Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 78


__ADS_3

Pagi ini Mia kembali berlari masuk ke kamar mandi karena kembali mual, Rio yang melihat itu sangat kasihan pada istrinya itu.


"Coba bisa, aku saja yang mengidam, aku kasihan lihat kamu begini terus" ucap Rio sambil mengusap punggung istrinya.


"Maafkan aku, ini semua karena ulah aku tapi kamu juga suka kan?" tanya Rio sambil menggoda istrinya yang lagi mengeluarkan semua isi perutnya.


"Bang, bisa diam nggak, aku lagi nggak enak badan ini, aku pusing dan mual" jawab Mia pada suaminya.


Rio hanya tertawa mendengar omelan sang istri, dia langsung membantu Mia keluar dari kamar mandi, ya di saat-saat begini pun Rio masih sempatkan bercanda ke pada istrinya, kini Mia sudah duduk di sofa yang ada di dalam kamar mereka.


💞💞


Kini Sesil sudah tiba di Inggris, setelah turun dari pesawat dia langsung keluar bandara dan segera menuju apartemennya sendiri, Papinya membelikan apartemen untuknya.


Setibanya di apartemen dia langsung menata barang-barangnya, di sinilah dirinya akan kembali menata kehidupannya yang baru.


Zico tersenyum saat dia sudah mengetahui apartemen Sesil, ya Zico mengikuti Sesil saat keluar dari bandara sampai ke apartemen Sesil.


"Akhirnya aku mengetahui kamu tinggal di mana cantik, tenang saja aku pasti akan datang mengunjungi kamu kalau pekerjaanku sudah beres" batin Zico dan langsung meninggalkan apartemen Sesil.


Zico ke Inggris karena ada urusan pekerjaan, dia berada di Inggris selama satu Minggu lamanya, setelah membuntuti Sesil dari bandara sampai apartemen nya, kini Zico melanjutkan perjalanannya ke hotel tempat ia menginap selama seminggu.


💞💞


Mama Metha, Dea dan Dita kini berada di sebuah butik langganan mama Metha untuk mencari baju pengantin untuk Dea dan Davin.


Tiba-tiba ada yang datang menabrak Dita, membuat Dita hampir terjatuh, dengan sigap orang tersebut langsung menahan Dita agar tidak terjatuh.


"Maaf, maaf, saya tidak sengaja" ucap pria tersebut.


"Ia, tidak apa-apa, lain kali hati-hati ya" ucap Dita dengan ramah.


"Ia sekali lagi maaf ya" ucapnya.


"Wa cewek ini cantik banget, mana ramah lagi" batin Rian, ya laki-laki itu adalah Rian.


Dita langsung pamit dan segera ke tempat mama Metha dan Dea berada sebelum Rian tersadar.


"Aduh gue lupa tanya namanya, tapi gue harus mencari tau tentang dia" batin Rian kembali.

__ADS_1


Karena Dita sudah berada di lantai dua bersama dengan sang mama dan calon adik iparnya, makanya Rian tidak melihat keberadaannya, Rian langsung meninggalkan butik tersebut.


"Tenang saja cantik kita pasti akan bertemu lagi" batin Rian dan langsung melajukan mobilnya.


Sedangkan Dita dan mama Metha lagi duduk menunggu Dea mencoba baju yang dia akan gunakan nanti.


"Tadi aku di tabrak orang ma, di lantai bawa" ucap Dita pada sang Mama.


"Kok bisa sayang, kamu tidak apa-apa kan?" tanya mama Metha dengan khawatir pada anak menantunya itu.


"Aku tidak apa-apa kok ma, dan orang itu juga langsung minta maaf ke aku" lanjut Dita.


"Syukurlah nak kalau kamu baik-baik saja" jawab mama Metha.


Dan tidak lama Dea keluar dari balik tirai memperlihatkan baju yang dia coba.


"Ma, mbak, bagai mana cocok nggak?" tanya Dea.


"Menurut mama bagus, tapi apa kamu suka?" tanya mama Metha kembali pada Dea.


"Aku tidak terlalu suka ma, karena bajunya terlalu terbuka di dadanya" jawab Dea.


