Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 98


__ADS_3

Dita yang tidak mau diam, dia banyak bergerak karena dia ingin melahirkan secara normal. pagi ini Dita hanya jalan-jalan pagi di sekitar halaman rumah saja, Dita di temani oleh Dea, sedangkan Adit sudah berangkat ke Kantor bersama Davin.


"Aduh, aduh Dea perut aku sakit" ucap Dita sambil memegang perutnya.


"Aduh mbak, bagai mana ini, mbak tahan dulu jangan melahirkan di sini" jawab Dea panik.


Saking paniknya Dea meninggalkan Dita di halaman depan dan berlari masuk memanggil sang mama.


"Ma... mama, mbak Dita ma, mbak Dita" ucap Dea teriak-teriak.


"Dita kenapa nak?" tanya mama Metha sudah mulai panik.


"Mbak Dita perutnya sakit, sekarang dia ada di teras depan" ucap Dea.


Mama Metha yang sudah panik langsung mengikuti Dea dari belakang, sampai di teras Dita hanya biasa-biasa saja, seperti tidak terjadi apa-apa padanya.


"Nak, ayo kita ke rumah sakit nak" ajak mama Metha pada Dita.


"Udah nggak sakit lagi kok ma" jawab Dita dengan santai.


"Itu mungkin kontraksi palsu, ayo kita masuk saja" ucap mama Metha.


Dita dan Dea akhirnya mengikuti mama Metha masuk ke dalam rumah, tidak lama Dita merasa kesakitan lagi, Dea dan mama Metha kembali panik, mama Metha langsung mengajak ditanya rumah sakit, Dea langsung mengambil semua barang-barang yang di butuhkan di rumah sakit.


"Tapi ma sakitnya hilang lagi" ucap Dita.


"Tidak nak, kita harus ke rumah sakit, kamu udah mau melahirkan itu" jawab mama Metha.


Dea yang sudah turun dengan koper di tangannya, karena memang Dita sudah mempersiapkan semuanya jadi kapan saatnya ke rumah sakit, semuanya tinggal di angkat.


Kini Dita sudah berangkat ke rumah sakit bersama dengan mama Metha dan juga Dea, di atas mobil Dita kembali merasakan sakit di perutnya, mama Metha sendiri yang membawa mobil.


Saking paniknya, tidak ada yang tau kalau mereka ke rumah sakit, Adit pun tidak mengetahuinya kalau Dita sudah di bawa ke rumah sakit.


Tidak lama mereka akhirnya tiba di rumah sakit, Dea langsung turun dan meminta bantuan pada suster jaga, dengan sigap suster membantu Dita dan segera mendorongnya masuk ke ruangan UGD.


"Ma, mama belum memberitahu kan bang Adit kalau mbak Dita sudah di rumah sakit" tanya Dea.

__ADS_1


"Astaga nak, mama lupa, coba kamu telfon abang kamu dan mama yang telfon bunda Astrid" ucap mama Metha.


Dea langsung mengiyakan ucapan sang mama dan langsung menghubungi Adit.


"Hallo, ada apa dek" *tanya Adit


"Hallo bang, mbak Dita sudah ada di rumah sakit, sekarang sudah di ruangan UGD" ucap Dea pada Adit lewat panggilan telfon*.


Adit yang mendengar itu langsung berlari meninggalkan ruangannya, dia langsung menghampiri Davin dan mengajak Davin menemaninya ke rumah sakit karena Dita sudah mau melahirkan.


Davin juga dengan sigap langsung menyusul sang kakak, Davin langsung mengambil alih mengemudi mobil. begitu juga dengan bunda Astrid dia langsung menuju rumah sakit bersama dengan Mia dan juga ayah Romi.


Kini Dita sudah mau di pindahkan ke ruang bersalin, Adit juga dan Davin sudah tiba di rumah sakit, dia langsung menuju UGD di sana mama Metha dan Dea sudah menunggu, saat sampai di sana Dita juga sudah di dorong untuk ke ruangan bersalin.


"Sayang, kamu harus kuat, aku ada di sini" ucap Adit sambil memegang tangan istrinya.


