
Dea hanya diam sepanjang perjalanan, itu tidak membuat Davin sadar, dia juga malah asik memutar musik kesukaannya.
Dea teringat kembali dengan ucapan mama Metha kalau menghadapi Davin harus sabar.
"Kak, kamu harus biasakan biasakan kalau di rumah panggil bang Adit itu, abang jangan selalu panggil dengan sebutan bos, kalau di kantor baru panggil bos, karena dia kan abang kamu?" jelas Dea.
"Ya kerena terbiasa, mbak Dita saja aku sering panggil dia dengan sebutan nyonya" jawab Davin.
Dea hanya geleng-geleng Kepala mendengar jawaban Davin, tidak lama mereka akhirnya sudah sampai di stasiun kereta.
Ayah Dea dari tadi menunggu di jemput, beberapa orang datang menghampiri ayah nya Dea.
"Mau ke mana pak? ayo sini aku antar?" ucap salah satu preman yang membuat ayah nya Dea sedikit ketakutan.
"Tidak pak, saya lagi menunggu jemputan".
" Masih lama pak, mari pak saya antar saja" desak si preman tersebut.
"Mereka sudah di jalan, saya di suruh tidak ikut dengan siapapun, tetap di sini menunggu mereka" jawab sangat ayah.
"Banyak bacot lu sih pak tua, keluarin nggak dompet kamu" ancam si preman tersebut.
"Dompet siapa yang harus di keluarkan bos?" tanya Davin kepada si preman tersebut.
Si preman tersebut kaget dan langsung memutar badannya dan melihat Davin berdiri di belakang sambil melipat tangan di dadanya.
"Tidak bos, saya hanya ingin menawarkan pada om ini, untuk mengantarnya ke alamat keluarganya bos" ucap si preman takut karena tatapan Davin yang menakutkan.
"Saya yang datang menjemputnya, lebih baik kamu pergi dari pada kamu nanti masuk rumah sakit" usir Davin pada preman itu.
"Ba...baik bos, saya permisi dulu, hati-hati di jalan bos" ucap si preman itu dan langsung meninggalkan tempat itu.
Sedangkan Dea sudah berdiri di samping sangat ayah nya yang sedikit takut karena ancaman si preman tadi, maklum saja kerena ayahnya baru kali ini menginjakkan kakinya ke Jakarta.
"Ayo ayah kita pulang, tapi kita ke rumah orang tua saya dulu ya ayah" ucap Davin kepada calon ayah mertuanya itu.
"Ia tidak apa-apa nak" jawab sangat ayah d ngan ramah.
Setelah sampai di parkiran mobil, Davin langsung membuka pintu mobil untuk Dea dan juga ayah nya. sepanjang perjalanan ke rumah, Dea hanya berbincang-bincang dengan sang ayah sedangkan Davin hanya menjawab kalau di tanya.
"Ayah, maklum aja ya, anak mantu ayah ini irit ngomong, nanti ngomong kalau perlu" ucap Dea ke ayah nya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa nak, ayah bisa mengerti".
" Bagai mana kabarnya ibu di kampung?" tanya Dea kepada ayah nya.
"Ya begitulah kamu tau sendiri bagai mana sifat ibu kamu itu, ayah ke sini saja dia marah sampai dia melarang bapak untuk balik ke kampung lagi" jawab sangat ayah.
"Ayah tinggal di sini saja, rumah kami kosong, cuma ada aku dan Dea" jawab Davin.
Dea yang mendengar omongan Davin sempat kaget karena dia tidak menyangka kalau Davin akan bicara begitu.
"Ayah tidak ingin merepotkan kalian nak, nanti juga kalau ayah balik ke kampung pasti ibu kalian baik la...
" Ia baik kalau ada uangnya" sambung Davin memotong omongan ayah mertuanya itu tanpa memikirkan perasaan ayah mertuanya tapi apa yang di katakan Davin benar adanya.
****
"Ma, Dea ke mana?" tanya Dita pada mama Metha.
