
Setelah mengeluarkan sihir itu, Aris merasa kelelahan.
"Tuan, apa Tuan tidak apa-apa?" Tanya Quester yang berlari ke arah Aris
"Ya, aku hanya sedikit kelelahan" Jawab Aris
"Tidak biasanya, Tuan. Ada apa?" Tanya lagi Quester
"sebenarnya, mengeluarkan sihir tingkat itu memakan mana lebih 56% dari tingkat SSS. Makanya aku cukup kelelahan. Dan aku rasa manaku hanya tersisa sekitar 42%" Jawab Aris
"Sebesar itukah penggunaannya?" Tanya lagi Quester
"Ya, aku rasa. Sihir ini tidak cocok digunakan oleh penyihir tingkat atas. Aku takutnya mereka akan cepat kelelahan dan paling parah adalah kematian. Karena jika ia masih memaksa, bukan hanya mananya yang digunakan bahkan darahnya juga bisa digunakan untuk menggunakan sihir tingkat ini" Jawab Aris
"Jika memang begitu, kenapa Tuan masih menggunakannya?" Tanya lagi Quester
"Aku hanya ingin mencobanya. Aku mendapatkannya dari buku yang sudah lama aku baca. Dan aku tidak percaya, aku masih hafal rapalannya" Jawab Aris
"Tapi, ini pertama kali aku melihatnya. Jika sihir seperti itu ada, berarti beberapa tahun lalu sihir ini pernah digunakan?" Tanya Quester yang penasaran
"Sihir ini pernah digunakan oleh para penyihir tingkat atas. Waktu itu, 8 tahun lalu tentang salah satu komandan pasukan iblis bangkit dan menyerang daratan utara Restafa. Pada saat pasukan kerajaan terpukul mundur, ada salah satu penyihir tingkat atas mengatakan untuk menggunakan sihir tingkat SSR yaitu Penghakiman Ilahi. Jadi, dia mengumpulkan hampir 80 penyihir tingkat atas dari semua kerajaan untuk menyerang salah satu komandan pasukan iblis. Dan hasilnya, semua penyihir hanya tidak merasa kelelahan. Ada yang bilang, mana mereka hanya berkurang sekitar 5-8%. Kau mungkin tidak tahu kejadian itu. Yang pasti kau masih tertidur pada saat perang itu" Jawab Aris
"Lalu, apa yang terjadi dengan komandan itu?" Tanya Quester
"Yang aku baca, komandan itu telah tewas karena sihirnya mengandung elemen cahaya. Dan setelah aku menggunakannya disini dan hanya aku seorang diri, aku jadi mengerti, betapa bahayanya sihir tingkat ini. Dan juga, masih banyak sihir tingkat SSR dari semua elemen" Kata Aris
"Oh, kau menakutiku, Tuan" Kata Quester
"Dan juga, bisakah aku meminta tolong padamu?" Tanya Aris
"Apa itu?" Tanya balik Quester
"Bawa aku ke UKS. Sepertinya aku benar-benar tidak bisa berjalan" Jawab Aris
"Baiklah, aku akan membawamu. Lagipula ujian sekolah hanya sekali dalam sehari" Kata Quester
Setelah berjalan beberapa langkah, akhirnya Aris dan Quester sampai didepan pintu UKS. Setelah ia membuka pintunya, ia tidak melihat ada guru pembimbingnya. Jadi, Quester menaruh Aris di kasur dan pergi ke ruang guru.
"Aku ngantuk sekali" Kata Aris sambil memejamkan matanya
Setelah terbangun, Aris melihat ke arah jendela. Ia melihat langit yang menunjukkan sore hari. Setelah itu, ia terbangun dan mencari Quester.
"Quester? Dimana kamu?" Tanya Aris
Tiba-tiba datang Quester dengan kelelahan.
__ADS_1
"Apa kau berlari kesini?" Tanya Aris
"Ya, setelah aku datang dari ruang guru. Tuan, tidak menjawab panggilanku. Dan setelah itu, aku tidak tahu harus apa. Guru pembimbing mengatakan kau hanya perlu istirahat. Jadi, aku meninggalkanmu sendirian dan menunggumu diluar sampai kau terbangun" Jawab Quester mata airnya menetes
"Maaf, apa aku membuatmu menangis?" Tanya lagi Aris sambil mengusap air matanya
"Tidak, aku hanya.. aku hanya" Kata Quester
"Kemarilah, kau mungkin sedikit pelukan" Kata Aris
Quester yang melihatnya langsung memeluknya.
"Sudah, sudah. Mari kita pulang" Kata Aris
"Ya" Kata Quester sedih
Di kamar, Aris masih harus istirahat karena tubuhnya masih belum pulih. Quester pun hanya bisa berjaga semalaman.
