
Pernikahan Chaim dan Rere tinggal menghitung hari, semua persiapan sudah rampung semuanya, calon pengganti juga sudah tidak masuk kantor lagi, mereka sudah cuti.
"Kakak, kamu ke mana?" tanya mama Dita saat melihat Chaim dengan penampilan rapih.
"Mau jemput Rere, mau mengambil cincin kawin di toko" jawab Chaim.
"Tidak usah keluar, nanti di antar karyawan ke sini, dan kasih tau Rere kalian tidak boleh bertemu dulu sampai hari H" ucap mama Dita.
Chaim menurut aja apa yang di katakan oleh mamanya, dan segera kembali ke kamar dan. mengabari Rere kalau tidak jadi keluar ambil cincin, nanti ada karyawan yang mengantar nya.
Chaim dan Rere terpaksa tidak bisa bertemu untuk sementara, mereka hanya ngobrol lewat Video_call saja.
Chaim hanya di dalam kamar saja, karena hari ini dia sudah cuti dan persiapkan pernikahan nya sudah beres semuanya.
❤❤❤
Linzy yang masih memikirkan ungkapan hati Kevin, memilih untuk curhat pada ibunya, dia menceritakan semua apa yang di sampaikan oleh Kevin ke padanya.
"Terus jawaban kamu apa nak?" tanya ibunya pada Linzy.
"Makanya itu ibu, aku juga bingung mau jawab apa?" jawab Linzy.
"Menurut ibu, kamu itu udah dewasa, bukan anak kecil lagi, ibu yakin kamu bisa melihat sendiri apa nak Kevin betul-betul serius atau hanya bercanda" jelas ibunya kembali.
"Makanya itu bukan, aku tidak ingin cepat-cepat menjawabnya" ucap Linzy.
"Tapi jangan sampai dia lelah menunggu jawaban kamu, dan akhirnya pindah ke lain hati, baru kamu menyesal" lanjut ibu Mia.
Linzy kembali diam, dia juga masih ragu pada Kevin, walaupun dia sudah lama mengenal Kevin.
"Lebih baik kamu jawab saja, ikuti kata hati kamu nak, seperti ibu dulu saat ayah mengungkapkan perasaan nya, ibu masih ragu pada ayah, apa dia benar-benar serius atau cuma bercanda, karena ibu dulu hanya asisten rumah tangga nya Oma, tapi ibu mengikuti kata hati, dan lihat sekarang ibu dan ayah bahagia apa lagi dengan kehadiran kamu dan adik" jelas ibunya.
Mia memang tidak menutupi jati dirinya, dia selalu menceritakan kepada anaknya, kalau dia dulu hanya asisten rumah tangga yang beruntung bisa di nikahi oleh anak majikannya.
"Baiklah ibu, Linzy akan mengikuti saran ibu, terimakasih ya bu atas nasehat dan masukannya" ucap Linzy memeluk ibunya.
Mia memang akan berubah menjadi sahabat buat anak-anak nya kalau anaknya curhat masalah pribadi mereka.
Itu yang membuat Linzy memikirkan sang ibu untuk dia tempati mencurahkan masalah pribadinya. karena Linzy merasa nyaman kalau curhat kepada ibunya, dan pasti semua rahasianya aman tadi akan tersebar luas.
__ADS_1
"Sudah tidak ada yang mau di omongin?" tanya ibunya kembali.
"Sudah tidak ada buk" jawab Linzy.
"Ok ibu keluar dulu ya, silakan kamu pikirkan dengan baik, masukan dari ibu tadi" ucap ibunya dan langsung meninggalkan kamar Linzy.
Setelah ibunya keluar Linzy langsung mengambil hpnya dan ternyata ada beberapa panggilan tak terjawab dari Kevin, memang Linzy mematikan nada dering ponselnya.
Dengan segera dia menghubungi Kevin kembali dengan segera Kevin mengangkat telepon Linzy.
Mereka berdua asik mengobrol dan bercanda, hingga Kevin kembali mempertanyakan apa jawaban Linzy soal omongan nya kemari sebelum dia kembali ke kalimantan.
"Maaf aku tidak mau kayak anak abg yang cuma pacaran doang, tapi kalau memang kamu serius, datang bertemu dengan ayah dan ibu aku" ucap Linzy pada Kevin.
