Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 94


__ADS_3

Waktu sudah sore, kini Adit dan Davin sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumah, setelah semuanya beres Adit dan Davin langsung meninggalkan kantor menuju basemen di mana mobil mereka terparkir, seperti biasa Davin lah sebagai juru mudi.


Setelah menempuh beberapa saat akhirnya mereka berdua tiba juga di rumah, Davin langsung memarkirkan mobilnya di dalam garasi sedangkan Adit sudah masuk duluan ke dalam rumah.


Dita dan Dea lagi asik di dapur, mereka tidak menyadari kalau suami-suami mereka sudah pulang kerja, Adit dan Davin juga langsung menuju kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri.


Sedangkan mama Metha dan ayah Lukman berada di halaman belakang, di halaman belakang rumah mereka ada kebun kecil dan juga kolam ikan pelihara papa Lukman, semenjak perusahaannya dia serahkan pada Adit, papa Lukman hanya menghabiskan waktunya di kebun dan kolam ikannya yang berada di halaman belakang rumahnya.


Papa Lukman dan mama Metha paling suka bercocok tanam, halaman depan di penuhi bunga-bungan sedangkan halaman belakang di penuhi sayuran.


Setelah mandi Davin langsung turun ke dapur, dia ingin membuat kopi, seperti biasa minuman favorit Davin sebagai penghilang lelah nya.


"Kak Davin udah pulang?" tanya Dea pada suaminya.


"Belum kami masih di jalan" jawab Adit yang tiba-tiba muncul di belakang Davin.


"Kirain tidur di kantor" jawab Dea sambil tertawa.


"Yang, buat kopi dong" ucap Davin pada Dea.


"Apa? aku nggak salah dengar ini, selama kalian menikah baru kali ini si gunung memanggil istri romantis begitu" goda Adit pada adiknya.


"Belajar kak, masak dingin terus harus ada romantisnya dong, ia kan sayang?" Dea juga ikut menggoda suaminya.


Davin hanya diam tidak menanggapi godaan abangnya dan juga istrinya, Davin langsung meninggalkan dapur menuju halaman belakang di mana mama dan papanya berada dengan secangkir kopi di tangannya.


Dea, Dita dan Adit hanya tertawa melihat tingkah Davin yang sedikit malu karena di godaan mereka, sampai di halaman belakang Davin langsung bergabung dengan mama dan papanya yang lagi asik duduk santai.


Mereka bertiga asik mengobrol, Davin menikmati kopi tanpa menghisap rokok karena ada mama dan papanya, tidak lama Adit juga ikut bergabung dengan mereka.


"Ikan-ikan peliharaan papa udah pada besar-besar, udah bisa di panen itu" ucap Adit melihat ikan peliharaan papanya di dalam kolam.


"Panen aja kalau kalian mau" ucap papa Lukman.


"Kapan-kapan baru kita panen, kita undang ayah dan bunda biar kita panen rame-rame" jawab Adit.

__ADS_1


Mereka asik mengobrol, sampai tidak terasa sudah gelap, akhirnya mereka berempat memutuskan untuk masuk ke dalam rumah, di meja makan semua sudah tertata rapih, Dita dan Dea sudah selesai menyiapkan makan malam untuk mereka dan mereka berdua lagi asik nonton film kesukaan mereka berdua.


Setelah semua sudah berkumpul akhirnya mama Metha mengajak mereka makan malam, semuanya akhirnya berdiri mengikuti mama Metha untuk menuju meja makan.


πŸ’•πŸ’•


"Kok baru pulang nak? kamu lembur?" tanya bunda Astrid pada Rio.


"Ia bunda, pekerjaan di kantor aku sangat banyak makanya lembur" jawab Rio dengan waja lelah nya.


"Tidak lama Rio pamit naik ke kamar untuk membersihkan diri, Mia dengan sigap membuatkan kopi untuk suami nya, setelah beberapa saat Rio akhirnya turun dan langsung bergabung di ruang keluarga bersama dengan bunda, ayah dan juga istrinya.


"Kamu tidak makan malam dulu sayang?" tanya Mia pada suaminya.


