Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 64


__ADS_3

Setelah menempuh perjalan yang lumayan jauh dan melelahkan akhirnya Rio dan Mia rubah di rumah sakit tempat bapak Didin di rawat, Ibu Mia sangat kaget melihat anak dan menantunya tiba-tiba muncul di depan pintu ruang rawat suaminya.


"Nak Rio, Mia, kalian kok ada di sini?" tanya sang ibu.


"Ya kan kami datang jenguk bapak buk" ucap Mia langsung mencium tangan ibunya di susul oleh Rio. habis mencium tangan sang ibu kini mereka menghampiri sang bapak yang lagi terbaring di atas tempat tidur.


"Bapak bagai mana keadaannya?" tanya Rio.


"Udah mulai membaik nak, aduh kenapa harus repot-repot datang jenguk bapak" Jawab bapak.


"Kami tidak repot sama sekali, bapak kan orang tua kami, nggak mungkin kami santai di sana mendengar bapak di rawat di rumah sakit" ucap Rio.


Mia langsung mengambil kursi untuk suaminya sedangkan dia duduk di tepi tempat tidur sang bapak, sedangkan sang ibu duduk di kursi lain, mereka asik ngobrol tentang penyakit sang bapak yang kambuh lagi.


"Makanya bapak harus kontrol makan, jangan asal dikit saja" ucap Mia.


Semua tertawa mendengar ucapan Mia barusan, karena memang bapak Didin tidak mau mengontrol makanya.


"Kalian balik ke rumah dulu untuk istirahat, kalian pasti capek habis menempuh perjalan jauh" ucap sang ibu.


"Sedikit lagi ibu" jawab Rio.


"Ia betul nak Rio, lebih baik kalian istirahat saja dulu, apa lagi nak Rio yang nyetir mobil pasti sangat kelelahan" sambung sang bapak.


Kerena ke dua orang tua Mia, memaksa mereka pulang ke istirahat akhirnya mereka berpamitan untuk pulang ke rumah orang tua Mia untuk istirahat.


Sesampainya di rumah orang tua Mia, banyak tetangga yang memperhatikan mereka, banyak yang tidak percaya kalau Mia bisa menikah dengan laki-laki tampan dan kaya raya.


Rio yang sangat suka dengan suasana kampung halaman Mia karena udaranya sangat sejuk, dia duduk di teras depan rumah bersama dengan adik Mia yang lagi asik bermain.


Banyak para tetangga wara-wiri hanya untuk melihat Rio dari dekat, tapi Rio merasa tidak terganggu sama sekali, tidak lama Mia muncul dengan secangkir kopi untuknya.


"Bang minum dulu kopinya" ucap Mia.


"Makasih sayang" jawab Rio dengan lembut.


Mia kembali ke dapur karena dia ingin masak untuk makan malam mereka bersama dengan adik-adiknya, Mia di bantu dengan adik keduanya memasak di dapur.


Sedangkan di Jakarta Dita kembali ke rumah orang tuanya, karena besok Adit dan kedua mertuanya akan menemani Davin ke kampung halaman Dea, mereka ingin bertemu dengan kedua orang tua Dea.


"Bunda kok rumah sunyi, si biang kerok ke mana?" tanya Dita Dita pada bundanya.

__ADS_1


"Dia lagi pergi menjenguk bapak mertuanya karena lagi sakit" ucap bundanya.


"Mbak Mia juga ikut bunda?"


"Ia dong, kan bapaknya yang sakit, tidak mungkin Mia tinggal" jawab sang ayah.


Dita hanya tersenyum memamerkan gigi putihnya, Dita merasa sunyi karena tidak ada sang kakak teman berantemnya.


"Nggak asik, soalnya nggak ada Abang" keluh Dita.


"Kalian memang begitu, kalau pisah saling cari tapi kalau bersama bertengkar terus" ucap bunda Astrid.


"Ya begitulah namanya juga saudara bunda, emang bunda mau kalau anak-anaknya bunda tidak akur" jelas Dita.


Bunda Astrid tidak menjawab lagi, kerena kalau berhadapan dengan Dita pasti tidak ada habisnya.


