
Orang yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga, yaitu papa Adit dan juga Cello, seperti biasa mama Dita akan menjemput mereka di depan pintu.
"Kok lambat pulangnya?" tanya mama Dita.
"Soalnya tadi ada sedikit pekerjaan yang harus di selesai" jawab papa Adit.
"Oh, ayo masuk di dalam Chaim dan Rere udah menunggu kalian" ucap mama Dita.
"Kak Chaim dan kak Rere udah datang?" tanya Cello.
"Ia, ayo masuk dan kita makan siang bersama" jawab mama Dita.
Cello dan papa Adit langsung menyusul mama dita dari belakang.
"Selamat siang pa, selamat siang Cello" sapa Rere dan langsung mencium tangan papa mertuanya.
"Selamat siang nak" jawab papa Adit.
"Selamat siang kak, selamat bergabung di keluarga Mehesa" jawab Cello sambil tertawa.
"Terimakasih Cello" ucap Rere tertawa.
Chaim langsung menyapa papanya dan juga adiknya.
"Selamat siang pa, selamat siang Cello" ucap Chaim.
"Siang kak Chaim, kayaknya segar benar" goda Cello.
Tapi mama Dita langsung memanggil mereka ke mana makan, semuanya sudah berkumpul di mana makan, setelah mama Dita dan Rere mengambilkan makanan untuk papa Adit dan Chaim, kini giliran Cello, tapi seperti biasa mama Dita yang mengambilkan nya.
"Coba tadi aku makan siang di kantin aja mungkin lebih asik" ucap Cello.
"Emangnya makan di rumah tidak asik" tanya mama Dita.
"Asik sih ma, tapi cuma aku yang tidak mempunyai pasangan" jawab Cello.
"Mana yang temani kamu waktu kami menikah" kini Rere yang bertanya.
"Belum pasti kalau itu, dia masih menggantung aku" jawab Cello lemas.
Semuanya hanya tertawa mendengar jawaban Cello, karena baru kali ada cewek yang membuat Cello menunggu.
"Makanya jangan suka mempermainkan wanita, itu karma nak" jawab mama Dita.
Cello hanya menarik nafas dalam-dalam, karena apa yang di katakan mama Dita benar adanya.
__ADS_1
Mereka makan siang sambil mengobrol kecil-kecil apa lagi baru kedatangan keluarga baru mereka yaitu Rere, setelah makan siang, Rere langsung merapikan meja, dia ingin mencuci piring tapi di larang oleh bibi, dan meminta Rere kembali bergabung dengan yang lainnya.
"Jadi kalian jadi berangkat besok?" tanya papa Adit.
"Ia pa, besok aku minta tolong pada Cello mengantar kami ke bandara kalau bisa" jawab chain.
"Bisa, sangat bisa, apa lagi buat kakak" jawab Cello semangat.
"Kalau begitu, mama juga ikut mengantar kalian ya" ucap mama Dita.
"Boleh ma" jawab Rere dan di balas anggukan oleh Chaim.
Dan akhirnya papa Adit dan Cello pamit untuk kembali ke kantor, setelah papa Adit dan Cello meninggalkan halaman rumah dan kembali ke kantor, mama Dita kembali masuk ke dalam rumah.
"Kalian istirahat dulu nak, mama juga mau istirahat" ucap mama Dita.
"Terimakasih ma, selamat beristirahat" jawab Rere.
Mama Dita langsung masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Rere dan Chaim langsung menuju kamar mereka yang berada di lantai dua, Rere sangat kagum melihat kamar Chaim yang begitu rapih, dan di dinding ada beberapa foto Chaim dan ada juga dalam ukuran besar menggunakan baju seragam polisi.
"Pasti kakak sayang banget sama Cello ya" tanya Rere pada Chaim yang lagi membaringkan tubuhnya di kasur.
"Emangnya kenapa sayang?" tanya Chaim.
"Soalnya sampai kakak memajang fotonya di kamar pribadi kakak" ucap Rere.
Rere langsung menuju tempat tidur dan membaringkan dirinya di samping Chaim untuk istirahat, karena dia memang sedikit lelah karena semalam kurang tidur, soalnya habis berolahraga malam bersama dengan Chaim.
