
Hari ini, hari yang mendebarkan buat Davin dan Dea, di dalam kamar Dea sudah di make-up oleh MUA ternama di datangkan khusus oleh mama Metha, Dea di temani oleh Dita dan Mia, mereka berdua juga ikut di make-up.
"Dek, deg-degan nggak?" tanya Dita pada Dea.
"Sangat kak, aku sangat gugup ini" jawab Dea.
Mereka bertiga asik mengobrol, Dita dan Mia mulai menggoda Dea, mulut amber Dita sudah mulai menuju ke obrolan tidak berfaedah, Dea yang mendengar itu hanya berpura-pura tidak mendengar, tapi bukan Dita namanya kalau tidak berhasil membuat Dea sedikit kikuk.
"Pasti Dea lagi mikirin malam pertama mereka nanti malam" ucap Dita tertawa.
"Kak Dita, jangan godain terus dong, nanti make-up rusak ini" rengek Dea.
Mia dan tukang rias hanya tertawa mendengar omongan Dita, selesai di make-up Dea langsung mengganti baju pengantinnya.
"Kamu sangat cantik dek" ucap Mia memuji Dea.
"Ia betul, tidak salah Davin memilih kamu dek" lanjut puji Dita.
Dea hanya tersenyum mendengar pujian dari Dita dam Mia, tidak lama mama Metha masuk ke dalam kamar.
"Aduh anak mama cantik banget" puji mama Metha sambil memeluk Dea.
Dea keliatan imut menggunakan kebaya putih, Dea memang pendek tapi imut, dia lebih pendek dari Dita, sedangkan Davin hampir sama tinggi dengan Adit.
"Ayo kita turun acaranya sudah mau di mulai, Davin sudah duduk di meja penghulu" ucap mama Metha.
"Ma, Dea sangat gugup" jawab dea sambil memegang erat tangan mama Metha.
"Rileks nak, jangan tegang" yakin semuanya akan berjalan dengan lancar" ucap mama Metha menenangkan Dea.
"Betul dek, santai saja, nanti malam baru tegang" sambung Dita yang berhasil membuat penghuni kamar tertawa semua.
"Kak Dita, aku benar gugup ni, kayaknya sudah tidak sanggup jalan" rengek Dea.
"Ayo turun, kasian yang lainnya sudah menunggu" ucap mama Metha.
Akhirnya mereka bertempat turun ke bawa, Dea di apik oleh Dita dan Mia, dea sangat gugup, Dita dan Mia bisa rasakan tangan dea sangat berkeringat.
"Jangan gugup dek, rileks saja" bisik Mia pada Dea.
__ADS_1
Dea hanya mengangguk saja, tapi tetap saja dia tidak bisa menghilang rasa guguknya. dari jauh Davin langsung berdiri menatap Dea yang begitu cantik, gadis imut itu terlihat seperti boneka berjalan.
"Davin tidak berkedip menatap kamu dek" bisik Dita kembali, Dea hanya tersenyum.
Davin langsung menarik kursi untuk Dea duduki, Dea hanya tersenyum menatap Davin, dan langsung duduk di susul oleh Davin juga duduk di sampingnya.
"Mas, Davin tidak ada senyum-senyum nya sama sekali" bisik Dita pada suaminya.
"Mau gimana lagi, udah dari sananya begitu" jawab Adit.
Kini acara sudah di ambil ahli oleh pak penghulu, suasana sudah sangat hening, karena sudah mau memasuki acara yang sangat sakral.
Kini ayah Dea sudah berhadapan dengan Davin, raut wajah Davin sangat tegang begitu juga dengan Dea.
Ayah Dea sudah berjabat tangan Davin, acara akad nikah sudah di mulai, dengan satu tarikan nafas Davin berhasil mengucapkan ijab qobul.
Kini Dea dan Davin sudah sah menjadi pasangan suami istri, kini penandatangan buku nikah. kini Davin dan Dea lagi memasang cincin kawin, setelah selesai pemasangan cincin kawin, Dea langsung mencium tangan Davin, tapi Davin saat mau mencium kening Dea, dia sedikit malu-malu. membuat keluar dan parah undangan ikut tertawa karena tingkah Davin.
