
Cello dan Ema juga lagi menikmati makan siang bersama.
"Sayang, bukannya itu yang di sana kak Tya?" ucap Ema pada Cello.
"Mana sayang?" tanya Cello.
"Itu sana, yang di meja di sudut sana, tapi bersama laki-laki sayang" jawab Ema pada Cello.
Cello yang mengikuti arah tunjukkan Ema, dan betul yang di pojok sana adalah Tya dengan laki-laki entah itu siapa karena baru kali ini Tya jalan dengan laki-laki lain.
"Aku juga tidak tau, yang bersama kak Tya itu" jawab Cello.
"Ayo kita makan, mungkin itu pacar kak Tya" ucap Ema pada Cello.
Mereka berdua akhirnya makan siang bersama, udah lama mereka berdua tidak makan siang bareng karena kesibukan masing-masing.
"Akhirnya rasa kangen aku ke kamu terobati juga sayang" ucap Cello sambil memandang wajah Ema.
Ema hanya tersenyum mendengar ucapan Cello barusan, karena yang dia rasa kangen sama dengan yang di rasakan oleh Cello, hanya saja Ema tidak bisa mengutarakan langsung pada Cello.
"Makan berdua aja tidak ajak-ajak" ucap Tya yang datang menghampiri mereka.
"Eh kak Tya, ayo silakan duduk" ucap Ema mempersilahkan Tya duduk.
"Terimakasih dek" jawab Tya.
Sedangkan Cello hanya diam menikmati makan siangnya, karena dia sudah sangat lapar.
"Kakak dengan siapa?" tanya Ema kembali.
"Oh eee sama teman" jawab Tya sedikit gugup.
Ema hanya ber O ria mendengar jawaban Tya, tidak lama Kenzo datang menghampiri mereka.
"Kalian lanjut ya, aku jalan dulu" ucap Tya pamit pada Cello dan Ema.
"Ok hati-hati" jawab Cello.
"Hati-hati di jalan kak" sambung Ema.
Tya hanya menganggukkan kepalanya dan langsung meninggalkan Cello dan Ema, Cello memperhatikan laki-laki yang bersama kakak sepupunya itu, karena baru kali ini Tya jalan dengan laki-laki lain, biasanya hanya jalan dengan dirinya atau dengan Chaim.
__ADS_1
"Semoga laki-laki itu bisa menjaga kak Tya" batin Cello.
Cello sudah menganggap Tya seperti kakak kandung nya sendiri, makanya dia sangat kuatir kalau Tya jalan dengan laki-laki lain, Cello takut kakak sepupunya itu hanya di permainkan oleh laki-laki lain.
Kini Tya dan Kenzo sudah berada di dalam mobil, mereka berdua kembali ke kantor Tya.
"Bagai mana kalau weekend nanti kita jala-jalan berdua, soal aku mau kita makin dekat karena aku mau kembali ke Korea" ucap Kenzo.
"Emmm... ok, kita mau ke mana?" tanya Tya.
"Ke mana aja asal kan kamu senang, soalnya kalau aku maunya ke pelaminan" ucap Kenzo mengeluarkan gombalannya.
"Apa setiap bersama wanita kamu selalu begitu?" tanya Tya.
"Nggak lah, aku kan udah bilang tadi kalau akun itu tidak pernah jalan dengan cewek, kecuali kamu" jalan Kenzo kembali.
Tya hanya tersenyum mendengar jawaban Kenzo, karena Tya juga baru mengenal Kenzo jadi tidak terlalu percaya sama omongan Kenzo, karena Tya takut Kenzo mempunyai wanita lain.
"Aduh jangan senyum-senyum begitu, aku takut kalau aku kena diabetes karena senyuman kamu yang sangat manis" ucap Kenzo kembali,
Dan lagi-lagi Tya hanya tertunduk malu mendengar ucapan Kenzo, laki-laki yang duduk di sampingnya ternyata jago gombal.
"Cie... ada yang malu, sampai pipinya merah kayak tomat" lanjut Kenzo tersenyum jail pada Tya.
