
Hari senin pagi seperti biasa Allea kembali menyiapkan sarapan dan pakaian untuk Bram.
"mau di pake mau engga, mau di makan mau enggak yang penting gue udah nyiapin" fikir Allea yang sedang menyiapkan sarapan untuk Bram. selang beberapa menit Bram keluar memakai baju yang Allea pilihkan.
"tumben.. " Allea melirik ke Bram, Bram yang sedang sibuk memakai jam tangannya hanya diam tak memeperhatikan Allea, setelah itu ia kembali ke kamarnya, ia lupa belum memakai dasinya, pagi itu Bram sangat sibuk sekali, Allea menghampiri Bram.
"sini aku pakein" Allea menghampiri Bram untuk memakaikan dasi ,namun sayang postur tubuh Allea yang kecil dan mungil itu sangat jauh dari Bram, Bram lebih tinggi dari Allea.
"emang bisa pakein dasi??" tanya Bram.
"ini bukan instan loh kamu harus makein dari awal" Bram terus mengoceh, Allea terlihat kesulitan ia berjinjit untuk memakaikan dasinya Bram.
"ga sampe yaa." Bram tersenyum meledek Allea.
"tinggi banget sih" ketus Allea.
"yasudah nih.." Bram membungkuk kan badannya agak rendah agar Allea bisa memakaikan dasi dengan leluasa, menit berlalu, 2 menit, 5 menit berlalu.
"Lea, lo bisa ga sih ini udah hampir 10 menit loh" Bram sedikit kesal karena Allea belum selesai memakaikan dasi Bram.
"bisa bisa" Allea terus mencoba keringat mulai membasahi keningnya.
"lea aku pegel nih, kalo ga bisa ngomong deh" Bram makin kesal.
"dikit lagi, saabar" Allea terus saja mencoba.
"lea aku bisa make dasi ini cuma beberapa detik kamu udah mau 15 menit loh" Bram kembali ke posisi semula ia terlihat lelah dan kesal.
"mas nya ajah yang ga sabaran..!" ketus Allea, ia kesal Allea menarik dasi Bram dan membuat Bram tercekik.
"aaw.. Allea ... uhukk ... uhukk.." bram tercekik dasi yang di tarik oleh Allea, Allea sendiri malah kabur meninggalkan Bram.
"leaa gilaa kamu yaa." Bram berteriak dan melonggarkan dasinya
"hahahahah.. lagian berisik. bukannya ajarin aku" Allea tertawa terpingkal-pingkal.
"ya kamu katanya bisa taunya ga bisa kenapa ga jujur" Bram keluar sudah mengenakan dasi nya.
"udah ah.. jangan di perpanjang sarapan dulu, ,eh ga mau yaa aku buatin kopi ajah" Allea menyodorkan kopi Bram menatap dingin ke Allea, ia meraih piring berisi sarapan paginya
"waah ada angin apa mas mau makan sarapan yang di masak sama aku" Allea meledek Bram, Bram diam ia hanya sibuk makan.
"katanya ga enak. bau nya aneh" Allea mengatakan sambil ikut makan sarapan pagi, lama lama Bram kesal ia menancapkan garpu ke ayam filet dan memakannya di depan Allea.
"m-a-k-a-n-a-n kamu eeenak." bram menyuapkan ayam filet ke mulut nya sembari melotot ke Allea, Allea hanya tersenyum.
"oia dari awal kita menikah kamu belum pernah ya aku ajak ke kantor" Bram kembali berbicara.
"emang nya mas pernah ngajak aku, jangankan ngajak ngenalin ke karyawannya mas juga enggak" ketus Allea.
"heumm oke..." Bram bangun dari duduknya dan bersiap ke kantor.
"nanti siang ke kantor yaa bawain aku makan siang!" pinta Bram, Allea terkejut mendengar permintaan Bram.
"haaah serius ..tumben mas minta di bawain makan siang ada angin apa" Allea melotot kaget ke Bram.
"serius. emang ga boleh.. boleh kan aku tunggu yaa...!mmuach.." bram menghampiri Allea dan mencium kepala Allea, Allea hanya diam di perlakukan seperti itu oleh Bram
Setelah bram pergi allea mulai melihat bahan apa saja yang ada di kulkas.
