Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 109 (Season 2)


__ADS_3

Chaim akhirnya tiba di cafe tempat mereka janjian, di sana sudah ada kedua orang tuanya dan juga adiknya.


"Maaf aku terlambat" ucap Chaim.


"Belum kok sayang, kamu juga baru datang" jawab mama Dita.


Chaim langsung duduk di kursi yang kosong, pas di samping adiknya, setelah semua sudah berkumpul mama Dita langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan.


"Dita... udah lama sekali kita nggak ketemu" sapa seseorang.


Dita langsung menatap wanita yang berdiri di depannya.


"Lia... benar kan kamu Lia" ucap Dita langsung memeluk sahabatnya itu.


Mereka berdua akhirnya saling berpelukan, karena memang udah lama sekali mereka tidak pernah bertemu.


"Kamu dengan siapa?" tanya Dita


"Aku dengan suami dan anak aku".


"Ini anak kamu? cantik banget" jawab Dita, Rere langsung mencium tangan Dita.


"Ia ma, cantik banget" jawab Cello yang langsung dapat pukulan dari sang papa.


Rere kaget melihat Chaim, orang yang menolongnya saat hampir di jambret beberapa hari yang lalu, tapi tidak dengan Chaim, dia langsung lupa dengan sosok Rere yang pernah di tolong.


Tidak lama akhirnya Lia pamit pada Dita dan keluarganya, karena mereka sudah selesai makan, saat di mereka keluar menuju parkiran barulah Rere memberi tahu kan mamanya kalau Chaim yang menolongnya saat hampir di jambret.


"Ma, kakak yang pakai baju seragam polisi tadi, itu yang menolong aku beberapa hari yang lalu saat hampir di jambret" ucap Rere pada mamanya.


"Yang benar nak? berarti dia anaknya tante Dita dong" jawab mamanya.


"Ia tapi orangnya seram ya ma, nggak ada senyum-senyum" ucap Rere pada mamanya.


Mama Lia dan papa Rifki hanya tertawa mendengar penuturan anaknya, sampai di parkiran mobil mereka berpisah, mama dan papanya pulang ke rumah sedangkan Rere kembali ke kantornya.


Sedangkan Dita sekeluarga baru menikmati makan siang mereka.


"Ma, tante yang tadi teman mama?" tanya Cello.


"Ia, teman mama dulu waktu mama masih kerja, belum menikah dengan papa" jawab mama Dita.


"Anaknya cantik, cocok dengan kakak Chaim" ucap Cello.


"Papa kira cocok dengan kamu" jawab papa Adit bercanda.


"Kalau dia mau sama aku, siapa takut" jawab Cello tertawa.


Mama dan papa nya hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban Cello, sedangkan Chaim hanya diam menikmati makanannya, karena dia ingin cepat kembali ke kantornya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat akhirnya mereka selesai makan, Cello dan papa Adit mengantar mama Dita kembali ke rumah sedangkan Chaim kembali ke kantornya karena dari tadi hpnya tidak berhenti berdering.


"Kamu hati-hati di jalan ya nak" ucap mama Dita.


"Ia ma, kalian juga hati-hati ya" jawab Chaim dan langsung meninggalkan parkiran cafe.


Mereka juga akhirnya naik ke mobil dan melanjutkan perjalanan mereka, seperti biasa cello lah yang menjadi juru mudi.


Kali ini Tya tidak ikut karena dia sedang berada di perusahaan cabang bersama ayahnya, ayah Davin.


"Pa, bagai mana kalau kita jodohkan Chaim dengan anaknya teman aku Lia, kayaknya mereka cocok deh" usul mama Dita.


"Setuju ma, kalau kakak tidak mau jodohkan dengan aku aja" jawab Cello.


"Kayak kisah kita aja, di jodohkan" jawab papa Adit.


Mereka kembali tertawa bertiga di mobil, banyak hal yang mereka bahas, tidak terasa mereka tiba di rumah, akhirnya mama Dita turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah, sedangkan papa Adit dan Cello kembali ke kantor mereka.



Visual Chaim, semoga kalian suka ya, kalau tidak sesuai kakak-kakak ngehalu sendiri ya πŸ˜‚.



Visual Cello, aku bingung dengan Visual Cello makanya aku pakaian yang ini aja, semoga kakak-kakak suka ya.



πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Cello yang ingin mencari udara segar karena suntuk dengan pekerjaannya, apa lagi sudah tidak ada Tya membantunya, karena Tya sudah bersama ayah Davin.