πππ
Sedangkan Linzy kini menghabiskan makan siang bersama dengan keluarga Kevin, dan rencananya malam minggu nanti keluarga kevin akan berkunjung ke rumah orang tua Linzy.
Keluarga besar Linzy sudah mengetahuinya, dan ternyata Kevin anak dari sahabat pamannya paman Adit, orang tua Kevin juga belum kembali ke kalimantan, nanti setelah lamaran barulah mereka kembali ke kalimantan.
"Om, tante Linzy kembali dulu ke kantor" ucap Linzy berpamitan kepada orang tua Kevin.
"Kok panggil om dan tante sih, panggil papa dan mama, kan sedikit lagi kalian lamaran" ucap mama Naura, mamanya Kevin.
"Baik ma, Linzy balik dulu" pamit Linzy.
"Ia hati-hati ya nak, biarkan kevin yang mengantar kamu balik ke kantor ya" sambung kakak Kevin.
"Terimakasih kak" jawab Linzy.
setelah berpamitan Linzy dan Kevin segera menuju ke mobil, mereka langsung meninggalkan halaman rumah dan menuju kantor Linzy.
__ADS_1
"Sayang, kami siap nanti pindah ke kalimantan?" tanya Kevin.
"Ke kalimantan? aku sih nggak masalah tapi siapa yang membantu ayah di kantor, sedangkan lintang masih kuliah" jawab Linzy.
"Betul juga ya, tapi masa kita LDRan lagi, pacaran LDRan setelah menikah begitu juga" ucap Kevin.
"Nggak gitu juga sayang, tapi nanti kita lihat mana yang terbaik buat kita" jawab Linzy.
Dalam perjalanan menuju kantor Linzy, mereka berdua asik mengobrol membahas rencana-rencana mereka ke depannya.
Saat sampai di kantornya Linzy langsung berpamitan pada Kevin untuk segera masuk ke dalam kantornya,
"Terimakasih sudah mengantar aku, kamu hati-hati ya, aku masuk dulu" ucap Linzy pada kekasihnya.
"Ia sama-sama sayang, itu udah tugas aku, kamu juga hati-hati bekerja ya, jangan sampai ada yang lecet" ucap Kevin pada Linzy.
Linzy hanya menganggu dan segera turun dari mobil, dan langsung masuk ke dalam lobby setelah merasa aman, barulah Kevin melanjutkan perjalanan kembali ke rumah.
πππ
Cello yang sampai saat ini belum mendapatkan jawaban dari Ema membuat dirinya sedikit galau, dan melampiaskan kegalauan nya ke pekerjaan.
Tya yang baru-baru datang langsung menghampiri adik sepupunya itu.
"Serius banget kerjanya, biasanya banyak main HP dari pada bekerja" ucap Tya.
"Orang jomblo di larang komentar" jawab Cello.
"Emangnya loh nggak jomblo?" tanya tya balik.
"Baru mau otw, kalau saat ini masih jomblo" jawab Cello tertawa.
Tya yang duduk di sofa hanya tertawa mendengar jawaban Cello, dia tau kalau adiknya itu betul-betul sudah sangat jatuhkan hati pada Ema, dan sudah banyak perubahan pada diri Cello setelah mengenal Ema.
Itu yang membuat tya sangat suka pada Ema karena berhasil membuat Cello meninggalkan sikap buruknya yang suka bergonta-ganti pasangan.
"Mungkin juga dia belum yakin pada kamu" lanjut Tya.
"Mungkin kan, soalnya berapa kali aku ajak keluar ada saja pengganggu, terkadang mantan aku tiba-tiba meluk aku di depan dia" ucap Cello.
"Hahaha ada pantas dia jual-jual mahal ke kamu, aku cuma berharap mantan-mantan kamu tidak bermunculan" jawab Tya sambil tertawa.
Cello hanya diam mendengar kakak sepupu itu menertawakan dirinya.
π·π·π·
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar nyaππ€ terimakasih.
π·π·π·π·Bersambung π·π·π·π·