Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 132(season 2)


__ADS_3

"Apa kamu senang kalau kita tinggal di sini?" tanya Chaim pada istrinya.


"Ia kak aku senang asalkan bersamamu dengan kamu" jawab Rere.


"Terimakasih sayang" ucap Chaim langsung memeluk Rere.


Chaim dan Rere duduk berduaan di sofa yang ada di ruang tamu apartemen, mereka duduk beristirahat karena lelah membersihkan apartemen mereka, tempat Chaim di produksi.


"Kapan kita mulai tinggal di sini" tanya Rere.


"Dari kamu aja, kalau bersedia malam ini boleh juga, biar bebas" jawab Chaim dengan nada menggoda.


"Maunya, pendiam tapi otak me**m juga" ucap Rere malu-malu.


"Me**m sama istri tidak apa-apa, kan udah sah" jawab Chaim dan langsung mengecup b***r Rere.


Rere langsung tersipu malu dan langsung menunduk ke bawa lantai dengan muka merah merona.


"Kok masih malu-malu sih, itu baru awal belum yang lainnya" jawab Chaim dengan tersenyum menatap Rere


"Kakak, nggak usah bahas itu, aku malu kak" bentak Rere.


Chaim sangat jauh berbeda menurut Rere, karena waktu masih pacaran dengan Rere, udah romantis kalau dia menggenggam tangan Rere, tapi sekarang dia udah berani langsung menc**m Rere.


"Mau nggak kalau kita pergi bulan madu" tanya Chaim pada Rere.


"Bulan madu ke mana kak? ya pasti aku mau lah kak" jawab Rere.


"Kita maldives mau?"


"Maldives? ia... ia aku mau kak" jawab Rere senang.


"Ok lusa kita berangkat semuanya aku udah silakan" lanjut Chaim.


"Tapi cuti kamu bagai mana?" tanya rere.


"Aku udah perpanjang, jadi aku cuti dia minggu" jelang Chaim.


Rere sangat bahagia karena memang dari dulu dia impikan ingin berbulan madu ke sana, dak akhirnya kesampaian juga.


Karena sudah sore akhirnya mereka memilih untuk pulang, mereka ingin langsung ke rumah orang tua Chaim tapi Rere tidak mempunyai baju ganti, makanya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah orang tua Rere, besok baru ke rumah orang tua Chaim, Rere dan Chaim akan menginap di rumah orang tua Chaim sebelum berangkat bulan madu.

__ADS_1


"Yang, aku mau tanya tapi jangan marah ya?" ucap Chaim.


"Mau tanya apa kak, tanya aja ngapain juga aku marah" jawab Rere dengan penasaran.


"Kamu udah kedatangan tamu kan?" tanya Chaim tanpa malu.


"Maksudnya? tamu apa?" tanya Rere kembali.


"Tamu bulanan lah sayang, apa lagi kita mau bulan madu" jawab Chaim.


Rere hanya tersipu malu mendengar penjelasan suaminya, apa lagi Chaim tidak ada rasa malunya untuk mempertanyakan hal begituan.


"Udah, tiga hari sebelum akad nikah kita aku udah bersih" jawab Rere.


"Bagus lah kalau begitu" jawab Chaim dengan tersenyum puas.


Rere sebenarnya masih sedikit malu, dan masih takut untuk melakukan apa pun dengan Chaim, tapi kalau memang suaminya sudah menginginkan nya dia akan memberikannya, karena dia tidak ingin durhaka terhadap suaminya, apa lagi sekarang Chaim sudah berhak atas dirinya.


Sesampainya di rumah, mereka langsung turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah, mereka berdua langsung menyapa orang-orang yang ada di ruang keluarga.


"Kalian udah pulang? kirain langsung tinggal di sana" ucap nenek nya Rere.


"Belum nek, barang-barang aku masih di sini" jawab Rere pada neneknya.


Semuanya langsung kaget mendengar omongan dari kakak ipar Lia, terutama Chaim dan Rere, karena mereka tidak habis pikir kalau tante mereka akan bicara begitu.


