
Hari ini rumah mama Dita sangat ramai karena ke datangan Rio sekeluarga, ada juga oma dan opa mereka, semuanya berkumpul di ruang keluarga.
"Udah ramai aja ini rumah, padahal masih pagi" ucap Cello baru turun dari lantai dua.
"Wii playboy cap kapak baru bangun" sambung linzy.
"Aduh kak kak Linzy jangan terlalu jujur dong" jawab Tya tertawa.
Mereka kalau pada ngumpul pasti Cello jadi bahan olok-olok kan mereka, tapi bagi Cello itu biasa saja.
Parah orang tua dan oma, opa mereka hanya tersenyum mendengar parah cucu mereka saling mengejek.
Tidak lama Chaim akhirnya ikut bergabung dengan mereka, karena Chaim baru pulang lari pagi.
"Selamat pagi pak kapolres?" sapa Lintang sambil memberi hormat.
"Kapan tiba?" tanya Chaim pada adik sepupunya itu.
"Kemarin siang kak, soalnya udah kangen benget sama semuanya" jawab Lintang.
Chaim akhirnya ikut bergabung dengan mereka, Tiba-tiba Cello datang membawa secangkir kopi di tangannya.
"Asik parah barisan jomblo lagi ngumpul ni" ucap Cello memancing peperangan.
"Nggak apa-apa jomblo tapi jomblo terhormat dari pada playboy tapi playboy cap kapak" jawab Linzy, semuanya kembali tertawa mendengar jawaban Linzy.
Cello yang tidak mau kalah bicara dengan saudara-saudaranya, ada saja jawaban dari dirinya untuk membelah dirinya.
Perdebatan pun tidak terhindarkan antara Cello melawan Linzy dan Tya. sedangkan Chaim dan Lintang hanya menjadi pendengar setia.
"Kapan ada cucu menantu opa ini?" tanya opa Lukman pada Chaim.
"Belum tau opa, belum ketemu jodoh" jawab Chaim santai.
"Aduh, opa semakin tua, takutnya nanti opa tidak menimang cucu lagi".
" Kok opa bicara begitu sih, opa akan sehat-sehat aja sampai Chaim punya anak" jawab Chaim merangkul opanya.
"Itu kode Chaim" ucap Ibu Mia.
"Jodoh kan aja kayak mama sama papa dulu" sambung Cello.
"Enak aja, kamu aja yang di jodohkan biar tidak playboy" jawab Linzy.
__ADS_1
"Cia satu server saling membela" goda Cello kembali pada kakak sepupunya itu.
Mereka kalau sudah berkumpul, yang terjadi adalah perdebatan, karena semuanya tidak ada yang mau mengalah, terutama Cello dia tidak akan mau mengalah.
Cello dan Linzy seperti mama Dita dan ayah Rio, yang kalau bersama pasti selalu berdebat, apa aja jadi bahan perdebatan mereka.
Habis makan siang, Lintang dan Chaim akan keluar mencari udara segar, Chaim dan Lintang sudah rapi, mereka berdua pamit untuk keluar jalan-jalan.
"Kalian mau ke mana?" tanya Tya
"Mau tau aja, atau tau banget" tanya Lintang kembali.
"Mau tahu isi" jawab Tya kesal.
Lintang hanya tertawa mendengar jawaban Tya, tidak lama mereka berdua meninggalkan rumah dengan mengendarai sepeda motor milik Chaim.
Mereka berdua menuju sebuah cafe untuk nongkrong, Chaim dan Lintang akhirnya tiba, setelah memarkirkan motor, mereka berdua langsung masuk mencari tempat yang kosong, setelah mendapat tempat, Chaim dan Lintang langsung duduk, tidak lama pelayanan datang dan mereka langsung memesan kopi yang mereka inginkan.
"Kak, banyak cewek-cewek cantik di sini nongkrong ya" ucap Lintang berbisik pada Chaim.
"Ah biasa saja kok dek" jawab Chaim cuek.
Di meja dekat mereka ada beberapa cewek yang lagi nongkrong, mereka dengan terang-terangan menggoda Chaim dan Lintang. tapi Chaim tetap dengan muka cueknya.
"Hai cowok, ganteng-ganteng tapi cuek" ucap salah satu wanita yang ada di situ.
