Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 118(season 2)


__ADS_3

Ema yang tidak tau tentang perasaan Cello ke padanya, dia terus mengabaikan telepon atau pesan Cello.


"Yang nyesek itu saat pesan kita di baca doang dan tidak di balas" goda tya pada Cello.


Cello langsung meninggalkan tuan yang duduk di meja makan, karena yang lainnya pada duduk di ruang keluarga bersama Rere.


Tya hanya tertawa melihat tingkah Cello, yang menurut tya bagaikan orang gila, karena cuma di abaikan perempuan.


"Kenapa kamu ketawa-ketawa sendiri?" tanya Linzy yang tiba-tiba datang ke meja makan.


"Nggak kak, ada yang lucu aja makanya aku ketawa" jawab Tya pada Linzy.


"Cello mana? tadi kan sama kamu di sini?" tanya Linzy mencari Cello.


"Oh Cello ada di kamarnya kak, nggak tau dia ngapain" jawab Tya.


Linzy hanya mengangguk mendengar jawaban Tya, dan langsung membuka kulkas untuk mengambil air dingin.


Sedangkan di ruang keluarga parah orang tua lagi duduk membahas pernikahan Chaim dan Rere, kebetulan mereka berdua lagi hadir.


Dan sesuai kesepakatan orang tua Chaim, besok mereka akan berkunjung ke rumah orang tua Rere. Rere juga sudah setuju, karena bukan cuma keluarga Chaim yang ingin pernikahan mereka segera di gelar tapi papa nya juga, papa Rifky.


Dan tiba saatnya untuk makan siang, mereka semuanya pada berkumpul di meja makan, kecuali Cello dia menyendiri di dalam kamarnya.


"Cello ke mana?" tanya oma Metha.


"Ada di kamarnya oma, sebentar ya aku panggil dulu" jawab Tya dan langsung menuju lantai dua untuk memanggil Cello.


Tya langsung naik ke lantai dua tepatnya ke kamar Cello, setelah mengetuk pintu dan di persilahkan oleh Cello masuk, tya langsung membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Cello.


"Ayo turun makan, semuanya udah kumpul di meja makan" ajak Tya pada Cello.


"Aku malas makan kak, nggak nafsu makan" jawab Cello dengan lemas.


"Jangan begitu, aku jadi penasaran sama dia, sampai buat kamu begini" ucap Tya ikut duduk di pinggir tempat tidur Cello.


"Bagi aku dia wanita yang spesial kak, memang selama ini aku brengsek tapi tidak pernah mendapatkan wanita seperti dia" jawab Cello pada kakak sepupunya itu.


"Ini Anugrah kah atau karma" ucap Tya menatap Cello sambil tersenyum mengejek. Cello hanya memperlihatkan muka tidak sukanya pada omongan Tya barusan.


Cello akhirnya berdiri dan keluar kamar di ikuti oleh Tya, dia tidak ingin membahas itu lagi, mereka berdua langsung turun ke lantai bawa dan bergabung dengan lainnya.


"Kok loyo banget si nak, kamu nggak enak badan?" tanya mama Dita pada Cello.

__ADS_1


"Nggak kok ma, aku baik-baik saja" jawab Cello dan langsung duduk di samping kakaknya.


"Dia lagi galau ma" jawab Tya.


"Ha, galau? tanya Linzy kaget.


Rere hanya tersenyum melihat Cello dan lainnya saling mengejek.


" Emangnya siapa sih yang bikin anak mama satu ini galau?" goda mama Dita kembali.


Cello hanya diam, dan menuang nasi turun ke piringnya, Cello malas meladeni pertanyaan mereka. tetapi Tya yang membongkar semuanya, apa lagi di depan keluarga besar dan juga calon kakak iparnya.


"Itu ma, ada cewek siapa lagi nama dek? oh aku ingat namanya Ema, dia seorang desainer" jawab Tya dengan semangat.


"Siapa? Ema? aku kenal orang nya dia sangat baik, dia desainer terkenal, aku dan mama suka membeli baju di butiknya" jelas Rere.


Cello yang lagi mengunyah makanannya langsung menatap Rere.