"Mbak, kok ngomong gitu?" tanya Lia.


"Mira, jaga omongan kamu ya, aku tidak habis pikir kamu akan mengeluarkan Kata-kata yang tidak bermakna itu" bentak nenek nya Rere.


Suasana sedikit tegang karena ucapan tante Mira, memang dia tidak terlalu suka Chaim menikah dengan Rere, karena Mira ingin menjodohkan Rere dengan ponakannya sendiri, tapi mama Lia dan papa Rifky tidak setuju dan mereka malah menerima lamaran Chaim.


Chaim dan Rere langsung pamit untuk naik ke lantai dua, karena mereka ingin membersihkan diri mereka, sedangkan di lantai bawa Mama Lia sangat marah dengan ucapan kakak iparnya itu.


Dengan terpaksa Mira langsung pulang ke kampung halamannya, sebenarnya dia ingin kembali bersama dengan mertuanya tapi karena Lia sangat marah padanya makanya dia langsung pulang bersama suaminya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Cello dan Ema akan makan malam berdua di sebuah cafe, Cello yang sudah sangat rapi langsung menghampiri sang mama yang lagi asik di dapur.


"Mamaku sayang, yang cantiknya tidak hilang-hilang, mama lagi ngapain?" tanya Cello.

__ADS_1


"Lagi main nak, ada apa lagi mama tau kalau kata-kata keramat itu keluar pasti ada maunya" jawab mama Dita yang lagi asik masak.


"Ma... aku tidak makan malam di sini ya, mau makan malam dengan calon anak mantu mama" jelas Cello.


"Dari dulu setiap keluar pasti ngomongnya begitu, sampai mama heran yang mana akan betul-betul akan menjadi anak menantu mama kelak, jangan sampai kamu tidak mendapatkan jodoh nanti" jelas mama Dita.


"Doanya mama jelek banget, doanya yang bagus dong ma, karena ini aku serius sama dia ma, karena dia yang berhasil membuat aku berubah begini" jelas Cello.


"Ok hati-hati di jalan, semoga berhasil my boy" ucap mama Dita pada Cello.


Cello langsung meninggalkan rumah, dan langsung menuju rumah Ema, karena Ema meminta Cello menjemputnya di rumah saja, karena dia tidak berangkat ke butiknya.


Cello berencana akan mengungkapkan perasaan nya pada Ema malam ini, dan semoga Ema bisa menerimanya dan semoga tidak ada pengganggu dari masa lalu Cello.


setelah tiba di depan rumah Ema, Cello langsung menghubungi Ema dan memberitahukan kalau dia sudah ada di depan pagar rumah Ema, dengan segera Ema langsung keluar dari rumah dan mengunci pintu rumahnya.


Dengan sigap Cello langsung turun dari mobil untuk membukakan pintu untuk Ema.


"Terimakasih" ucap Ema kepada Cello.


"Sama-sama" jawab Cello.


Cello yang juga sudah duduk di belakang kemudi, langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kita ke mana ni?" tanya Cello pada Ema.


"Aku ngikut kamu aja deh" jawab Ema.


"Ok, aku ada satu tempat yang sangat bagus, dan di sana live musik juga" ucap Cello. Ema hanya mengangguk kan kepalanya kalau dia setuju dengan usulan Cello.


"Tidak terasa akhirnya mereka tiba juga, setelah memarkirkan mobil, Cello segera turun untuk membuka pintu buat Ema.


" Ayo kita masuk" ajak Cello pada Ema saat mereka berdua sudah turun dari mobil.


Mereka langsung masuk ke dalam cafe, dan betul saja cafe tersebut sangat ramai dan di dominasi anak-anak mudah. Ema sangat kagum melihat interior cafe tersebut, dan ini pertama kalinya Ema ke sini.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Terimakasih yang selalu mendukung aku, tetap dukung ya dan jangan lupa tinggalkan jejaknya.


lewat like dan komentar nya.

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•Terimakasih πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2