Dia kini berada di sebuah cafe live musik, dia menikmati secangkir kopi, di meja sebelah ada wanita cantik lagi nongkrong sendirian, Cello dengan pedenya menghampiri wanita itu.


"Hai sendiri aja" sapa Cello padanya.


"Ia pas aja lagi sendiri" jawab wanita itu.


"Boleh dong aku duduk di sini?"


"Silakan kalau kamu tidak keberatan" jawabnya kembali.


Cello langsung duduk, tanpa basa-basi Cello langsung memperkenalkan diri, begitu juga si wanita tersebut.


"Cello, kalau kamu?" tanya Cello.


"Saya Ema" jawabnya sambil tersenyum.


Mereka berdua akhirnya menikmati live musik yang ada di cafe tersebut, tanpa malu Cello meminta nomor kontak Ema, dan dengan senang hati Ema memberikannya pada Cello, akhirnya mereka saling menukar nomor kontak.

__ADS_1


Sudah hampir larut malam, Cello dan Ema memutuskan untuk pulang, mereka berpisah di halaman parkiran cafe.


"Sampai jumpa lagi ya, Hati-hati di jalan" ucap Cello.


"Sama-sama kamu juga ya" jawab Ema dan langsung naik ke mobilnya.


Setelah Ema pergi barulah Cello meninggalkan parkiran mobil dan kembali ke rumah.


Dalam perjalanan pulang ban mobil Ema kempes, dia turun dan menatap ban mobilnya, dan tiba-tiba ada dua orang laki-laki menghampirinya.


"Hai cantik mobilnya kenapa?" tanya salah satu dari mereka.


Ema hanya mundur ke belakang karena takut, apa lagi dua laki-laki tersebut menyeramkan tubuhnya di penuhi oleh tatto.


"Jangan takut cantik, ayo dong sini dengan abang" ucap rekannya yang lain sambil mendekati Ema.


"Kalian jangan macam-macam ya, aku laporin polisi kalian" ancam Ema.


"Malam-malam begini nggak ada polisi, mereka semua sudah pada bobok cantik di rumahnya". jawab preman tersebut.


Ema yang semakin ketakutan, dia tidak tau mau minta tolong ke mana, dan akhirnya ada sebuah sepeda motor berhenti di hadapannya.


" Hoi... kalian mau ngapain?"


"Hahaha sok jagoan datang" jawab preman tersebut pada rekannya.


"Apa kalian tidak takut dengan penjara?" tanya Chaim.


Laki-laki itu adalah Chaim, dia baru pulang dari kantornya, karena ada sesuatu hal, hingga dia pulang malam.


Tiba-tiba Chaim di serang dari salah satu preman tersebut, dengan Chaim cepat menendang perut si preman sampai tersungkur ke aspal, perkelahian dua lawan satu tidak terhindarkan, salah satu dari preman tersebut mengeluarkan pisau, tapi Chaim tidak melihatnya.


Dengan cepat Ema mengambil kayu yang ada di pinggir jalan raya, dia langsung memukul tangan si preman tersebut hingga pisau terlempar jauh.


Chaim akhirnya melumpuhkan kedua preman tersebut, dia menelfon temannya yang piket malam untuk datang menjemput preman yang berhasil dia lumpuhkan.


"Terimakasih pak atas bantuannya, seandainya bapak tidak lewat, saya tidak tau apa yang terjadi pada saya" ucap Ema pada Chaim.


"Ia sama-sama, lain kali jangan jalan malam sendirian apa lagi kamu perempuan rawan bahaya di jalan" jawab Chaim.


Tidak lama rekan-rekan Chaim datang mengambil kedua preman tersebut, dan membawanya ke kantor polisi.


"Kalian tidak usah interogasi langsung aja jebloskan ke dalam sel, biarkan mereka berdua membusuk dalam penjara" ucap Chaim pada rekan-rekannya.


Chaim juga menyuruh rekan-rekannya yang lain mengantar Ema pulang karena ban mobilnya kempes, setelah semuanya beres Chaim baru melanjutkan perjalanannya pulang ke rumahnya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Semoga kalian suka dengan visualnya, Visual yang lain akan menyusul ya, kalau tidak sesuai tolong di koreksi yaπŸ€—πŸ™

__ADS_1


Dan jangan lupa di like dan komentarnya ya kakπŸ™πŸ€— terimakasih.


❀❀❀❀bersambung ❀❀❀❀


__ADS_2