"Boleh, kebetulan aku belum makan malam, nanti baru aku lanjut minun kopinya" ucap Rio dan langsung menyusul Mia yang sudah duluan ke meja makan untuk menyiapkan makan malam untuk suaminya.


Mia menemani Rio makan malam, walaupun dia tidak ikut makan tapi dia tetap menemani suaminya makan malam.tidak lama Rio selesai makan, Mia langsung membersihkan meja dan mencuci piring kotor.


Rio kembali duduk menikmati kopi yang di buat oleh Mia, tidak lama Mia menyusul dan langsung bergabung dengan mereka, Mia duduk di samping suaminya dengan tidak malu-malu Rio mengusap perut istrinya yang sudah mulai membuncit.


πŸ’•πŸ’•


"Kak, masih kerja?" tanya Dea pada Davin.


"Masih memeriksa beberapa e-mail yang masuk sayang" Dea tersenyum saat mendengar jawaban Davin.


"Kenapa senyum-senyum?" tanya Davin kembali pada istrinya.


"Tidak kak, kamu lanjut aja kerjanya" jawab Dea.


Davin melanjutkan pekerjaannya, Dea dengan setia menemani suaminya sambil mengobrol berdua, Tiba-tiba Davin mengusap kepala Dea dengan lembut.


"Sayang, boleh nggak kita berkunjung ke makam mama" tanya Davin pada Dea.


Dea kaget mendengar ucapan Davin barusan, tapi dia juga senang mendengar hal itu, dia tidak menyangka kalau suaminya akan mengajaknya berkunjung ke makan mamanya.

__ADS_1


"Boleh kak, yang penting kakak bersedia" jawab Dea dengan senang hati.


"Ok nanti hari sabtu kita ke sana ya, soalnya kita belum pernah mengunjungi makam mama" ucap Davin pada Dea sambil memeluk Dea dengan sayang.


Dea langsung memeluk Davin karena bahagia mendengar ajakan Davin yang ingin mengunjungi makan mamanya, Davin langsung mencium kening istrinya.


"Terimakasih kak" ucap Dea.


"Sama-sama sayang, itu udah kewajiban aku sebagai suami kamu, maaf kan aku yang terlalu cuek, aku juga tidak bisa seromantis laki-laki di luar sana, tapi yang penting kamu tau kalau hati ku hanya memilih kamu" jelas Davin pada Dea.


"Ia kak, aku bisa mengerti kok dan aku tidak pernah menuntut kamu untuk tetap romantis seperti laki-laki di luar sana, cukup romantis untuk kita berdua saja" jawab Dea.


Dan kembali Davin mendaratkan kecupannya pada Dea, Davin tidak melanjutkan pekerjaannya lagi, dia langsung memeluk sang istri.


"Terimakasih atas pengertiannya sayangku, aku bersyukur bisa menikah dengan wanita seperti kamu, yang tidak banyak menuntut ini dan itu" lanjut Davin.


πŸ’•πŸ’•


"Kamu tiap bulan mendapatkan kiriman dari anak kamu ya, tapi kamu tidak memberitahu kan ke aku, aku ini istri kamu" ucap Ibu tirinya Dea pada ayah Dea.


"Kamu itu terlalu banyak menuntut, dulu kamu tidak menyukai Dea, kenapa sekarang kamu menginginkan uangnya?" bentak ayah Dea pada istrinya.


Istrinya terlalu banyak menuntut, apa lagi sekarang dia tau kalau Davin selalu mengirimkan uang pada suaminya.


"Sekarang aku tinggal menelfon mereka, besok Davin akan langsung datang menjemput saya" bentak ayahnya Dea.


Istrinya hanya diam mendengar jawaban suaminya, karena dia tau kalau apa yang di ucapkan suaminya itu benar adanya, Dea dan Davin pasti akan datang menjemput suaminya kalau mereka tahu.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Hai maaf telat upload, karena ada urusan di dunia nyata πŸ˜‚πŸ˜‚


Jangan lupa tinggal jejaknya ya, lewat like dan komentar nyaπŸ™ terimakasihπŸ™ πŸ€—πŸ˜˜


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜Bersambung πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜

__ADS_1


__ADS_2