"Bunda, besok Adit titip Dita dulu ya" ucap Adit pada bundanya.


"Emangnya kamu mau ke mana, mau ke luar kota?" tanya bunda Astrid.


"Besok mau temani Davin ke kampung halaman calon istrinya, kami mau pergi bersama mama dan papa" jelas Adit.


"Ayah kan udah pikun" jawab Dita cengengesan.


"Ia nanti bunda yang tinggal temani Dita, semoga semuanya berjalan dengan lancar ya" ucap bunda Astrid.


Di apartemen Davin, Dea sudah selesai memasak makan malam untungnya dan juga Davin. Dea memang pintar masak, karena waktu ibunya masih hidup Dea selalu membantunya masak di dapur.


Saat selesai masak Dea menyajikan di atas meja, setelah semua siap dia segera masuk dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah beberapa saat Dea sudah selesai mandi, dia keluar dari kamar dan Davin sudah duduk di sofa sambil menikmati sebatang rokok.


"Kak ayo makan" ucap Dea.


"Ayo, kebetulan aku juga sudah terlalu lapar" jawab Davin langsung berdiri dari duduknya segera menuju meja makan bersama Dea.


Dea mengambilkan nasi untuk Davin, dia melayani Davin seperti suaminya walaupun belum sah jadi suami istri. mereka berdua makan tanpa suara hanya suara piring dan sendok beradu.


Selesai makan malam, Davin membantu Dea membereskan meja, sedangkan Dea mencuci piring yang kotor.


Di rumah bunda Astrid, mereka juga baru selesai makan malam, semuanya telah berkumpul di ruang keluarga, Adit dan ayah Romi asik berbincang-bincang, sedangkan Dita sibuk dengan hp nya, bunda Astrid asik menonton acara televisi.

__ADS_1


"Tumben nonton acara begitu bunda?" tanya Dita.


"Emangnya kenapa?"


"Biasanya kan bunda nonton Korea- Korea begitu" jawab Dita.


"Bunda lagi istirahat nonton Korea, kita kan harus cinta produk Indonesia" jelas bunda Astrid.


"Iklan kali, cintailah produk Indonesia" Dita tertawa kerena candaan sang bunda.


Mereka berdua langsung tertawa, membuat Adit dan ayah Romi langsung melihat ke arah mereka berdua karena suara tawa mereka yang keras.


"Bunda, Dita ke kamar dulu ya, Dita udah mengantuk" pamit Dita pada sang bunda.


"Ok, bunda juga sudah mau ke kamar" mereka berdua akhirnya masuk kamar masing-masing.


Tidak lama Adit juga naik ke lantai dua tepat ke kamar mereka, karena besok dia dan ayah Romi mau pergi menemani Davin.


"Belum tidur sayang?" tanya Adit pada Dita.


"Dedek belum mau bobok dia mau menunggu papanya" jawab Dita dengan manja.


"Ia kah? dedek atau mamanya?" tanya Adit langsung mengelus perut Dita dengan lembut.


"Dedek lah, kalau mama sih biasa-biasa saja" jawab Dita sedikit malu-malu.


Adit masih mengelus perut Dita, kadang juga dia mengecup Dita dengan kasih sayang, membuat Dita tersenyum sendiri melihat tingkah suaminya.


Adit memang bukan tipe pria yang romantis tapi dia berusaha seromantis mungkin kalau bersama Dita, apa lagi Dita sedang hamil, pasti moodnya sering berubah-ubah makanya Adit selalu berusaha yang terbaik untuk Dita.


Tidak lama akhirnya Dita terlelap dalam pelukan Adit, Adit kembali mengecup kening Dita.


"Selamat malam sayang, selamat beristirahat" ucap Adit pelan.


Adit akhirnya ikut tertidur sambil memeluk Dita, akhirnya mereka masuk dalam alam mimpi mereka masing-masing.


💞💞💞💞


Tidak bosan aku meminta dukungan dari kalian semuanya untuk karya abal-abal aku ini, terimakasih 🙏


🌷🌷🌷 Bersambung 🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2