"Ada ke stasiun sama Davin, lagi pergi menjemput ayahnya".
" Oh, ayahnya Dea jadi datang ma? bagus dong kalau ada keluarga Dea datang, kasian juga ya ma" tanya Dita pada mamanya.
"Ia apa lagi mereka tidak pacaran kenalnya juga kerena Davin ingin menolong nya saja" Lanjut Dita.
"Kayak kita, kita kan tidak pacaran, langsung di nikahkan, tapi lihat sekarang kamu malah tidak mau pisang dari mas" jawab Adit yang tiba-tiba muncul karena sudah pulang kerja.
Dita dan mama Metha langsung melihat arah suara Adit. mereka berdua kaget karena mereka tidak mendengar suara mobil masuk ke dalam halaman rumah.
"Mas, sudah pulang?" tanya Dita dan langsung berdiri mengambil tas yang ada di tangan Adit dan tidak lupa mencium tangan Adit juga.
"Ma kami naik dulu ya, soalnya Adit mau mandi" pamit Adit pada mamanya, dan langsung naik ke kamar bersama Dita
Sampai di kamar Adit langsung mandi sedangkan Dita menyiapkan baju ganti untuk suaminya, sambil menunggu Adit selesai mandi Dita duduk termenung di sofa.
Tidak lama Adit keluarga dari kamar mandi, dia tersenyum melihat istrinya yang duduk di sofa.
"Kenapa sayang kok bengong?" tanya Adit pada saat istri.
"Nggak apa-apa mas, ayo cepat ganti baju karena sedikit lagi ayah Dea akan tiba, mereka sudah di jalan bersama Dea dan Davin" ucap Dita.
__ADS_1
"Oh ia, aku lupa tadi kan Davin minta ijin ma aku karena mau jemput mertuanya" lanjut Adit dan langsung berganti pakaian.
Setelah selesai mereka langsung turun ke bawah, Adit bergabung dengan mama dan papanya sedangkan Dita langsung ke dapur membuat kopi untuk Adit.
Tidak lama Dita datang dengan secangkir kopi panas untuk suaminya.
Tidak lama ada suara mobil dari depan terdengar, itu adalah mobil Davin.
"Mereka udah tiba" ucap mama Metha sambil berdiri menuju pintu depan.
Dan betul saja Dea dan ayahnya sudah muncul di pintu di susul Davin.
"Selamat datang pak, mari masuk" ucap mama Metha dengan ramah.
"Terimakasih nyonya".
" Tidak usah panggil nyonya segala, kita ini sudah mau besanan kok" jawab mama Metha.
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam rumah, mereka di sambut oleh papa Lukman beserta Adit dan Dita, semuanya sudah duduk sedangkan Dea langsung ke dapur membuat kopi untuk ayahnya dan juga Davin.
Tidak lama Dea kembali dengan membawa dua cangkir kopi di bawa nampan.
"Ayo di minum dulu kopinya pak" ucap papa lukman mempersilakan ayah Dea.
"Ia terimakasih pak" jawab ayah Dea yang masih sungkan- sungkan pada keluarga papa Lukman.
"Nanti ayah ikut Davin saja ke apartemen ya ma" ucap Davin pada mamanya.
"Nggak Davin, ayah kamu tinggal di sini saja, ayah kamu baru datang belum tau apa-apa terus siapa yang mau mengurus makannya?" jawab mama Metha.
"Betul yang di bilang mama kamu nak, biarlah ayah kamu menginap di sini kan ada kamar tamu" sambung papa Lukman.
"Dan ingat kamu bilang juga ke mama kalau malam ini kamu sudah mulai tinggal di rumah, tidak kembali ke apartemen" Ucap mama Metha pada Davin.
Davin akhirnya mengalah dan langsung berdiri untuk kembali kamar nya untuk mandi.
β€β€β€β€
Terimakasih kakak-kakak ku, yang tidak pernah bosan mendukung karya aku ini, tetap dukung yaπ€π terimakasih π
ππππBersambung ππππ
__ADS_1