"Ok, aku akan ke jakarta bertemu dengan om dan tante, aku akan berangkat bersama mama dan papa aku" jawab Kevin mantap.
"Baiklah, aku tunggu kamu di jakarta ya" ucap Linzy pada Kevin.
Kevin sangat senang dan dia akan segera ke jakarta melamar wanita yang sudah lama ia sukai, dan dia akan memberitahukan kepada mama dan papanya.
Karena Kevin baru-baru kembali dari jakarta dan pekerjaannya di kalimantan masih banyak yang harus dia selesaikan makanya dia meminta waktu dua minggu lagi baru ke Jakarta, dan Linzy juga menyetujui permintaan Kevin itu, karena dia tau pekerjaan Kevin bagai mana.
"Tumben minta di temani, biasanya pergi sendiri" jawab mamanya.
"Temani aku pergi melamar wanita pujaan aku" jawab Kevin membuat mama dan papa nya kaget.
"Apa? melamar? emangnya ada yang mau sama kamu?" tanya mama Vina, mamanya Kevin.
"Astaga mama, kok ngomong begitu tidak percaya sama anak sendiri" jawab Kevin sedikit kesal.
"Bukannya tidak percaya nak, tapi ini tiba-tiba kamu minta di antar pergi melamar, sedangkan selama ini mama tidak pernah melihat kamu jalan atau teleponan dengan wanita" jelas mama Vina.
"Kamu sudah yakin dengan keputusan kamu? karena pernikahan bukan mainan" ucap papa nya.
"Udah yakin pa" jawab Kevin meyakinkan sang papa.
"Ok papa siap menemani kamu, asalkan kamu betul-betul serius ingin melamarnya jangan main-main" lanjut papanya.
Kevin kembali meyakinkan papa dan mamanya, karena selama ini Kevin tidak pernah dekat dengan perempuan, makanya sang mama sedikit syok mendengar ucapan Kevin.
__ADS_1
Sedangkan Linzy juga menyampaikan kepada ibu dan ayahnya kalau Kevin mau datang bersama kedua orang tuanya.
"Apa? mau di lamar?" tanya ayah Rio.
"Ia, Kevin dua minggu lagi akan datang bersama mama dan papanya" jawab Linzy.
"Ok baiklah, ayah dan ibu menunggu kedatangannya bersama kedua orang tuanya" ucap ayah Rio.
"Tapi kakak jangan buru-buru menikah karena aku mau kembali ke Singapura setelah kakak Chaim menikah" ucap Lintang.
"Di lamar aja belum, udah mau menikah segala" jawab Linzy pada adiknya.
Mereka berempat kembali asik mengobrol, ibu dan ayah Rio memang sudah mengenal Kevin, anaknya sangat sopan dan baik, karena dia sering datang ke rumah mereka, kalau Kevin lagi di jakarta.
Ayah Rio juga yakin kalau Kevin bisa menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab buat Linzy kelak.
❤❤❤
Ema dan Cello sudah beberapa hari tidak bertemu, karena kesibukan mereka, Cello selalu mengirim pesan untuk Ema, memberikan perhatian kecil kepada Ema.
Cello yang tau Ema bukan wanita yang gampang di dekati, tidak seperti wanita-wanita yang lainnya, makanya Cello mendekati sebagai sahabat.
Karena itu Cello mau membuktikan kalau dia sudah berubah tidak seperti dulu lagi, yang setiap melihat yang bening sedikit mata langsung melotot, tapi setelah bertemu dengan Ema, Cello langsung berubah sedikit demi sedikit.
"Besok kita ketemuan ya, sekalian memberikan undangan kepada kamu" ucap Cello lewat sambungannya video_call.
"Undangan apa?"
"Undangan pernikahan kakak aku, aku ingin kamu datang" jawab Cello kembali.
"Ok baiklah, sampai ketemu besok ya" ucap Ema pada Cello.
Cello dan Ema asik mengobrol, mereka berdua saling bercanda satu sama lainnya, Ema juga sudah tidak terlalu kaku pada Cello.
Itu yang membuat Cello sangat bahagia, karena perjuangan selama ini tidak sia-sia, Ema yang membolak-balikan hati Cello dari playboy sampai bucin gara-gara Ema.
❤❤❤
Kakak-kakak yang baik hati, jangan lupa tinggal kan jejaknya lewat like dan komentar nya ya🙏🤗 terimakasih 🙏🤗
__ADS_1