Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
petualangan #9


__ADS_3

"Apa maksudmu roh kuat?" Tanya Aris penasaran


"Aku juga tidak tahu, aku hanya mendengar apa yang aku dengar" Jawab Nia


"Hm... baiklah aku akan percaya padamu" Kata Aris sambil berdiri


"Kau mau kemana?" Tanya Nia


"Aku mau ke kamarku. Aku butuh istirahat lebih, mungkin saat cuaca sudah cerah aku akan pergi ke kerajaan" Jawab Aris


"Baiklah kalau begitu" Kata Nia


Setelah beberapa jam dikamar, Aris hanya rebahan dan terkadang ia juga berbicara dengan Quester.


"Quester?" Tanya Aris lewat telepati


"Ada apa tuan?" Jawab Quester


"Apa kau mau keluar? Apa kau sudah makan?" Tanya Aris


"Bolehkah tuan? Aku belum makan sejak dari kemarin kau di kantor asosiasi sihir tuan" Jawab Quester


"Kalau kau mau keluar, keluar saja" Kata Aris


"Baiklah tuan" Kata Quester


Muncul cahaya yang terang dan terus menerang di dalam tubuh Aris dan muncullah seorang wanita kecil tanpa busana.


"Ah.. apa yang kau lakukan?" Tanya Aris sambil panik dan menutup matanya


"Kenapa tuan?" Tanya balik Quester seolah tidak terjadi apa-apa


"Ma-ma-mana pakaianmu?" Tanya Aris teriak sambil membuang muka


"Ah.. aku muncul dalam keadaan seperti ini lagi, ya?" Tanya Quester


"Memangnya kau tidak tahu malu, ya?" Tanya lagi Aris


"Malu? Kalau itu tuan aku tidak masalah" Jawab Quester


"Sudahlah kenakan pakaianmu dulu" Kata Aris sambil mencarikan pakaian


"Lain kali kalau kau berubah di tempat umum bagaimana?" Tanya Aris


"Aku tidak peduli, selagi tuan puas melihat tubuhku aku sudah senang" Jawab Quester


"Sudahlah, ikut aku nanti ke kerajaan" Kata Aris


"Baik tuan" Kata Quester


Tiba-tiba terdengar suara perut kosong dari quester.


"Kau belum makan, ya?" Tanya Aris


"Belum tuan.. jika bisa aku ingin makan manusia yang ada dibawah" Jawab Quester


"Ngapain kau ingin makan daging manusia" Kata Aris teriak


"Baik tuan, kalau begitu daging saja" Kata Quester


"Kalau ini kan lebih normal" Kata Aris

__ADS_1


Aris pun turun dari kamarnya dan meminta Nia untuk membuatkan masakan dengan bahan daging. Mendengar itu Nia bingung padahal Aris sudah makan sebelumnya.


"Baiklah akan saya antar ke kamar anda" Kata Nia


"Baiklah terimakasih. Aku tunggu" Kata Aris


Aris pun pergi meninggalkan Nia menuju ke kamarnya, diluar hujan mulai turun dan suasana semakin dingin. Dan tidak berapa lama akhirnya makanan mereka sampai.


"Permisi" Kata Nia sambil mengetuk pintu


"Masuk saja, pintunya tidak dikunci" Kata Aris


Nia pun membukakan pintu untuk memberikan makanannya ke Aris dan tidak terduga Nia melihat adiknya Aris sudah ada di kamarnya, padahal ia tidak mendengar suara pintunya terbuka.


"Sejak kapan dia ada disini? Padahal setiap pintunya berbunyi aku selalu melihat ke arah pintu. Dan ini kapan dia ada disini?" Tanya Nia kebingungan


"Ah.. dia baru saja datang dan sepertinya kau tidak melihatnya" Jawab Nia


"Bagaimana mungkin?" Tanya Nia masih kebingungan


"Mungkin dia ngikut salah satu pelanggan mu" Jawab Aris


"Mungkin saja" Kata Nia masih kebingungan


Setelah makan, cuaca di luar sudah mulai agak cerah dan Aris memutuskan untuk pergi sekarang sebelum cuacanya mendung lagi.


"jadi berapa semuanya?" tanya Aris


"semuanya jadi 25 keping perak " Jawab Nia


"Baiklah, terimakasih banyak Nia" Kata Aris sambil memberikan uangnya


"Tentu saja. Hati-hati dijalan, ya" Kata Nia


Setelah pergi dari tempat itu Aris langsung menuju ke kerajaan Ruhyus. Setelah sampai disana, ia ditahan oleh para penjaga. Dan penjaga itu menanyakan apa tujuannya.


