Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 80


__ADS_3

Hari ini Rio kembali masuk kerja setelah libur beberapa hari karena menemani sang istri, saat sampai di kantor nya, Rio langsung masuk ke dalam ruangannya di temani oleh Ferdi.


"Bagai mana Ferdi? apa semuanya lancar-lancar saja?" tanya Rio sambil duduk di kursinya.


"Semuanya aman pak, tidak ada kendala" jawab Ferdi.


Rio mengangguk kepalanya sambil membuka dokumen yang ada di atas meja kerjanya.


Tok...tok..tok..


"Masuk" sahut Rio dari dalam ruangannya. Nadin langsung membuka pintu dan segera masuk untuk bertemu dengan Rio sang bos.


"Pagi pak bos, maaf saya mengantar jadwal meeting bapak" ucap Nadin dengan sopan.


"Terimakasih Nadin" jawab Rio dengan ramah.


"Sama-sama pak, bagai mana dengan keadaan ibu Mia, dan ibu sakit apa?" tanya Nadin kembali.


"Istri saya baik-baik saja, dia hanya sakit baik aja kok" jawab Rio tersenyum.


"Pak namanya sakit tidak ada yang baik, baru kali ini saya dengar ada penyakit baik"ucap Nadin sedikit heran.


"Istri saya lagi hamil, makanya saya bilang penyakit baik" jawab Rio pada Nadin


"Ada-ada saja pak, oh berarti bapak hebat dong, baru sebulan lebih menikah tapi sudah ada hasilnya" ucap Nadin pada pak Rio.


"Emm pekerjaan kamu masih banyak kan? ayo lanjutkan" ucap Ferdi pada sang kekasihnya Nadin.


"Ok, maat pak saya permisi dulu, soalnya si calon imam saya sudah menyuruh saya untuk kembali bekerja" pamit Nadin pada Rio.


"Selamat bekerja Nadin" jawab Rio. Nadin langsung pamit dan meninggalkan ruangan Rio.


Rio dan Ferdi kembali fokus pada pekerjaan mereka berdua, apa lagi beberapa hari Rio tidak masuk kantor jadi banyak yang harus di tanda tangani oleh Rio.


****


Kini Sesil sudah mulai beraktivitas, hari ini hari pertama Sesil bekerja di sebuah perusahaan di Inggris, saat dia mau berangkat kantor di basemen apartemen nya dia bertemu dengan Zico.


"Halo sayang, kita bertemu lagi" sapa Zico sambil tersenyum jail padanya.


"Ngapain kamu di sini, kamu membuntuti saya?" tanya Sesil yang berusaha menghindar dari Zico.


Sesil sangat kaget kenapa ada dia di sini, Sesil sebenarnya takut tapi dia berusaha berani menghadapi Zico.

__ADS_1


"Kenapa terburu-buru Sayang, ayo kita sarapan dulu, saya tau kamu pasti belum sarapan, kasian si jagoan saya nanti kelaparan" ucap Zico kembali.


"Saya malas berdebat dengan sampah kayak kamu, ingat ya, seandainya apa yang kamu ucapkan itu benar, saya lebih baik membesarkan nya sendiri dari pada harus hidup dengan kamu" ucap Sesil.


"Sombong banget, udah bekas juga" ucap Zico mengejek Sesil.


"Terserah kamu mau bilang apa, saya akui diri saya sudah rusak, sudah tidak suci lagi, tapi saya berada di sini jauh dari kedua orang tua saya, karena saya akan memulai kehidupan saya yang baru, dan saya juga akan kembali ke jalan yang benar, ucap Sesil pada Zico dan Sesil langsung meninggalkan Zico begitu saja.


Zico hanya diam, baru kali ini dia di permalukan seorang wanita.


"Sombong banget itu cewek, sok suci lagi" batin Zico langsung meninggalkan basemen apartemen Sesil.


****


Kini Adit dan Davin kembali berkunjung ke kantor Yohan, sesampainya di lobby mereka sudah di sambut oleh sekertaris Yohan yaitu Leo.


"Selamat pagi pak Adit, selamat datang kembali di kantor kami" ucap laki-laki sedikit kemayu ini.


"Selamat pagi Leo" jawab Adit.


"Selamat pagi pak Davin" kini Leo menyapa Davin.


Davin hanya tersenyum saja, dan mengangguk kan kepalanya.


