
Cello yang menunggu Ema di depan rumahnya, dia tidak ingin begini terus dia harus menjelaskan semuanya pada Ema, saat Cello sampai di rumah Ema, Cello langsung masuk ke dalam halaman rumah kebetulan pagar tidak di kunci, jadi dia bisa langsung masuk.
Cello Langsung menekankan bel rumah Ema, dia tau kalau Ema ada di dalam, karena pagar tidak terkunci dan mobil juga ada terparkir di garasi.
"Sayang... aku tau kamu ada di dalam, please dong buka pintunya" teriak Cello di depan pintu rumah Ema.
Ema hanya mengintip dari jendela rumahnya dia tidak ingin bertemu dengan Cello.
Aku tau kamu pasti mendengar aku, dan aku juga tidak akan pergi dari sini sampai kamu mau mendengarkan penjelasan aku dulu" sambung Cello.
Di dalam rumah, Ema hanya diam mendengar Cello berbicara dari luar, tidak terasa air mata Ema mengalir di pipinya. dia sebenarnya masih mencintai Cello tapi dia juga tidak bisa melihat mantan-mantan Cello yang selalu bermunculan saat mereka lagi jalan berdua.
Ema hanya duduk di balik pintu, dia hanya bisa menangis, dia belum siap bertemu Cello.
Sesuai dengan ucapan Cello, dia tidak akan pergi sebelum Ema mendengarkan dulu penjelasan nya. Cello memilih duduk di bawa pintu, dia tidak peduli yang penting dia bisa bertemu dengan Ema.
Ema kembali mengintip Cello, dan ternyata Cello masih duduk di tempatnya, padahal sudah larut malam. apa lagi di luar dingin karena angin malam, Ema tidak tega melihat Cello yang kedinginan demi bertemu dengannya.
Akhirnya Ema membuang egonya dan langsung membuka pintu untuk bertemu dengan Cello, Ema juga takut kalau sampai Cello jatuh sakit gara-gara dirinya.
ceklek...
"Sayang... maafkan aku, dengarkan dulu penjelasan aku" ucap Cello dengan bahagia karena akhirnya Ema mau bertemu dengan nya.
"Ayo masuk, di luar dingin nanti di dalam rumah baru lanjut ngomongnya" ucap Ema sedikit memasang muka cueknya.
Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam rumah, setelah dia mempersilahkan Cello duduk, Ema langsung ke dapur untuk membuatkan kopi panas buat Cello karena sudah dari tadi kedinginan di luar.
"Ayo minum dulu kopinya" ucap Ema dan langsung duduk di sofa berhadapan dengan Cello.
"Terimakasih sayang, aku senang akhirnya kamu mau bertemu dengan aku" jawab Cello.
__ADS_1
Aku mau menjelaskan semuanya sama kamu, apa yang kamu lihat itu hanya salah paham, Anggi itu hanya masa lalu aku, memang dulu kami sempat dekat, tapi hubungan kamu tidak di restui oleh ibunya, dan akhirnya dia memilih kembali ke Australia, tapi entah kenapa dia tiba-tiba datang, padahal selama dia pergi aku dan dia tidak pernah komunitas lagi" jelas Cello
Ema masih diam mendengar penjelasan Cello, dia juga tidak ingin egois.
"Aku udah berubah tidak seperti dulu lagi, aku memperjuangkan kamu karena kamulah yang merubah hidupku, aku tidak bisa jauh dari kamu, aku tidak mau kita putus, jangan pergi meninggalkan aku" ucap Cello kembali dan langsung berlutut di hadapan Ema. tapi dengan sigap Ema mencegah itu.
"Cello, apa-apa sih, kamu berdiri jangan begini" ucap Ema langsung membantu Cello berdiri.
"Tapi aku mohon maafkan aku" ucap Cello sambil memegang kedua tangan Ema.
Ema hanya menangis, dia tidak menyangka kalau Cello akan melakukan itu padanya sampai berlutut di hadapannya.