"ah kebetulan aku buatkan makanan kesukaan mas ajah semur daging sapi, tempe tepung, dan capcai seafood" Allea mulai memasak karena jam 11 siang Allea harus ke kantor Bram.
"aduuh kok jadi Grogi begini yaa, ayoo allea.. jangan panik, ini kan momen sebelum aku pisah semangat." Allea kembali memulai masak untuk makan siang Bram.
__ADS_1
Pukul 10.30 Allea berangkat menuju kantor Bram. lalu sampai di sana pukul 11.10 jarak antara kantor dan apartemen memang tidak begitu jauh. Sesampainya di sana Allea segera masuk menunggu lift terbuka tiba tiba.
"priit..priit.." seorang security menghampiri Allea.
"maaf bu ibu mau ke mana yaa..?" tanya security itu ke Allea.
"ah saya mau bertemu pak Abraham" Allea tersenyum, security itu mengernyitkan dahinya.
"ibu sudah buat janji belum?"
"ah belum cuma tadi pagi saya di suruh antar makan siang buat pak Abraham!" Allea mengangkat kotak makan siang Bram untuk menunjukkan ke security itu.
"ohh ibu dari antar catering yaa., pak Bram pesan online." security itu hanya menebak.
"haaah..?? ah bu bukan bukan pak.. saya..!" belum selesai Allea bicara security itu memotong omongan Allea.
"ibu ke meja resepsionisnya dulu yaa untuk di cek dan memakai tanda pengenal bila benar ibu tamu, tapi bila pengantar makanan online titip saja di sana ya bu" security itu menunjuk meja resepsionis, Allea hanya tertawa dalam hati.
"gilee nista banget hidup gue, emang dandanan gue kek pengantar catering yaa.." bisik hati Allea sembari menahan tawa sesampai di meja resepsionis Allea kembali mendapatkan hal yang tidak menyenangkan kan.
"ibu mau ketemu siapa?? kalo mau antar makanan titip sini saja bu" ucap si mbak receptionis.
"saya mau ketemu pak Abraham" Allea berkata seraya tersenyum.
"pak Bram sedang meeting bu, dan apa ibu sudah buat janji??" tanya si mbak yang terlihat cantik namun angkuh.
"ahh belum..!" Allea kembali menjawab dengan senyuman.
"tapi saya mau ketemu langsung dengan pak Abraham" Allea mulai ngotot sambil senyum ketir.
"ck.. cuma anter makanan online ajah ngeyel" bisik si mbak nya ke teman yang ada di sebelahnya temannya hanya tertawa
"bisa ga mbak?" tanya Allea.
"ga bisa bu pak Bram ga bisa sembarang ketemu orang lain, harus ada janji dulu bu" si mbak sudah mulai emosi sedikit,
"ohh okee mbak ga apa-apa saya tunggu ajah" Allea duduk di kursi tunggu, berkali kali Allea menelepon Bram namun tak ada satupun yang di angkat oleh Bram.
Allea melihat jam di tangannya sudah pukul 11.45
"mas Bram kemana sih. sudah hmpir makan siang ini.." Allea menoleh ke arah lift. samar samar Allea mendengar mbak recepsionis menyebutkan nama Celine
"eh kok nona Celine ga pernah ke sini lagi ya"
"iyaa padahal gue seneng loh lihat pak Bram sama calon istri itu cucok meong, pak Bram ganteng dan nona Celine cantik kayak super model" mereka membicarakan Celine
"heum wajarlah mereka mandang jelek ke gue, yaa gue mah begini" allea melihat ke diri sendiri karena hari itu Allea berbusana sangat sederhana hanya memakai jeans dan kemeja yang ia gulung lengannya dan pakai sepatu kets tak lupa ia pakai tas selempang kecil yang hanya cukup untuk ponsel dan dompet.
Tak lama kemudian seseorang datang tergesa gesa mengampiri Allea.
"bu Allea ??" ternyata mang Ujang supir kantor Bram yang menghampiri Allea.
"ehh maaf siapa yaa.." tanya Allea karena Allea belum kenal dengan mang Ujang.
