
Pagi harinya mama Dita sudah bangun menyiapkan sarapan untuk keluarga nya, mama Dita tidak pernah merasa lelah demi keluarga kecilnya.
Papa Adit juga sudah bangun, dia sudah berpakaian rapih karena akan berangkat ke kantor.
"Anak-anak belum bangun ma?" tanya papa Adit.
"Belum, mama belum naik bangunin mereka" jawab mama Dita.
Papa Adit langsung duduk di meja makan sambil menikmati kopi buatan istrinya.
Tidak lama Chaim sudah ikut bergabung dengan papa Adit, mama Dita langsung naik ke lantai dua membangunkan Cello.
Tapi ternyata Cello sudah bangun dan lagi di kamar mandi dia sedang mandi.
"Adek, cepat mandinya papa dan kakak sudah menunggu di meja makan" teriak mama Dita.
"Ia ma, udah mau selesai ini" jawab Cello.
Mama Dita langsung keluar dari kamar Cello dan langsung kembali ke lantai bawah, setelah berganti pakaian dengan pakaian kerja, Cello langsung menyusul ke bawah untuk sarapan bersama.
"Selamat pagi semuanya" sapa Cello dan langsung duduk di samping Chaim.
"Pagi juga dek" jawab Chaim.
"Ayo sarapan nanti kalian telat lagi" ucap mama Dita.
"Biar telat tidak ada yang berani pecat aku kok" jawab Cello menaik turunkan alis matanya.
Mereka sarapan sambil ngobrol, dan kadang di warnai candaan Cello. si playboy tapi suka ngelawak.
Setelah sarapan Chaim pamit duluan untuk ke kantornya, kali ini dia tidak pakai mobil tapi memakai motor kesayangannya.
Setelah Chaim pergi, papa Adit dan juga Cello akhirnya juga pamit, karena pagi ini mereka ada meeting.
"Ma... kami jalan dulu ya, mama hati-hati di rumah" ucap papa Adit dan langsung. mencium kening mama Dita.
"Ia kalian juga hati-hati ya di jalan dan bekerja" jawab mama Dita.
"Cello hati-hati bawa kendaraan nya" lanjut mama Dita menasehati anaknya.
"Siap nyonya besar" jawab cello sambil memberikan hormat pada mama Dita.
Setelah pamit papa Adit dan Cello langsung meninggalkan halaman rumah dan langsung menuju kantor mereka.
Seperti juga di rumah bunda Dea, ayah Davin dan Tya sudah pamit untuk ke kantor.
__ADS_1
"Bund, kami jalan dulu ya" ucap ayah Davin.
"Ia hati-hati ya, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya" jawab bunda Dea.
"Ia... bunda tenang saja, ayah tidak pernah ngebut kalau bawa kendaraan.
ya Tya dan ayahnya selalu satu mobil tapi ayah Davin lah yang menyetir mobil, dia tidak mengijinkan anak semata wayangnya menyetir sendirian, padahal Tya sudah bisa nyetir mobil.
"Bunda... Tya jalan dulu ya" pamit Tya sambil mencium tangan bunda nya.
"Ia sayang, hati-hati ya" jawab bunda Dea pada putri nya.
Ayah Davin dan Tya sudah meninggal kan halaman rumah, bunda Dea kembali masuk rumah, bunda Dea akan beres-beres setelah itu dia akan ke rumah mama Dita mereka berdua sudah janjian.
Dalam perjalanan menuju kantor, Tya dan ayahnya asik mengobrol, kalau bersama dengan putri nya, ayah Davin banyak bicara tapi kalau di kantor dia bagaikan balik es yang susah meleleh.
Walaupun Tya seorang perempuan tapi dia bagi belah diri dan bisa memaki pistol, itu semua ajaran sang ayah. Tya memang sangat manja dengan ayahnya.
Tapi manja itu hanya kelihatan saat di rumah saja, kalau di kantor dia juga sangat tegas seperti ayah Davin.
Kali ini mereka akan ke kantor tempat papa Adit karena ada meeting, ayah Davin hanya menemani Tya saja, karena nanti saat meeting Tya dan Cello yang akan memimpin meeting.
