
Menurut Adit ini ngidam teraneh yang pernah Dita minta, untung saja sang bibi bisa membuatnya dan Adit juga senang karena sang istri memakannya dengan lahap.
"Udah puas sayang?" tanya Adit pada istrinya.
"Udah sayang, ternyata enak juga" jawab Dita d Ngan senyum puas.
Adit yang melihat istrinya tersenyum puas, dia juga puas, Adit memang selalu memenuhi keinginan istrinya saat ngidam.
Setelah makan siang Adit kembali ke kantornya, karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.
Setelah pamit Adit langsung meninggalkan rumah menuju kantornya karena Davin juga sudah meneleponnya katanya nada yang ingin bertemu dengan Adit.
Setelah beberapa waktu Adit pun sudah tiba di kantor dan langsung menuju ruangannya, dan betul seseorang sudah ada di dalam ruangannya di temani oleh Davin.
"Selamat siang, maaf menunggu lama" ucap Adit dengan ramah.
"Selamat siang juga pak Adit, aduh minta maaf sudah mengganggu jam istirahat bapak". sambil berjabat tangan dengan Adit.
"Tidak apa-apa pak, ayo silakan duduk kembali" ucap Adit mempersilahkan tamunya duduk kembali.
Mereka bertiga akhirnya berbincang-bincang, dan sampai sang tamu itu yang bernama pak Leo, dia datang menemui Adit karena ingin meminta bantuan padanya karena perusahaan yang baru dia rintis terancam gulung tikar karena ulah karyawannya yang sangat dia percayai.
Adit yang serius mendengar cerita pak Leo, begitu juga dengan Davin, dia berusaha mencari siapa tau ada kebohongan dari raut wajah pak Leo tapi ternyata tidak.
Adit juga bercerita kalau dulu bapaknya juga mengalami hal yang sama yang di alami pak Leo, untungnya dia dan Davin cepat mengetahui hal itu dan dia langsung mengambil alih perusahaan dan mengeluarkan sih pelaku.
Sedangkan Zico kini sudah bekerja di perusahaan yang baru, dia lah yang mengirim pengajuan kerja sama pada Adit karena punya niat tersendiri, memang jejak terjang Zico sangat buruk, saat masih bekerja dengan perusahaan Adit dia korupsi begitu juga saat bekerja dengan pak Leo dia juga korupsi.
karena dia melihat perubahan Adit semakin berkembang saat sudah di tangan Adit membuat dia iri dan ingin menghancurkan perusahaan itu.
Ya entah setan apa yang merasuki Zico hingga ingin menghancurkan Adit, padahal kalau di pikir, dia di pecat secara tidak hormat itu semua karena ulahnya .
Begitu juga yang di alami pak Leo, dia sangat percaya pada Zico ternyata dia malah mau menghancurkan perusahaan pak Leo.
"Ok, baik pak, nanti kami pelajari ulang proposal yang bapak ajukan ini" ucap Adit.
__ADS_1
"Terimakasih pak Adit, saya sangat berharap bisa menjalin kerjasama dengan bapak" ucap pak Leo dengan ramah.
Pak Leo akhirnya berpamitan dan langsung meninggalkan ruangan Adit di antar oleh Davin, setelah pak Leo meninggalkan kantor Adit, Davin langsung kembali masuk ke dalam ruangan Adit.
"Bos, bagai mana dengan pengajuan kerja sama yang di ajukan oleh perusahaan B itu hari" tanya Davin.
"Abaikan saja, kita terima saja pengajuan kerja sama dengan pak Leo saja" jawab Adit.
"Ok baik bos, kalau begitu saya kembali ke ruangannya saya dulu bos" pamit Davin.
"Tunggu, kamu duduk dulu di sini" ucap Adit pada Davin.
Davin segera duduk di sofa berhadapan dengan Adit, dia heran mengapa dia di ajak duduk kembali oleh Adit.
"Bagai mana dengan persiapan pernikahan kamu?" tanya Adit.
"Belum tau, soalnya saya juga belum bertemu dengan papa dan mama" jawab Davin.
