Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
ADA APA DENGAN BRAM


__ADS_3

Sudah hampir dua minggu Bram tak mengikuti keinginan papinya, di kantor menjadi heboh gaji karyawan di tunda dan beberapa penjualan tersendat.


Bram masih bertahan dengan ego nya tiba-tiba staf keuangan masuk ke ruangan Bram.


"permisi pak" sapa bu Irma pagi itu.


"iyaa bu Irma ada apa??" Bram membetulkan posisi duduknya


"maaf pa ini semua dana di bekukan oleh pak Pras gaji karyawan pun tersendat saya khawatir karyawan akan mogok bekerja pak?" bu Irma menjelaskan kondisi saat ini di perusahaannya


"nanti sepulang kerja saya mau bertemu pak Pras." Bram mencoba tenang.


"baik pak kalau begitu saya permisi dulu" bu Irma pamit undur diri


Bram menarik nafas panjang dan menelepon papinya


"ada apa Bram, masih butuh papi nih ceritanya.." papi tertawa menang.


"pi, tolong Bram lah pi, jangn di bekukan gaji karyawannya kasian mereka" pinta Bram pada papinya.


"masih punya rasa kasian juga kamu Bram, kalo kamu kasihan pada mereka ikuti ke inginan papi kamu bawa Allea saja seminggu ini menemui papi gaji karyawan mu akan papi bayarkan, gimana??" papi menawarkan pilihan untuk Bram.


"ini semua gara ALLEA...!!!" kesal Bram, ia memukul meja berkali kali


"apa boleh buat, gue harus ikuti keinginan papi" Bram mengutak-atik ponsel miliknya.


ia mencari tahu di mana Allea kuliah setelah dapat lokasinya ia bergegas ke kampus Allea.

__ADS_1


Sementara itu di kampus Maria dan Allea tengah berada di kantin untuk makan siang. Tiba-tiba datang seorang teman Allea.


"Allea ada yang cari tuh di depan !" Ayu menghampiri Allea


"siapa yu..? cewek apa cowok??" tanya Allea pada ayu.


"cowokk guanteeng beuud .." ayu bersemangat menceritakan fisik lelaki tersebut


Allea bergegas keluar dari kampus menuju parkiran


"siapa yaa??" Allea celingukan mencari siapa yang mencarinya sesampinya di parkiran betapa terkejutnya Allea ternyata yang datang adalah.


"BRAAAM!!" bisik hati Allea, dengan hati-hati Allea menghampiri Bram ia mengetuk kaca mobil dengan hati-hati, tak lama kemudian bram membuka kaca mobilnya.


" masuk..!" ucap Bram dengan wajah dinginnya ia menyuruh Allea masuk kedalam mobilnya.


Bram menghentikan laju mobilnya di kawasan taman kota


"mas Bram, kok berhenti di sini!" Allea kebingungan.


"kamu bisa diem ga sih, berisik banget" ketus Bram, ia membuka dasinya dan merengangkannya.


"kamu jangan geer dulu yaa, aku terpaksa jemput kamu atas permintaan papi." Bram terlihat sangat kesal.


"ohh, iyaa mas ga apa-apa tapi ngapain berhenti di sini mas?" Allea tersenyum ketir, ia menyembunyikan rasa takutnya ke Bram.


"Allea, kamu tau rencana orang tua kita apa?" tanya Bram dengan nada dingin ke Allea

__ADS_1


"aku cuma disuruh mama kenal mas Bram lebih dekat" Allea menunduk menjawab pertanyaan Bram.


"haeehhh..., kamu polos atau pura-pura polos?" Bram mulai terlihat marah.


"mas, apapun rencana orang tuaku aku harus menuruti mas bila itu membuat mereka lebih bahagia aku ga bisa menolak." Allea mulai memberanikan diri.


"ohh itu prinsip kamu, ok.." Bram menjalankan mobilnya


"semua ini gara gara kamu Allea" Bram menggerutu dalam hatinya.


Bram mengantarkan Allea ke rumahnya, mama terkejut melihat Bram mengantarkan Allea pulang.


"looh Bram ko bisa pulang bareng Allea?" mama mengahmpiri mobil Bram.


"hheuum iyaa tante, tadi sengaja jemput Allea Bram pingin tau lebih banyak tentang Allea." Bram tersenyum mengucapkan kata kata itu.


"Alhamdulillah.. makasih yaa Bram" mama menepuk bahu Bram.


"ayoo masuk makan siang dulu" ajak mama pada Bram


"ahh ga usah tante, lain kali ajah kerjaan Bram masih banyak Bram langsung pulang ajah." Bram berpamitan pada mama namun Allea tak ada di tempat ia langsung masuk ke dalam kamarnya, dari dalam kamar ia mendengar suara mobil Bram keluar dari rumahnya


"ga mungkin mas Bram mau Nerima perjodohan ini, ada apa sebenarnya," gumam Allea, tak lama kemudian mama masuk dengan menggendong caca


"ka, alhamdullilah! ternyata Bram ada respon ya sama kaka" mama senyum sumringah.


"heum iyaa mah, doain ajah semoga Keinginan mama dan tante ajeng terkabul." Allea tersenyum padahal di hatinya sangat bingung ia yakin Bram melakukan ini semua dan tiba-tiba menjemput nya di kampus pas pasti ada niat tersembunyi apalagi Allea tahu bram sudah mempunyai kekasih.

__ADS_1


__ADS_2