Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 81


__ADS_3

Di kantor Adit mengerjakan semua pekerjaannya tanpa Davin, akhirnya Adit merasakan apa yang Davin selama ini rasakan, dia menghela nafas panjang sambil meregangkan otot-otot yang kaku karena terlalu lama duduk memeriksa laporan-laporan yang ada di atas meja kerjanya.


Sedangkan Davin bersama yang lainnya sudah dalam perjalanan pulang kerena urusan mereka sudah selesai.


"Semuanya sudah beres tinggal menunggu hari H nya saja" ucap mama Metha


"Ia ma, kok aku yang deg - degan ya" jawab Dita.


"Emang waktu mbak menikah nggak deg-degan? tanya Dea pada Dita.


" Ya deg-degan juga sih tapi aku dan mas Adit dulu belum saling mencintai tapi masih musuhan, karena kami dulu di jodohkan" jawab Dita tertawa.


"Waaa, tetangga idolaku dong" ucap Dea tertawa.


"Ya begitulah, tapi karena kami belajar saling menerima satu sama lainnya, hingga sekarang rumah tangga kami harmoni-harmonis saja" jelas Dita kembali.


Mama metha yang mendengar cerita Dita dia tersenyum dan bangga ternyata mereka tidak salah menjodohkan Adit dan Dita dulu, mama Metha juga tau kalau sebelum menikah Adit dan Dita tidak pernah akur, mereka selalu bertengkar, tapi setelah menikah cinta di antara mereka berdua berlahan-lahan tumbuh.


"Seruh ya perjalanan cinta mbak dengan mas Adit" ucap Dea kembali.


"Tapi kalian juga seruh tidak sengaja ketemu di jalan tapi sekarang malah mau menikah" sambung Dita.


"Ia itulah jodoh, kita tidak tau akan berjodoh dengan siapa? " jawab mama Metha.


Mereka bertiga asik mengobrol tapi tidak dengan Davin, dia hanya diam sambil menyetir mobil.


"Aku juga nggak tau nantinya bagai mana dalam rumah tangga kami, soalnya kak Davin itu pendiam, jarang banget bicara" keluh Dea.


"Ya kamu yang ajak dia ngobrol duluan, karena Davin orangnya begitu nak" jelas mama Metha


"Ia ma, makasih nasehat nya" jawab Dea tersenyum.


Davin yang mendengar itu ikut tersenyum, dia bahagia karena Dea bisa mengerti dirinya, dia bersyukur bisa bertemu dengan wanita seperti Dea.


Kini mereka sudah berada di rumah, Dea dan Dita langsung menuju kamar mereka masing-masing untuk mandi, begitu juga dengan mama Metha. sedangkan Davin langsung ke dapur untuk membuat kopi.


"Aduh, mas Davin kenapa nggak bilang sama bibi, biar bibi yang buatkan" ucap salah satu bibi yang ada di dapur.


"Tidak apa-apa bibi, terimakasih" jawab Davin singkat.

__ADS_1


"Maklum saja bibi, anak saya yang satu ini orangnya memang begitu" ucap papa lukman yang baru masuk ke dalam dapur sehabis dari halaman belakang.


"Ia pak, bisa di mengerti " jawab si bibi sambil tersenyum.


Sedangkan Davin hanya diam dan langsung meninggalkan dapur dan segera menuju ke teras untuk menikmati kopi dan sebatang rokok.


****


Rian yang lagi menjemput sangat adik, mendapatkan semprot dari sang adik karena dia terlambat menjemputnya.


"Kakak kenapa sih lambat menjemput aku?" ucap sang adik.


"Maaf adek cantik, yang cantiknya tidak pernah pudar, maaf karena kakak telat bangun" jawab Rian.


"Udah deh, ayo kita pulang aku udah capek menunggu" ucap sang adek sedikit sewot.


Rian dan adiknya langsung melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah, tapi saat di perjalanan motornya Rian Tiba-tiba berhenti.


"Jangan bilang kalau motor kamu mogok" tanya adiknya


"Bukan mogok dek, tapi hanya tidak jalan saja" jawab Rian cengengesan.