"Ok sebaiknya kamu bertemu dengan papa dan mama secepatnya, agar kalian menentukan tanggal pernikahan kalian, dan kamu juga harus bicarakan dengan Dea" jelas Adit.
"Baik bos, nanti saya bicarakan dulu dengan Dea, dan nanti hari Sabtu baru pergi bertemu dengan mama dan papa" jawab Davin.
"Aduh bos, jangan terlalu repot bos sudah banyak berjasa pada saya, sehingga saya bisa begini" ucap Davin.
"Itulah namanya saudara, kita saling mendukung satu sama lain, nanti kita akan tinggal bersampingan dan tidak jauh dari rumah mama dan papa" jelas Adit kembali.
"Baik bos, terimakasih banyak hadiah nya" ucap Davin kembali.
"Baik, kalau bisa kasih tau Dea agar tidak usah malu-malu sama kita, dan kamu ajak-ajak dia ke rumah mama, mama dan papa pasti senang apa lagi Dita"
"Ia nanti aku ajak Dea ke sana" ucap Davin kembali.
"Ia kasian dia kamu kurung terus di apartemen kamu, kayak tahanan kamu saja" ledek Adit kembali.
"Siap bos, hari Sabtu bos ada di rumah mama kan?" tanya Davin kembali.
__ADS_1
"Ia ada, dan saya sudah sering kali bilang kalau kita bicara tentang keluarga jangan memanggil saya bos, berbicaralah seperti adik dan kakak, tapi kamu selalu memanggil saya bos, kalau urusan kantor tidak apa-apa tapi jangan kalau urusan keluarga" jelas Adit.
"Baik bang, maaf mungkin karena terbiasa di kantor apa lagi ini kita masih di kantor" jawab Davin .
"Ok ingat itu jangan sampai saya memperingati kamu lagi yang kesekian kalinya, dan kamu bisa kembali ke ruangan kami karena sedikit lagi jam pulang kerja" ucap Adit.
Davin langsung pamit dan keluar menuju ruangannya, karena sedikit lagi jam pulang kerja, Davin merapikan meja kerjanya yang berantakan.
Sebelum pulang dia mengirim pesan pada Dea kalau dia ingin mengajak Dea makan malam di luar, ya ini pertama kalinya Davin mengajak Dea makan berdua di luar.
Dasar si Davin kaku tidak ada romantis-romantisnya biar sedikit, dan untuk saja Dea bisa memaklumi sifat Davin tersebut.
Jangankan mengajak Dea jalan, lembur saja di kantor dia tidak pernah memberitahukan pada Dea, itu membuat Dea terkadang tertidur di sofa kerena menunggu Davin.
Di rumah juga Davin biasa-biasa saja tidak pernah ada kata romantis keluar dari mulutnya untuk Dea, semoga saja nanti setelah menikah Davin mengikuti Adit yang bucin pada istrinya setelah menikah.
Setelah menerima telepon dari Davin, Dea langsung bergegas untuk bersiap-siap, karena dia juga tidak ingin Davin menunggu lama kerena dirinya.
Davin kini sudah berada di jalan untuk pulang ke rumah, setelah menempuh perjalanan yang begitu melelahkan karena macet akhirnya Davin tiba di apartemennya, setelah menekan bel akhirnya Dea membuka pintu untuknya.
"Selamat sore kak" sapa Dea setelah membuka pintu.
"Sore juga, kamu sudah siap?" tanya Davin pada Dea.
"Ia sudah kak" jawab Dea.
"Sabar ya saya siap-siap dulu baru kita jalan" ucap Davin dan langsung masuk ke dalam kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap.
💞💞💞
Maaf kalau ceritanya garing, tapi aku tetap mohon dukungan dari kalian semuanya pembaca setiaku, kakak-kakak ku semua😍😘🤗
Siapa tau ada yang ingin bermain denganku lewat FB dan WA silakan dengan senang hati.
FB: norma Ma'iring.
__ADS_1
WA: 081248114397.
💞💞💞 Bersambung 💞💞💞