Setelah melewati beberapa prosesi kini Davin dan Dea menerima ucapan selamat dari tamu undangan dan juga rekan-rekannya.
"Selamat ya bos, jangan malu-malu bos langsung hajar saja" bisik Chua pada Davin.
Di belakang Chua ada Risna, dia juga tidak lupa memberikan ucapan selamat buat Davin dan istrinya.
"Terimakasih ya sudah datang" jawab Davin pada Chua dan Risna.
Sedangkan Dea hanya tersenyum mendengar obrolan Chua dan Risna pada Davin.
Davin dan Dea masih sibuk menerima ucapan dari rekan kerja Davin, bukan hanya dari rekan kerjanya saja, tapi dari anak buah Davin juga.
Setelah selesai menerima ucapan selamat dari sahabat dan rekan kerjanya, kini mereka berdua masuk dalam sesi pemotretan, dan itu yang membuat si tukang foto sedikit kesulitan mengatur Davin karena terlalu kaku dan susah tersenyum.
"Aduh mas, senyum dikit jangan terlalu kaku" ucap si tukang foto.
Adit dan Dita hanya tertawa melihat Davin yang sangat kaku, membuat si tukang foto sedikit emosi.
kini semua acara sudah selesai, parah tamu undangan juga sudah pada pulang, kecuali keluar ayah Romi yang masih tinggal.
Dea pamit untuk ke kamar, untuk mengganti pakaiannya, karena dia sudah sangat merasa lelah dan berkeringat.
__ADS_1
Sesampainya di kamar dea langsung membuka baju pengantinnya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Davin masih duduk bersama dengan lainnya, menikmati kopi yang di siapkan bibi Ani.
"Kamu nggak mandi nak?" tanya mama Metha.
"Sebentar ma, masih di dalam" jawab Davin sambil menikmati kopinya.
"Masuk aja, kan udah sah, atau nanti malam kamu mau balik apartemen kamu dan Dea di sini?" tanya Rio sambil tertawa.
"kayak nanti malam belum terjadi gempa buatan" goda Dita.
"Rio, Dita, mulut tidak bisa di rem, tidak tau tempat asal bunyi saja" marah bunda Astrid.
"Dita kamu itu lagi hamil jangan ngomong sembarangan, betul kan bunda?" ucap Rio menasehati adiknya.
"Kamu juga kenapa cuma Dita, kamu tidak sadar kalau istri kamu juga lagi hamil" lanjut bunda Astrid.
Tidak lama Dea sudah ikut bergabung dengan mereka, tidak lama Davin pamit untuk ganti baju dan mandi.
"Cie pengantin baru, udah segar aja" goda Rio pada Dea.
"Harus segar, nanti Davin tidak mau tidur dengan aku lagi" jawab Dea.
Mereka semuanya tertawa mendengar jawaban Dea, Dita mengangkat jempolnya untuk Dea.
"Wa, ternyata Dea ini jago bercanda juga ya, memang sudah jodohnya dengan Davin yang pendiam" ucap Rio.
Mereka semuanya masih berkumpul sambil bercanda, apa lagi ada Rio dan Dita, yang selalu bikin mereka tertawa karena ada saja yang mereka berdua jadikan bahan candaan.
Ayah Dea sangat bahagia melihat anaknya di keliling orang-orang yang sangat sayang pada anaknya itu, konon dia lega karena anak semata wayang nya dari pernikahan pertamanya sudah mendapatkan suami dan keluarga yang sangat sayang pada Dea.
Besok ayah Dea akan berencana akan kembali ke kampung halamannya, karena sudah beberapa hari dia berada di jakarta.
Tapi rencananya itu belum dia sampaikan pada anaknya Dea dan juga Davin.
β¨ππβ¨
Maaf ya kalau ceritanya agak garing, soalnya aku bukan penulis yang berpengalaman, aku juga baru belajar. semoga kakak-kakak semuanya tidak bosan ya dengan alur ceritanya.
__ADS_1
Like dan komentar ππ€
β¨ππβ¨Bersambung β¨ππβ¨