Adit yang mendengarkan itu hanya tersenyum, mereka bertiga langsung menuju lift untuk ke ruangan Yohan.


Saat keluar dari lift Adit berpapasan dengan sahabat Dita dulu yaitu Arman.


"Selamat pagi pak Adit? apa kabarnya?" sapa Arman dengan sopan.


"Pagi juga pak Arman, kabar baik-baik saja pak" jawab Adit dengan ramah.


"Gimana dengan kabarnya Dita pak, aduh sudah lama saya tidak bertemu dengannya?" tanya Arman kembali.


"Gita, kabar baik juga pak Arman".


"Ok pak Adit, saya lanjutkan pekerjaan saya dulu, salam ya sama Dita" ucap Arman.


"Ia selamat bekerja, ok nanti salamnya saya sampaikan" jawab Adit kembali.


Adit akhirnya melanjutkan langkahnya menuju ruangan Yohan. Adit memang mengenal Arman, karena Arman sahabat Dita waktu masih menjadi karya Yohan.


Setelah sampai di ruangan Yohan, Adit langsung duduk di sofa tanpa menunggu di persilahkan oleh Yohan, karena mereka memang dari dulu bersahabat sampai sekarang.

__ADS_1


Yohan menghampiri mereka dan langsung duduk di sofa yang sama, sedangkan Leo sudah kembali ke tempatnya untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Tumben santai, biasanya paling sibuk?" tanya Yohan pada Adit.


"Ada saatnya santai dan ada juga saatnya bekerja" jawab Adit tersenyum pada Yohan.


"Hahaha tumben Abang kamu ini ingat waktu, biasa yang ada di otaknya hanyalah bekerja dan bekerja" ucap Yohan mengejeknya.


Davin hanya tersenyum mendengar omongan Yohan, dia hanya sibuk dengan hp di tangannya. tidak lama Leo datang dengan membawa nampan yang berisi gelas kopi.


"Permisi, maaf mengganggu saya datang mengantarkan kopi supaya tambah seruh ngobrolnya" ucap Leo sambil meletakkan cangkir kopi di atas meja.


"Terimakasih Leo" ucap Adit.


"Makasih Luna, memang kamu sangat mengerti" jawab Yohan.


"Leo pak, bukan Luna, nanti kalau malam baru panggil Luna" jawab Leo bercanda.


Mereka hanya tertawa mendengar ucapan Leo barusan, tidak lama Leo pamit kembali keluar.


Mereka bertiga kembali mengobrol, bukan bertiga tapi berdua karena Davin hanya diam sambil memainkan hpnya.


Davin mengecek email-email yang masuk, sebelum menyerahkannya kepada Adit, dia lah terlebih dahulu yang memeriksanya.


Banyak hal yang Adit dan Yohan bahas, mulai dari pekerjaan hingga sampai keluarga, hingga akhirnya Adit pamit untuk kembali ke kantornya.


Davin hari ini tidak ikut Adit ke kantor, dia hanya mengantarnya saja dan balik ke rumah mama Metha, karena tadi mama Metha menghubungi dia kerena urusan pernikahannya.


Setelah mengantar Adit, Davin langsung meluncur ke rumahnya kerena sudah di tunggu oleh sang mama, Davin orangnya sangat pendiam, dia berbicara saat penting saja, di kantor maupun di rumah, tapi jangan pernah mengusik keluarganya, dia akan menghancurkan siapa-siapa saja ya mengusik keluarganya.


Karena Davin juga bos di dunia bawa, makanya dia mempunyai basecamp dan anak buah termasuk Chua.


Kini Davin sudah sampai di rumah, mama Metha, Dita dan juga Dea sudah menunggunya, belum sempat turun dari mobil, mereka bertiga sudah keluar dari dalam rumah dan menuju mobil Davin.


"Ayo nak, kita langsung jalan saja, soalnya kita sudah di tunggu" ucap mama Metha.


Davin hanya mengangguk saja dan segera membukakan pintu mobil untuk mereka bertiga.


❤️❤️❤️❤️


Jangan pernah bosan untuk mendukung karya Abal-abal ku ini, Terimakasih yang sudah selalu mendukung karya aku ini🙏🥰🥰


🌊🌊🌊Bersambung🌊🌊🌊

__ADS_1


__ADS_2