"Ia sayang, tapi kamu temani aku ya, soalnya aku takut" jawab Dita.


"Kamu jangan takut, aku pasti temani kamu kok, jangan tegang ya" Adit selalu memberikan kekuatan pada istrinya.


Kini Dita sudah berada di ruang bersalin di temani langsung oleh Adit, Adit tidak berhenti memberikan suport pada istrinya, di luar semuanya sudah berkumpul, mereka semua harap-harap cemas, semoga semuanya bisa berjalan dengan baik, biar Dita dan bayinya selamat dan tidak kekurangan apa pun.


"Ayo sayang kamu pasti bisa" ucap Adit sambil mencium sang istri.


"Aduh, mas sakit sekali, aku tidak kuat lagi" ucap Dita yang sudah kesakitan.


"Ayo lagi dek, sedikit lagi" ucap sang dokter yang kebetulan kakak sepupu Adit sendiri.


Dita yang sudah mandi keringat dan merasakan sakit luar biasa, dia menggigit tangan suaminya, Adit pasrah mendapatkan perlakuan begitu dari istrinya, bukan hanya di gigit, tapi dia juga di cakar oleh Dita, tapi Adit hanya pasrah mendapat perlakuan begitu dari istrinya.


"Ayo lagi dek, sedikit lagi" ucap sang dokter.


Dita langsung mengedan dengan kuat dan akhirnya anak mereka lahir juga ke dunia, Adit langsung memeluk sang istri dan menghujani dengan ciuman.


"Terimakasih sayang" ucap Adit yang tidak berhenti mencium Dita.


"Selamat ya dek, anaknya ganteng dan sehat tidak kekurangan satu apa pun" ucap sang sang dokter.

__ADS_1


"Anak aku cowok kak?" tanya Adit pada sang kakak sepupu.


"Ia anak kalian cowok, biar suster bersihkan dulu ya".


Adit hanya mengangguk dan kembali memeluk istrinya, dia sangat bahagia karena istrinya bisa melahirkan dengan normal, apa lagi istri dan anaknya dua-duanya sehat-sehat tanpa kekurangan satu apapun.


Keluarga mereka yang menunggu di luar dengan harap-harap cemas, akhirnya bisa bernafas lega, kekhawatiran yang mereka rasakan kini tergantikan dengan rasa bahagia mereka.


Apa lagi mama Metha dan bunda Astrid, mereka sampai meneteskan air mata saat mendengar suara tangisan cucu pertama mereka, apa lagi saat mereka tahu kalau anak Adit dan Dita berjenis kelamin laki-laki.


kini Dita sudah di pindahkan ke ruang inap, Dita yang masih merasa lemas, masih berbaring di tempat tidur di temani oleh sang suami, sedangkan anak mereka lagi tertidur di boxnya sendiri, mama Metha dan bunda Astrid tidak mau meninggal box tempat cucu mereka tidur.


"Cucu kita ganteng banget ya" ucap mama Metha.


"Ia mbak, dia mirip banget dengan Adit" jawab bunda Astrid.


"Aku ingin sekali menggendongnya" ucap Dea.


"Ia gemas banget" jawab Mia.


Mereka semua sudah berkumpul di ruang rawat Dita, mereka sangat bahagia karena kelahiran cucu pertama mereka.


"Kalian pulang istirahat dulu, ini sudah malam nanti aku yang temani Dita dan dedek di sini" ucap Adit kepada semuanya.


"Tidak mama temani kamu di sini, kamu belum bisa sendirian nak" ucap mama Metha.


"Bunda juga akan tinggal temani kalian" jawab bunda Astrid.


"Begini mama dan bunda gantian aja dulu, kalau malam ini mama, berarti besok bunda, apa lagi kan besok siang Dita sudah bisa pulang" ucap Dita kepada mama dan bunda nya.


Dan akhirnya mama Metha yang pulang, kerena besok Dita juga sudah pulang, jadi dia akan mempersiapkan kepulangan anak dan cucunya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Hallo maaf ya kalau cerita tentang Dita melahirkan sangat garingπŸ™


Jangan lupa tinggal jejak, like dan komentar πŸ€—πŸ™

__ADS_1


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜Bersambung πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2