Tya memang baru pertama kali jalan dengan laki-laki lain selain sepupunya, karena selama ini tya sangat tertutup, banyak yang mendekati dirinya tapi dia tidak pernah meresponnya, tidak lama mereka berdua akhirnya tiba di kantor Tya.
"Sampai..." ucap Kenzo saat mobilnya berhenti sempurna di parkiran mobil.
"Mau singgah atau langsung lanjut" tanya Tya pada Kenzo.
"Aku lanjut aja deh, aku sebenarnya ingin mampir mengobrol dengan calon mertua ku tapi aku takut mengganggu beliau" ucap Kenzo kembali.
"Ya udah, hati-hati di jalan ya dan terimakasih makan siangnya" ucap Tya.
"Ia sama-sama, aku harus berterimakasih karena kamu sudah bersedia menemani aku makan siang" jawab Kenzo sambil mengedipkan matanya pada Tya.
Tya hanya mengangguk dan langsung turun dari mobil, sedangkan Kenzo hanya tertawa karena dia tau kalau Tya sedikit malu.
"Aku lanjut ya, salam buat calon ayah mertuaku" ucap Kenzo.
"Ia nanti aku sampaikan" jawab Tya.
__ADS_1
Tya langsung masuk ke dalam lobby, setelah Tya masuk barulah Kenzo melanjutkan perjalanannya kembali ke rumahnya.
Setelah sampai di ruangannya Tya langsung kembali di sibuk kan dengan pekerjaannya, sedangkan Kenzo kembali ke rumahnya, karena dia di jakarta hanya datang berlibur, tapi walaupun dia di jakarta tetap aja dia bekerja, karena asisten nya selalu mengirimkan semua pekerjaannya lewat e-mail nya.
ππ
Chaim sudah bersiap-siap untuk kembali ke kantornya, karena masih jam kerja dan juga masih ada pekerjaan yang belum dia selesaikan.
"Sayang, aku kembali ke Kantor ya" pamit Chaim pada Rere.
"Ia sayang, kamu hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut" jawab Rere dan langsung mencium tangan Chaim.
Chaim langsung mencium kening istrinya, setelah itu Chaim langsung berangkat kembali ke kantornya, dengan menggunakan motor kesayangannya.
Rere betul-betul menikmati perannya sebagai istri, lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah, menyiapkan keperluan suaminya, nanti saat weekend barulah mereka berkunjung ke rumah orang tua mereka.
Seperti weekend nanti mereka berdua akan ke rumah mama Dita, karena weekend kemarin mereka menginap di rumah mama Lia orang tua Rere.
Mereka berdua menikmati kebersamaan mereka setelah menikah, menghabiskan waktu berdua, mungkin itu yang di bilang pacaran setelah menikah.
Chaim yang sudah tiba di kantornya, langsung berhadapan dengan layar komputer di dalam ruangannya.
Sedangkan Rere asik melepas kangen dengan sahabatnya Dewi lewat sambungan video_call, sahabat saat Rere masih menjadi salah satu karyawan bank.
"Enak ya jadi nyonya" goda dewi π±
"Biasa aja kok, hanya bedanya ada yang di urusin di siapkan makanan dan juga pakaiannya" jawab Rere π±
"Dulu katanya dia biasa-biasa aja, tapi sekarang sudah jadi bucin sama dia" goda Dewi kembaliπ±
Rere hanya tertawa mendengar godaan Dewi, karena memang dulu Rere selalu terlihat cuek kalau bertemu dengan Chaim.
Setelah puas mengobrol dengan Dewi, Rere langsung menutup sambungan telepon nya, dia langsung masuk dalam kamarnya untuk beristirahat, sebelum kembali ke dapur, menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
Rere tidak pernah mengeluh soal urusan rumah, walaupun terkadang Chaim ingin memakai asisten rumah tangga, tapi Rere selalu menolaknya dengan alasan dia masih bisa melakukan dengan sendirian karena dia sudah terbiasa dari kecil, karena di rumah orang tuanya mereka tidak memakai asisten rumah tangga, semua di kerjakan sendiri oleh mama Lia.
πππ
Jangan lupa di like dan di komentar ya kakππ€
Terimakasihπππ
__ADS_1
Bersambung π€π