"Jawab sayang jangan hanya menangis, aku tidak ingin melihat kamu menangis begini, mana kekasih aku yang dulu yang selalu ceria di hadapan aku" ucap Cello dan langsung memeluk Ema.
Setelah puas menangis, Ema akhirnya mengangkat kepalanya dan menatap Cello, sedangkan Cello juga menatapnya sambil tersenyum.
"Sudah ya sayang, jangan menangis lagi, aku tidak mau melihat kamu menangis seperti tadi, ini yang terakhir aku melihat kamu mengisahkan" ucap Cello sambil mengusap pipi Ema.
"Aku udah menjelaskan semuanya pada kamu, dan aku juga udah minta maaf karena sudah menyakitkan dan mengecewakan kamu, jadi aku tinggal menunggu jawaban dari kamu, apa kamu mau memaafkan aku dan kembali seperti semula, dan kembali menjadi kekasih aku?" tanya Cello.
"Hemmmm... ia aku udah maafkan kamu, dan aku juga ingin minta maaf karena tidak mau mendengar penjelasan kamu dulu" jawab Ema pada Cello.
"Terimakasih sayang kalau kamu sudah memaafkan aku, kamu tidak salah sayang, jadi tidak usah meminta maaf, karena semua itu salah aku" ucap Cello dan kembali memeluk Ema.
Cello sangat bahagia karena akhirnya Ema mau mendengar penjelasan nya, dan akhirnya mereka berdua menyelesaikan juga kesalahpahaman yang terjadi dalam hubungan mereka berdua.
"Sayang aku harap, kalau ada masalah begini namun jangan menjauh dari aku, aku ingin kita langsung menyelesaikan semuanya, agar tidak ada yang tersakiti" ucap Cello.
Ema hanya menganggukkan kepalanya, dia juga sangat bahagia akhirnya mereka berdua bisa seperti dulu lagi, dan Ema suda berjanji dalam hatinya, bahwa dia tidak boleh melihat lemah di hadapan para mantan Cello.
ππ
__ADS_1
Cello yang merasa sangat bahagia karena hubungannya dengan Ema sudah baik, dan dia juga sudah menjelaskan semuanya tentang kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka berdua.
Chaim yang mendapati istrinya terbaring lemah di dalam kamar, membuat Chaim sedikit panik.
"Sayang ayo kita ke rumah sakit kamu lemas sekali sayang" ucap Chaim pada istrinya.
"Tidak usah sayang, aku hanya masuk angin saja, sebentar juga hilang sayang" jawab Rere.
"Tapi kamu belum makan apa-apa dari tadi, kamu cuma makan buah saja" ucap Chaim kembali.
Rere yang masih sempat membuat makan siang untuk suaminya, setelah semuanya sudah siap di atas meja, Rere tiba-tiba mual seperti masuk angin.
Saat Chaim pulang untuk makan siang, betapa kaget nya melihat Rere sudah terbaring lemas.
"Sayang... kamu mau makan apa, kamu pasti belum makan kan?" tanya Chaim pada Rere.
"Aku ingin makan buah aja sayang, tidak kuat cium bau masakan" jawab Rere.
Chaim langsung menuju ke dapur untuk mengambil buah dan memotong nya, setelah semua sudah di potong-potong, Chaim kembali masuk ke dalam kamar dan mempersilahkan Rere untuk bangun memakannya.
"Sayang ayo aku bantu bangun, buahnya aku udah potong-potong" ucap Chaim dan langsung membantu Rere bangun dari tidurnya.
Chaim langsung menyuapi Rere dengan telaten, Rere memakan buah dengan lahap, tidak ada rasa mual dia rasakan.
"Ayo di habiskan, kamu belum makan apa-apa kan, kamu pasti sudah lapar" ucap Chaim pada Rere.
Rere hanya menganggukkan kepalanya, dia sangat menikmati buah yang di sediakan oleh suaminya.
πππ
Hai kak, jangan lupa tinggal jejaknya ya, lewat like dan komentar nya yaπ terimakasih ππ€
__ADS_1
π·π·π·π·Bersambung π·π·π·π·