"Kakak tau alamat butiknya?" tanya Cello dengan semangat.


"Tau dek, aku suka beli baju di sana, dan rencana nanti aku mau beli baju pernikahan di sana" lanjut Rere.


Cello langsung tersenyum bahagia, mendengar penjelasan calon kakak iparnya itu, dia kembali semangat tidak seperti tadi.


Semuanya menikmati makan siang dengan penuh candaan kecil dari mereka, apa lagi Cello kembali ceria dan kembali berdebat dengan Linzy musuh bebuyutan nya.


"Kak Rere minta alamat butik Ema dong" ucap Cello pada Rere yang lagi asik mengobrol dengan Linzy dan Tya.


"Ok nanti aku kasih ya dek" ucap Rere dengan lembut.


"Akhirnya aku bisa tau juga alamatnya" jawab Cello dengan semangat.


Mereka semuanya tertawa melihat tingkah Cello, gara-gara terlalu semangat mendapatkan alamat butik Ema.


πŸ’•πŸ’•


Ema yang lagi sibuk di butiknya karena ada customer nya akan mengambil baju pesanannya.


Ema akhirnya bisa bersantai sejenak karena baju yang dia beberapa minggu ini akhirnya selesai juga dkerjakanan sudah di ambil oleh pemilik nya.


"Terimakasih mbak Ema, bajunya aku sangat suka dan puas dengan kinerja mbak Ema" ucap customer nya.


"Sama-sama buk, saya juga puas kalau mbak suka" jawab Ema bahagia.

__ADS_1


Setelah customer nya pergi, Ema kembali ke ruangannya, dia langsung duduk di kursinya dan menyandarkan Kepala nya di bangku kerjanya.


Tok... tok... tok


Setelah di persilakan masuk, salah satu karyawan Ema langsung masuk ke dalam ruangan Ema.


"Selamat siang mbak, maaf mengganggu" ucap salah satu karyawan nya.


"Ia ada apa?" tanya Ema kembali.


"Ada yang ingin bertemu dengan mbak Ema".


Ema langsung keluar dari ruangannya bersama dengan karyawan nya, dan langsung menuju tempat biasa tamu menunggunya.


" Selamat siang, ada yang bisa di bantu" ucap Ema pada laki-laki yang lagi berdiri menghadap ke jendela kaca.


"Selamat siang juga" jawab Cello langsung berbalik membuat Ema kaget.


"Kok kamu bisa ada di sini?" tanya Ema pada Cello.


"Itu rahasia, yang penting bisa bertemu kamu" jawab Cello dengan senyum bahagia.


Ema langsung mempersilakan Cello untuk duduk, dan dia langsung menuju ruangannya mengambil minuman dingin untuk Cello.


"Ayo minum, maaf cuma ini" ucap Ema pada Cello.


"Tidak usah repot-repot" jawab Cello.


Ema langsung duduk di sofa berhadapan dengan Cello, mereka berdua duduk mengobrol.


"Malam nanti kita makan malam berdua ya" ajak Cello pada Ema.


"Maaf ya, bukannya aku tidak mau kamu ajak atau sok jual mahal apa lah, tapi jujur aku tidak mau menjadi orang ketiga dalam hubungan kamu dengan pacar kamu" jawab Ema tegas.


"Aku belum punya pacar, aku masih sendiri kok jadi kamu tidak usah takut" ucap Cello.


"Maaf ya, tapi aku lihat sendiri dengan mata Kepala aku, kamu makan siang berdua, jadi maaf aku tidak mau jadi penghalang di hubungan kalian" jawab Ema kembali.


Cello bingung di mana Ema melihat dia makan siang dengan wanita lain, padahal dia tidak pernah bertemu dengan Ema.


Cello berusaha meyakinkan Ema kalau dia tidak punya kekasih, tapi Ema belum bisa percaya Cello begitu saja.


🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa tinggal kan jejaknya, lewat like dan komentar nya, kalau bisa vote dan bunganya juga yaπŸ€—πŸ˜˜ terimakasih salam sehatπŸ™β€β€


🌊🌊🌊🌊Bersambung 🌊🌊🌊🌊


__ADS_2