"saya Ujang bu supirnya pak bram!, kenapa ibu di sini ga masuk ajah ke ruangan pak Bram" tanya ujang.
"heeuum saya ga bisa masuk kayanya harus buat janji." Allea melihat ke arah resepsionis.
"aduuhh biyung.. gawat.. ngapain bikin susah bu Allea." Ujang terlihat panik menghampiri mereka yang ada di meja resepsionis.
"mbak maya, mbak nur.. kenapa bu Allea ga di suruh masuk ke ruangan pak Bram??" tanya Ujang tergesa-gesa.
"emang pak Ujang kenal sama pengantar makan itu" Maya melirik ke Allea
__ADS_1
"waduuhh cilookooo..." pak Ujang menepuk jidatnya
dari kejauhan pak ujang melihat allea sedang menerima telepon.
📲
"kamu di mana ini udah mau makan siang loh Allea." Bram menelepon Allea.
"aku di lobbi mas. aku ga boleh masuk kalo ga bikin janji sama mas" allea tertawa kecil.
"tunggu di situh" bram menutup telponnya.
Bram dengan cepat turun ke lobi, sedangkan mang ujang yang sedang kebingungan malah tambah bingung melihat Allea menutup teleponnya.
"mbak maya, mbak nur ayoo cepetan minta maaf sama bu allea.." pinta ujang.
"ihh apaan sih pak ujang nyuruh minta maaf emang kenapa sih.." suara mereka tercekat melihat Bram keluar dari lift.
Bram terlihat jalan terburu buru mata nya seolah mencari kesana kemari ia mencari keberadaan Allea.
Bram mengahmpiri meja recepsionis.
"maya, nur, bu Allea mana?" tanya Bram.
"ohh tadi disitu pak, maaf pak ibu itu tidak mau menitipkan makan siang untuk bapak" maya tersenyum ke Bram, Bram memasang wajah kesal. ia lalu menelepon Allea.
"Lea kamu dimana aku di lobbi nih." Bram celingukan.
"aku di toilet mas sebentar tungu yaa..." allea segera berlari menuju lobi. ia melihat Bram dengan gusar menunggu Allea.
"maaf mas aku telat," Allea mencium tangan Bram,
Bram membelai rambut Allea dan tersenyum, mang Ujang menatap seraya meledek ke Maya dan Nur, sedangkan Maya dan Nur terlihat kaget dengan perlakuan Bram ke Allea.
"dari jam bryapa di sini?"
"heum. jam 11" allea tertawa, Bram menatap kesal kepada maya dan nur.
"ini Allea.. istri saya. lain kali jangan halangi dia buat masuk. ia bebas mau masuk kapan pun" Bram terlihat kesal.
"maa...maaf pak kami tidak tau.." Maya dan Nur gugup.
"ke ruang HRD ambil surap peringatan." bram benar-benar marah kepada mereka
"llea siapa lagi yang melarang kamu.." tanya Bram.
"heumm udahlah mas ga apa-apa kok, ayoo masuk yuk kita makan" jawab Allea seraya tersenyum.
"siapa???" Bram memaksa.
"heumm security itu" Allea menunjuk ke security yang tadi melarang Allea untuk naik ke lift, Bram terdiam dan menelepon seseorang.
"halo pak Davian tolong ke lobi dan catat nama orang orang yang melarang istri saya masuk mereka dari bagian resepsionis dan security berikan surat peringatan" Bram mengatakan dengan dingin.
"ahh baik pak saya kesana" ucap pak Davian bagian HRD
"Ayoo masuk, aku lapar" Bram merangkul Allea dan mencium rambut Allea di hadapan mereka.
"mas.. udah deh." Allea menahan bicaranya.
"hahahah.. biarin biar mereka tau kamu istri aku"
"istri mas yang hanya tinggal 2 minggu" lirik Allea.
__ADS_1
"heumm. jangan bikin mood ku jelek Allea" Bram dan allea masuk ke lift sedangkan di luar sana mereka sangat kebingungan.
"nahloh makanya lain kali tanya dulu" mang ujang tertawa meledek mereka dan meningglkan mereka yang sudah mulai di datangi pak davian mang ujang hanya tertawa melihat semuanya dan meledek mereka habis habisan.