"Tuan, kenapa sampai seperti ini?" Tanya Quester bersuara kecil
Keesokan paginya, Aris bangun dan Quester yang menyiapkan semuanya.
"Sudah semuanya, Quester?" Tanya Aris dengan nada lemah
"Terimakasih. Setelah ini, antar aku ke UKS, ya?" Kata Aris
"Baik, Tuan" Kata Quester
Setelah sampai di sekolah, semua siswa melihat Aris dengan wajah yang kebingungan. Dan pada saat di ruang kelas pun Dedi dan yang lainnya juga tidak ada yang berani menyapanya. Saat ujian dimulai, seperti biasa Aris langsung mengerjakan secepat mungkin. Dan setelah selesai, ia langsung pergi ke UKS untuk mendapatkan istirahat yang cukup.
"Sepertinya guru pembimbing masih tidak ada, ya" Kata Quester
"Quester, cepat baringkan aku di tempat tidur" Kata Aris
"Baik, Tuan" Kata Quester dengan berjalan sedikit ke tempat tidur
"Jadi, seperti ini rasanya saat mana kurang dari 50%. Rasanya hampir tidak bisa bergerak. Maaf Quester selalu membuatmu kerepotan" Kata Aris sambil tersenyum
"Tidak apa-apa, Tuan. Selagi itu bisa membantu Tuan sembuh akan kulakukan" Kata Quester
Datanglah guru pembimbing UKS.
"Kalian, aku cari kemana-mana ternyata ada disini duluan. Nih" Kata guru pembimbing memberikan ramuan berwarna biru
"Apa ini?" Tanya Quester
__ADS_1
"Ini adalah obat pemulihan mana. Kepala sekolah sampai memesannya ke kota modern untuk membelinya" Jawab guru pembimbing
"Apa!! Kepala sekolah sampai mendengar tentang kondisiku?" Tanya Aris terkejut
"Tentu saja. Itu terjadi saat aku memberitahunya kemarin. Sekarang minumlah agar manamu bisa melebihi dari batas tubuhmu" Kata guru pembimbing
Aris pun meminum ramuannya hingga habis.
"Tapi, aku tidak percaya kamu sampai menghabiskan manamu untuk mengeluarkan sihir. Padahal di daftar buku siswa kau tidak bisa menggunakan sihir. Apa ada yang kau lakukan kemarin?" Tanya guru pembimbing
"Aku hanya sedikit belajar menggunakan sihir dan juga tingkat S. Dan hasilnya tidak ada keluar sama sekali malahan seperti senjata makan tuan" Jawab Aris
"Begitu, ya. Ternyata kau bekerja keras. Ya itu bagus, kalau begitu, aku tinggal, ya. Aku masih harus mengerjakan sesuatu" Kata guru pembimbing
"Ya, terimakasih banyak, guru" Kata Quester
"Ya, jangan memaksakan diri lagi, ya" Kata guru pembimbing pergi
"Aku tidak percaya, ternyata guru pembimbing UKS sangat cantik terlebih lagi dia juga sangat baik" Kata Quester
"Yang melebihi ekspektasi ku adalah kondisiku sampai terdengar telinga kepala sekolah. Setelah sembuh, bisa-bisa aku akan diceramahi olehnya" Kata Aris
"Jadi, bagaimana? Apa sudah mendingan?" Tanya Quester
"Ramuannya sangat bekerja, aku bisa menggunakan kakiku" Jawab Aris
"Baguslah, obatnya sangat bekerja. Tapi, sampai mendapatkannya di kota modern? Tuan, bagaimana kota itu?" Tanya lagi Quester
"Kota modern, bisa disebut sebagai kerajaan modern yaitu Kerajaan Eurlars. Dikatakan sebagai kerajaan modern karena mereka memiliki pertahanan yang canggih, seperti menara Inferno, panah otomatis dan lain sebagainya. Jika berkesempatan mungkin suatu saat kau bisa mengunjunginya. Oh, jangan lupa, para pahlawan tinggal disana. Mereka berempat pernah mengalahkan salah satu komandan pasukan iblis. Tetapi, tidak pernah mengalahkan raja iblis" Jawab Aris
"Wah, sepertinya menyenangkan" Kata Quester
"Tapi, hati-hati. Penegak keadilan disana adalah seorang ninja" Kata Aris
"Ninja? Maksudmu seseorang yang menggunakan penutup kepala dengan gerakan yang lincah?" Tanya Quester
"Ya, pertahanan kerajaan mereka menggunakan batu sihir yang memiliki mana cukup hingga 20 tahun kedepan" Kata Aris
"Wah, hebatnya. Lalu apalagi?" Tanya Quester
"Sepertinya kau menyukainya. Lain kali kita kesana, kau mau?" Tanya Aris
"Mau, mau!!" Kata Quester semangat
...END...
__ADS_1