💕💕
Hari ini mereka kembali ke aktivitas masing-masing, begitu juga dengan Chaim yang sudah di sibuk kan dengan pekerjaannya di kantor polisi.
Kali ini Chaim menangani kasus narkoba, karena si tersangka banyak melawan dan berbelit-belit saat di interogasi, memancing emosi Chaim.
Chaim langsung memukul si tersangka tersebut karena dia tidak mau memberikan keterangan dengan benar, dan selalu tersenyum sinis pada Chaim.
Karena sudah merasa sakit akhirnya si tersangka bicara dengan jujur, dan mau bekerja sama dengan aparat kepolisian.
"Na bagus kalau bicara jujur, coba dari tadi kamu bicara jujur pasti kamu tidak akan sakit seperti ini" ucap Chaim sambil mengusap keringatnya dengan sapu tangan yang ada di dalam saku celananya.
Chaim yang pendiam tapi satu kali marah tidak ada ampun, rekan-rekan kerja Chaim sudah tahu betul sifat asli Chaim.
"Kamu tau resikonya kalau bermain-main dengan barang haram ini?" tanya Chaim kembali pada tersangka.
"Tau pak, tapi karena keterpaksaan jadi saya terjun ke dunia ini pak" jawab si tersangka yang sudah kesakitan.
__ADS_1
"Itu alasan yang tidak masuk akal, karena kamu malas bekerja, kamu hanya ingin santai dan mendapatkan uang banyak betul tidak?" tanya Chaim kembali.
"Betul pak" jawab si tersangka sambil menundukkan kepalanya.
Chaim tidak bertanya lagi, setelah mengambil keterangan dari si tersangka, Chaim meminta yang lainnya membawa tersangka ke dalam sel tahanan.
"Saya heran tiap hari ada saja yang masuk ke sel tahanan, apa mereka tidak takut ya atau bagai mana?" tanya Chaim pada rekan kerjanya.
"Tuntutan hidup mungkin makanya mereka harus menyambung hidup dengan cara begini" jawab Jhon yang juga duduk di samping irwan.
Chaim hanya menganggukkan kepalanya, dia memandang sel yang begitu banyak penghuninya, tidak lama dia kembali ke ruangannya, sampai di dalam ruangan Chaim langsung duduk di kursinya sambil menyandarkan Kepalanya di kursi.
Tiba-tiba hpnya berdering, Chaim hanya meliriknya dan kembali mengabaikan panggilan tersebut, tidak lama hpnya kembali berdering, dan ternyata yang menelfon nya adalah sangat adik Cello.
"Ada apa dek?" tanya Chaim.
"Kak papa bilang hari ini kita makan siang bersama ya?" ucap Cello.
"Terus mama bagai mana? masa mama makan siang sendirian di rumah?"
"Mama ikut lah kakak, mama sekarang ada di kantor, makanya papa suruh aku telepon kakak, agar kita makan siang bersama di luar" jelas Cello.
"Ok dek, nanti kirim aja alamatnya di mana" ucap Chaim.
"Siap kak, aku tutup dulu ya teleponnya" jawab Cello
"Ok sampai ketemu nanti" ucap Chaim dan langsung menutup sambungan telepon dari adiknya.
Chaim kembali melanjutkan pekerjaannya, karena dia tidak ingin pekerjaannya menumpuk, dan akhirnya makan siang tiba, Cello juga sudah memberitahukan padanya alamat tempat mereka makan siang.
Chaim langsung berdiri dan mengambil jaketnya dan langsung keluar dari ruangannya.
"Pak Chaim mau keluar?" tanya rekannya yang lain.
"Mau pulang makan siang lah pak, emangnya bapak tidak makan siang?" tanya Chaim balik.
"Makan lah pak, tapi harus gantian dengan yang lainnya,
Chaim akhirnya pamit pada rekannya yang lain, Chaim langsung menuju ke alamat yang di kirim oleh adiknya tadi.
💕💕💕
jangan lupa di like dan komentar nya kakak🤗🙏
__ADS_1
Aku mau tanya sama kakak-kakak semua, untuk visual Chaim, Cello dan yang lainnya bisa kakak kasih saran yang menurut kakak cocok, terimakasih🙏🤗
❤❤❤❤Bersambung ❤❤❤❤