa mengajak kekasih-kekasihnya datang di kantornya karena dia satu ruangan dengan sang kakak sepupu, yang galaknya melebihi ibu tiri, itu menurut Cello.


Tya tersenyum melihat adik sepupunya itu kembali fokus dengan pekerjaannya, kadang juga dia kasihan sama Cello tapi karena sikapnya yang masih labil membuat dia harus tegas kepadanya, itu semua demi kebaikan Cello, apa lagi kalau berhubungan dengan perempuan, Cello pasti mengabaikan pekerjaannya.


Tidak lama Tya berdiri dari duduknya dan mengajak Cello untuk keluar makan siang karena dia sudah mendapat pesan dari papa Adit.


💕💕💕

__ADS_1


jangan lupa di like, komentar dan juga love nya, kalau bisa bungan dan juga vote nya juga ya 🤗🤣


❤❤❤Bersambung ❤❤❤


__ADS_2