"Sama aja bambang" ucap adiknya mulai emosi.


"Lebih baik saya jalan kaki saja deh" ucap sang adik langsung pergi meninggalkan Rian.


"Ini sudah bunyi, eh malah kabur lagi, tidak sopan" ucap Rian bicara sendiri karena sang adik sudah jalan menjauh.


akhirnya Rian mengejar sang adik yang sudah pergi meninggalkan dia, tapi sayangnya sang adik sudah naik ke atas taksi, dia hanya menghela nafas panjangnya saja melihat sang adik yang sudah berlalu dengan menumpangi taksi.


Sesampainya di rumah sang adik langsung turun dari taksi setelah membayarnya, dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Kakak kamu mana nak?" tanya sang ibu.


"Entah di mana sambil mendorong motor buntutnya itu" jawab sang adik dengan kesal dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


****


Saat tiba di rumah, Adit langsung masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri karena dia merasa sangat lelah.

__ADS_1


"Adit kenapa nak?" ucap sang mama metha pada Dita.


"Dia baik-baik saja ma, dia hanya merasa sedikit lelah saja" ucap Dita.


Tidak lama adit turun dari lantai dua, dan segera bergabung dengan yang lainnya, tidak lama Dita datang membawa secangkir kopi untuknya.


"Lelah sekali, baru kali ini saya bekerja sendirian tanpa Davin" ucap Adit sambil menyandarkan kepalanya ke sofa.


"Baru kali ini juga Davin tidak menemani kamu sudah mengeluh" jawab sang mama.


Davin hanya tersenyum mendengar Adit mengeluh, baru kali ini Adit bekerja sendiri, biasanya terbalik, Davin yang bekerja sendiri.


Mereka ngobrol di ruangan keluarga, mereka membahas tentang persiapan pernikahan Davin dan Dea, semuanya sudah siap tinggal menunggu hari H nya saja.


Sedangkan orang tua Dea, hanya bapaknya yang akan datang karena ibu tiri nya tidak mau datang, karena dia tidak merestui hubungan Dea dan Davin.


Dea dan Dita sudah selesai memasak untuk makan malam mereka, Dita langsung menghampiri mereka yang lagi mengobrol memanggilnya untuk makan malam.


Semuanya langsung berdiri dan segera menuju meja makan untuk makan malam bersama, kini mereka sudah menikmati makan malam mereka sambil mengobrol dengan santai.


Setelah makan malam, Davin pamit untuk pulang ke apartemen nya, mama metha melarangnya untuk pulang tapi Davin menolaknya.


"Kenapa kamu tidak mau tinggal sih nak" tanya mama Metha.


"Aku tidak membawa baju ganti ma" jawab Davin.


"Ok tapi besok menginap ya di sini" ucap mama metha kembali.


"Ia ma, besok aku nginap" jawab Davin kembali.


Setelah berpamitan Davin langsung meninggalkan rumah orang tuanya dan segera kembali ke apartemennya untuk beristirahat.


Sedangkan ayah Dea besok sudah mau ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan anaknya, karena dia yang akan menikahkan langsung anaknya nanti, walaupun mendapatkan tentangan dari sang istri tapi ayahnya tetap akan berangkat ke Jakarta, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.


Apa lagi Dea adalah anak perempuan satu-satunya, dia tidak mau menyesal seumur hidup karena keegoisan sang istri, dan sekarang mereka juga sudah tidak mempunyai utang pada sang juragan sapi itu karena sudah di lunasi oleh Adit.


Dea sudah berbicara dengan sang ayah, dan besok dia dan Davin akan menjemputnya, selama di jakarta ayah nya akan tinggal di apartemen Davin.


🌷🌷🌷

__ADS_1


Hai aku harap kakak-kakak yang baik hati tetap mendukung aku ya lewat like dan komentar nya, terimakasih sebelumnya πŸ™πŸ™πŸ™


πŸ’•πŸ’•πŸ’•Bersambung πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2