"Kamu ganti aja dengan yang lainnya dek, coba yang lainnya dulu" usul Dita pada Dea.


"Ini yang aku suka ma, bajunya elegan dan tidak terlalu terbuka" ucap Dea pada mama Metha.


"Kalau kamu suka kita ambil itu saja" jawab mama Metha pada Dea.


Setelah selesai mencari baju, kini mereka bertiga langsung pergi mencari makan siang, karena mereka sudah merasa sangat lapar, saat tiba di sebuah cafe yang mereka akan tempati makan.


Sedangkan Adit dan Davin menyempatkan diri ke rumah baru yang Adit beli, rumah tersebut masih dalam tahap renovasi.


"Coba kamu lihat siapa tau ada yang ingin kamu roba" tanya Adit pada Davin.


"Kalau menurut aku, ini sudah bagus tidak ada lagi yang harus di ubah" jawab Davin sambil melihat-lihat sekeliling rumah barunya.


Mereka berdua mengelilingi rumah tersebut, seperti juga dengan rumah di sampingnya, rapatnya rumah Adit dan Dita, rumah Adit dan Dita yang sudah mulai rampung pengerjaan nya.


"Bang kapan mulai tinggal di sini?" tanya Davin.

__ADS_1


"Belum tahu juga sih, nanti kalau kalian sudah di sini juga, agar Dita ada teman" jawab Adit.


Mereka mengobrol sambil mengelilingi rumah dua lantai itu, tapi di lantai bawalah kamar Adit dan Dita nantinya dan lantai dua adalah kamar anak-anak mereka, seperti juga dengan rumah Davin hanya dua lantai saja.


💞💞


Sedangkan Rian yang kembali ke rumahnya masih memikirkan pertemuan yang tidak sengaja dengan Dita, dia tersenyum sendiri mengingat senyuman Dita yang begitu manis.


"Kenapa senyum-senyum sendiri kayak orang kerasukan saja" tegur sang ibu.


" Nggak ma, Rian cuma ingat cewek yang Rian tabrak secara tidak sengaja tadi di butik, orangnya cantik banget dan senyuman nya itu tidak ada duanya" jawab Rian pada sang ibu.


"Ah kamu itu, jangan terlalu menghayal nanti jatuh kan sakit" ucap ibunya Rian.


"Maksudnya ibu apa?"


"Maksud ibu, awas jangan sampai dia istrinya orang lagi" jawab sang ibu tertawa.


"Ibu nggak asik, harusnya ibu doakan Rian agar bisa berjodoh dengan dia"


"Rian, Rian, kamu aja baru sekali bertemu, belum tau namanya, apa status nya, udah kepedean banget" ucap ibunya sambil memukul lengan Rian.


"Gimana mau dapat jodoh kalau begini, ibu aja tidake dukungan" jawab Rian sedikit sewot.


"Bukan begitu Rian anak ibu yang ganteng tapi masih jomblo, ibu hanya tidak mau kamu menyukai istri orang, dan ibu tidak mau kamu di cap sebagai pebinor" jelas ibunya.


Rian tidak menjawab lagi, dia hanya duduk di sofa sambil tersenyum sendiri seperti orang kesurupan, tiba-tiba sang ibu menempelkan telapak tangannya di jidat Rian.


"Nggak panas" ucap ibunya.


"Ibu apa-apa sih, nggak bisa lihat anaknya yang ganteng ini bahagia sedikit saja" ucap Rian pada sang ibu.


"Apa? ganteng? apa ibu tidak salah dengar, muka pas-pasan gitu ngaku ganteng, malu dikit lah nak jangan terlalu pede" ucap ibunya.


"Ini ni, orang tua macam apa itu, menjelekkan anaknya sendiri" ucap Rian langsung berdiri meninggalkan sang ibu.


Sedangkan ibunya hanya tertawa melihat anaknya yang sewot dan langsung pergi meninggalkan dirinya.


❤️❤️❤️

__ADS_1


Hai kakak-kakak aku yang baik hati, jangan lupa dukungannya ya, maaf ya kalau ceritanya agak garing 🙏.


💞💞💞 Bersambung 💞💞💞


__ADS_2