
Linzy yang sudah di rias oleh penata rias setelah selesai di rias dan sudah memakai gaun pengantinnya, Linzy memandang dirinya lewat kaca besar yang ada di dalam kamarnya.
"Kayaknya seperti mimpi, tinggal hitungan jam aku akan menjadi istri dari sabahat sendiri" batin Linzy.
"Anak ibu cantik sekali" puji ibu Mia pada Linzy.
"Terimakasih buk, ibu juga sangat cantik" balas Linzy dan langsung memeluk sang ibu.
Tiba-tiba ayah Rio juga masuk ke dalam kamar bersama Lintang, dan langsung menghampiri dia wanita cantik dalam hidupnya.
"Ibu dan anak sama-sama cantik ya?" tanya ayah Rio.
"Ia dong ayah, karena ibu cantik makanya aku ikutan cantik" jawab Linzy.
"Ah itu karena ayah yang ganteng" jawab ayah Rio tidak mau kalah.
Sang penata rias hanya tersenyum melihat candaan anak dan ayah tersebut, mereka bercanda agar Linzy tidak terlalu gugup.
"Tidak terasa kamu sudah akan menjadi tanggung jawab orang lain, tanggung jawab laki-laki pilihan kamu, bukan lagi tanggung jawab Ayah" ucap Rio dengan mata berkaca-kaca.
"Jadilah istri yang bertanggung jawab, hormat sama suami, melayani suaminya dengan baik jangan melayani suami dengan bersungut-sungut" lanjut Rio.
"Ia ayah, Linzy pasti ingat pesan ayah, terimakasih ayah, sudah mendidik Linzy dari kecil hingga saat ini, sudah menjadi benteng buat Linzy dan adik Lintang" ucap Linzy menangis.
"Ibu, terimakasih sudah mengandung, melahirkan dan merawat Linzy sampai saat ini, Linzy tidak bisa membalas semua pengorbanan ibu dan ayah buat aku" ucap Linzy pada ibunya.
Mia tidak sanggup lagi mengeluarkan kata-kata dia hanya menangis, karena anak sulung nya sebentar lagi akan melepaskan masa lajangnya.
Serasa baru kemarin dia melahirkan Linzy tapi tinggal hitungan jam dia akan menjadi milik orang lain. suasana di dalam kamar menjadi suasana harus, karena ibu Mia tidak bisa membendung air matanya, karena dia masih berat untuk melepaskan anak sulungnya itu.
"Mbak sini saya perbaiki make-up nya ya, biar tetap cantik di depan calon suaminya nanti" ucap sang penata rias.
__ADS_1
Linzy pun mengiakan ucapan sang penata rias, dan duduk kembali agar make-up nya bisa di perbaiki karena terkena air mata.
Ayah dan Lintang kini sudah meninggal kamar Linzy, hanya dia dan ibunya serta penata rias di dalama, soalnya ibu Mia juga mau di rapikan make-up nya, tidak lama mama Dita dan oma Astrid masuk ke dalam kamar.
"Cucu oma cantik banget" ucap oma Astrid pada Linzy.
"Terimakasih oma, oma juga cantik kok" jawab Linzy.
"Jadi mama Dita tidak cantik ni?" tanya Dita bercanda.
"Mama Dita paling cantik, tidak ada yang kalah cantik kalau mama Dita" puji Linzy membuat mereka semuanya tertawa.
Tidak lama iring-iringan rombongan kevin akhirnya tiba juga, bunda Mia dan oma Astrid segera turun ke bawah, sedangkan mama Dita tinggal di kamar menemani Linzy, tidak lama Tya akhirnya masuk juga ke kamar karena dia yang akan mendampingi Linzy bersama mama Dita.
"Mama aku gugup" ucap Linzy pada mama Dita.
"Tidak usah gugup sayang, rileks aja yakin semuanya akan berjalan dengan lancar" jawab mama Dita.
Tya langsung memegang tangan Linzy, dan betul adanya tangan Linzy sangat dingin.
"Betul sayang, sekarang fokus sama akad nikahnya dulu" lanjut mama Dita.
Rombongan Kevin sudah masuk ke dalam halaman tempat mereka akan akad nikah, Kevin yang di dampingi oleh papa dan mamanya sangat gugup, kakinya seperti susah untuk melangkah.
"Jangan gugup nak, santai saja biar kamu bisa melakukan ijab kabul dengan lancar" bisik mamanya Kevin.
"Ia ma... tapi kaki aku susah untuk melangkah" jawab Kevin.
"Mau menikah atau tidak, katanya sudah pengen punya junior" bisik mamanya kembali.
Papa Yohan hanya diam mendengar perdebatan antara anak dan mama, mereka berdua tidak bisa diam, Kevin juga langsung diam karena malas Meladeni sang mama.
__ADS_1
Mereka langsung di sambut oleh keluarga Linzy, dan kevin langsung di antar sampai meja akad, semuanya sudah duduk di posisi masing-masing, kali ini yang menjadi saksi Linzy adalah opa Lukman.
Tidak lama Linzy akhirnya turun di dampingi mama Dita dan juga Tya, dia nampak cantik dengan bulatan gaun putih rancangan Ema.
Linzy tidak pernah berhenti tersenyum, kevin yang menatap Linzy tidak pernah berkedip, hari ini Linzy betul-betul tampil cantik.
Kevin langsung berdiri menjemput calon istrinya itu, dia menarik kursi untuk Linzy, setelah Linzy duduk dengan sempurna barulah ia juga kembali duduk di kursi nya.
Kini suasana kembali hening karena sudah mau memasuki acara inti yaitu akad nikah, ayah Rio langsung lah yang menikah kan anaknya.
"Bagai mana parah saksi?" tanya pak penghulu saat setelah kevin mengucapkan ijab kabul.
"Sah... "
"Sah... "
Parah tamu semuanya pada bersorak karena dengan satu tarikan nafas kevin berhasil mengucapkan ijab kabul.
Kini Linzy dan kevin sudah sah menjadi pasangan suami istri, senyum bahagia mengembang di wajahmu mereka berdua, kini mereka berdua bergantian memasang cincin kawin.
Linzi langsung mencium tangan kevin dan kevin juga langsung mengecup kening Linzy, dan terlihat raut wajah malu-malu dari Linzy.
Mereka berdua menerima ucapan selamat dari para tamu undangan, mulai dari rekan bisnis kedua orang tua mereka, rekan kerja mereka berdua, serta sahabat dan sanak saudara mereka.
Chaim dan Rere juga memberikan selamat pada Linzy dan Kevin di susul oleh Tya beserta Cello dan Ema.
Mama Lia yang bertemu Ema tidak bisa menahan air matanya, karena dia mengingat sahabatnya yaitu Arman ayah Ema yang sudah menghadap Ilahi.
💘💘💘
Jangan bosan ya kak, meninggalkan jejaknya lewat like dan komentar nya.
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏🙏
BERSAMBUNG 🤗😘