"Aku ingin bertemu dengan raja" Kata Aris


"Apa ada hal yang penting sampai ingin bertemu dengan raja?" Tanya penjaga itu


"Jika tidak bisa, bisakah kau memberikan ini ke raja aku akan menunggu di luar" Jawab Aris sambil mengeluarkan surat dan memberikannya


"Baiklah kau tunggu disini" Kata salah satu penjaga


"Jarang sekali ada orang yang ingin bertemu dengan raja" Kata penjaga satunya


"Memangnya ada apa dengan raja?" Tanya Aris


"Belakangan ini raja sering sakit makanya hampir rakyat disini tidak pernah bertemu dengan raja. Dan dikatakan bahwa raja juga terkena kutukan makanya ia tidak mau bertemu dengan rakyatnya. Pernah kejadian saat raja ingin membantu salah satu rakyatnya besoknya mereka meninggal karena penyakit yang tidak diketahui dan menuduh bahwa raja memiliki kutukan. Itu pun berlaku sampai keluarganya" Jawab penjaga itu


"Kutukan? Sejak kapan kutukan itu terjadi?" Tanya Aris


"Sekitaran 2 tahun lalu" Jawab penjaga itu


"Begitu ya.. baiklah terimakasih banyak infonya" Kata penjaga


Dan datang juga salah satu penjaganya yang memberikan surat. Ia bertanya apakah ia masih mau untuk bertemu dengannya. Dan Aris menjawabnya dengan santai.


"Kau yakin? Bagaimana besok kalau kau meninggal?" Tanya penjaga yang tadi


"Woy.. apa yang kau katakan?" Tanya penjaga satunya

__ADS_1


"Kita harus memberitahunya. Anak muda apa kau yakin?" tanya penjaga itu


"Baiklah, aku akan pergi" Kata Aris sambil pergi


"Tunggu.. apa kau ada permintaan terakhir? Kami diberitahu bahwa siapapun yang ingin bertemu dengan raja harus meminta permintaan terakhirnya" Tanya penjaga


"Permintaan terakhir, ya? Baiklah kalau begitu kirimkan aku uang 1 kantung emas ke sekolah The Master Academy dan namaku adalah Aris Darmayudha" Jawab Aris sambil tersenyum


"Baiklah akan aku siapkan" Kata penjaga itu


"Biarkan aku yang akan mengantarkan kalian" Kata penjaga satunya


"Baiklah kalau begitu terimakasih" Kata Aris


Setelah diantar kedalam Aris melihat pintu yang mewah dan berkata bahwa raja dan keluarganya ada didalam.


"Disini tempatnya" Kata penjaga itu sambil menunjukkan jarinya


"Apa kau masih yakin ingin bertemu dengannya?" Tanya penjaga itu meyakinkan


"Tentu saja. Siapkan saja permintaan terakhirku" Kata Aris


"Kalau begitu saya permisi dulu" Kata penjaga itu


Saat didepan pintu Aris melihat aura kegelapan di ujung pintunya.


"Pantas saja orang biasa tidak ada yang berani masuk" Kata Aris dalam hati


"Baiklah, permisi" Kata Aris sambil mendorong pintu yang mewah


Saat membuka pintu aris melihat ada 3 orang anggota keluarga yang pertama adalah Raja, Ratu dan anaknya yang seorang perempuan.


"Apa kau tidak apa-apa, anak muda?" Tanya raja


"Baik yang mulia. Saya baik-baik saja" Jawab Aris


"Namaku adalah Eko Ruhyus aku adalah raja disini. Ini adalah istriku Erna Sari dan anakku Dinda. Apa kau sudah mendengar rumor tentang kami?" Tanya Eko


"Sudah, yang mulia" Jawab Aris


"Apa kau sudah membuat permintaan terakhir?" Tanya lagi Eko


"Sudah, yang mulia" Jawab Aris


"Jadi, permintaanmu adalah ingin meminta bantuan agar bisa diantarkan ke desa Afharza?" Tanya Eko


"Iya, yang mulia" Jawab Aris


"Baiklah aku akan turuti permintaanmu" Kata Eko


"Benarkah? Tidak ada syaratnya dulu?" Tanya Aris


"Untuk apa?" Tanya balik Eko


"Yah.. kebanyakan raja sebelum menyetujui permintaan rakyatnya dia pasti ingin meminta persyaratan" Jawab Aris


"Begitu ya.. kalau bisa aku ingin mencabut kutukan ini dari keluargaku, kami sangat tersiksa kebanyakan dari kami tidak bisa bertemu dengan rakyat kami sendiri. Setelah kami meminta bantuan dari dokter hebat tetap saja tidak bisa" Kata raja sambil menangis


"Sudahlah ayahanda" Kata istrinya


"Sudah ayah" Kata Dinda

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu aku akan menyetujui persyaratan ini. Tapi, aku juga sudah memberikan surat permintaan terakhirku jadi aku mau sudah siap semua. Serahkan ini padaku" Kata Aris


...END...


__ADS_2