πππ
Lintang yang masih libur kuliah kali ini dia akan ke rumah mama Dita bersama ibu Mia. sebenarnya Lintang sudah masuk kuliah tapi karena kakak sepupunya akan menikah makanya dia ijin.
"Sedikit lagi sayang, emangnya kenapa nak?" tanya balik ibu Mia.
"Nggak sih, soalnya aku mau main games, malas kalau lagi seruh ibu minta jalan" jawab Cello.
Mendengar ucapan sang anak, ibu Mia langsung bersiap-siap, karena dia tau kalau anaknya sudah main games tidak bisa di ganggu lagi.
"Sabar ya nak, ibu siap-siap dulu" ucap ibunya.
Lintang hanya mengangguk kan kepala nya, dan menunggu sang ibu di ruang keluarga. tidak lama ibu Mia sudah keluar dari kamar, dan langsung mengajak Lintang untuk jalan.
"Ayo nak, kita jalan" ajak ibu Mia.
Lintang langsung berdiri dan langsung mengikuti ibunya menuju halaman depan, Lintang yang menyetir mobil karena sang ibu takut menyetir mobil.
"Ibu bikin apa ke rumah mama Dita?" tanya Lintang
"Nggak tau sayang tapi semalam mama Dita mengajak ibu ke rumahnya, mungkin ada urusan persiapan pernikahan kakak Chaim belum selesai" lanjut ibu Mia.
"Kak Chaim udah mau menikah, dan terus kakak Linzy kapan?" tanya Lintang kembali pada ibunya.
__ADS_1
"Ibu juga tidak tau nak, soalnya kakak namun itu tertutup soalnya masalah pribadinya" jawab ibu Mia.
Karena jarak rumah mama Dita dan ayah Rio tidak terlalu jauh, makanya tidak terasa akhirnya tiba di rumah mama Dita.
Setelah mobil terparkir dengan sempurna, ibu Mia langsung turun dari mobil di susul oleh Lintang.
"Ayo masuk mbak" ucap Dita pada kakak iparnya.
Ibu Mia langsung masuk ke dalam rumah berama mama Dita, sedangkan Lintang menyusul mereka masuk ke ke dalam rumah.
πππ
Kevin yang akan kembali ke kalimantan, menyempatkan diri menemui Linzy di Kantor nya. kevin yang memang dari dulu sudah menyukai Linzy, sejak mereka masih sama-sama menempuh pendidikan di bangku kuliah, tapi dia tidak berani mengungkapkan nya pada Linzy.
Karena selama ini Linzy hanya menganggap kevin sahabatnya, dan kevin tau kalau Linzy masih sendiri. Kevin selalu. memberikan perhatian kecil pada Linzy, walaupun mereka berjauhan tapi Linzy memang tidak peka pada perasaan.
"Selamat pagi" bisa ketemu dengan Linzy?" tanya kevin pada sekertaris Linzy.
"Selamat pagi juga" ayo silakan biar saya antar, ucap sang sekertaris.
Kevin langsung mengikut sekertaris Linzy, mereka berdua menuju ruangan Linzy.
Tok... tok.. tok..
"Silakan masuk" jawab Linzy dari dalam.
"Permisi buk, tapi teman ibu ingin bertemu dengan ibu" jawab sekertaris nya.
"Persilakan saja dia masuk" jawab Linzy.
Setelah di beritahukan oleh sang sekertaris, kevin langsung masuk ke dalam ruang Linzy.
"Selamat pagi cantik" sapa Kevin.
"Loh kok kamu, katanya udah mau balik ke kalimantan?" tanya Linzy sedikit kaget.
"Ia aku hari ini sudah balik kembali ke sana, tapi aku harus pamit dulu sama kamu" jawab Kevin.
Mereka berdua duduk di sofa khusus tamunya Linzy, mereka berdua mengobrol, dan rencana sebelum balik ke kalimantan kevin akan jujur pada perasaan selama ini pada Linzy.
Masalah di terima atau di tolak itu urusan belakang, asalkan Kevin jujur tentang perasaan pada Linzy.
πππ
Hai kakak-kakak yang baik hati, jangan pernah bosan membagikan dukungan nya lewat like, komentar serta bunganya yaππ€ terimakasih ππ
__ADS_1
ππππBersambung ππππ